Aksi Copot Baju Bukti Pemkab Sumenep Lucuti Identitasnya

- Editorial Team

Senin, 1 November 2021 - 14:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aksi buka baju Ini sebagai bentuk kekecewaan, dan Sumenep telah melucuti indentitas diri sendiri [okedaily.com/Al-hakiki]

Aksi buka baju Ini sebagai bentuk kekecewaan, dan Sumenep telah melucuti indentitas diri sendiri [okedaily.com/Al-hakiki]

Okedaily.com, Sumenep – Pasca hari jadi Kabupaten Sumenep yang digelar pada hari Minggu 31 Oktober 2021 kemarin, terlihat euforia sejumlah elemen pejabat dan masyarakat dengan meng-upload ucapan selamat di Instastory, WhatsApp, dan Facebook.

Namun, selang satu hari dari perayaan itu, terlihat puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Pengurus Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Universitas Wiraraja Sumenep, Madura, Jawa Timur, melakukan demontrasi tentang evaluasi kinerja Pemerintah Kabupaten Sumenep. Senin, (01/11).

Aksi unjuk rasa tersebut dilakukan dengan  copot baju di depan Kantor Pemerintah Kabupaten Sumenep, Jl. dr. Cipto, Kecamatan Kota Sumenep.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Korlap Aksi, Yusril Adian mengatakan, bahwa aksi buka baju tersebut merupakan wujud manifestasi dari Kabupaten Sumenep sebagai pemerintah daerah yang melucuti identitasnya sendiri.

Baca Juga :  Building a Love of Reading: Tips and Strategies for Encouraging Kids to Develop a Reading Habit

“Aksi buka baju Ini sebagai bentuk kekecewaan, dan Sumenep telah melucuti indentitas diri sendiri, ” ujarnya.

Selanjutnya, Mahasiswa yang menduduki Semester VII itu, mengatakan bahwa sebelum melakukan aksi tersebut, pihaknya sudah melakukan kajian dan diskusi. Menurut dia, isu yang diusung dalam aksi tersebut terkait dengan pengangguran dan kemiskinan.

Baca Juga : Kades Paliat Bangun Balai Baru Gunakan Dana Desa, Mendes PDTT: Tidak Boleh
Baca Juga : Kopri Sumenep Turun ke Jalan, Nur Waida : Aksi Bisu Seperti Bisunya Sang Penguasa
Baca Juga : DPMD Penuhi Panggilan Polres Sumenep Atas Laporan Eks Panitia Pilkades Sapeken

“Angka kemiskinan di Tahun 2020 itu sangat meningkat, dan begitu pula dengan pengangguran,” katanya.

Menurutnya, angka kemiskinan di Kabupaten Sumenep pada tahun 2020 kurang lebih mencapai angka 220 ribu jiwa.

Baca Juga :  Stabilkan Harga Kebutuhan Pokok, Sumenep Gelar Operasi Pasar Ramadhan 2025

“Sementara kalau untuk tahun sekarang kami masih belum mengetahui,” katanya.

Tidak hanya itu, berdasarkan hasil kajian Badan Pusat Statistik (BPS), kata dia, menjadi tolak ukur Rencana Pembangunan Jangka  Panjang Kabupaten Sumenep, karena dinilai tidak berhasil dalam tujuan – tujuannya dan tidak berhasil dalam implementasi kebijakan.

Aksi Copot Baju, Bukti Pemkab Sumenep Telah Lucuti Identitas Dirinya

Selain itu, Yusril juga menyinggung persoalan banjir di depan halaman Pemkab Sumenep, sebab kata dia, pihaknya kerap kali melihat genangan air. Sehingga, hal itu membuat dirinya mengingatkan ulang agar pemerintah segera menangani.

“Apalagi sekarang  tanah di barat terminal sudah dibangun hotel, padahal itu salah satu tanah serapan di Kabupaten Sumenep,” jelasnya.

Mahasiswa FISIP itu juga mengatakan,  meski koleganya tidak ditemui oleh Pemkab Sumenep, pihaknya akan tetap menunggu, bahkan dia juga menegaskan akan kembali lagi di hari berikutnya dengan membawa massa yang lebih besar.

Baca Juga :  Kesal Anggota DPRD Minta Pemko Medan Perbaiki Jalan Rusak Akses Pasar Induk Lau Chi

“Ini sebagai tanda ilusi Sumenep Melayani, menjadi Sumenep kehilangan identitasnya, kita akan kembali untuk mengembalikan itu,” lanjutnya.

Baca Juga : Tepat Hari Sumpah Pemuda Gedung DPRD Sumenep Disegel
Baca Juga : Bangunan dari Gedek Bambu Itu, Polindes Sabuntan
Baca Juga : PNS Nakal SMPN 2 Ra’as, Sebelumnya Sudah Pernah Dilaporkan?

Kendati begitu, karena tak kunjung direspon dan ditemui oleh pemerintah Kabupaten Sumenep, atas  komando orator aksi tersebut sejumlah mahasiswa merubah haluan  menjadi  aksi meludahi bersama-sama ke halaman  Pemkab Sumenep.

“Kami kecewa terhadap Pemkab Sumenep, Kami Kecewa Terhadap Respon Kepolisian, sebagai bentuk kekecewaan kita mari kita ludahi Pemkab Sumenep,” pungkas sang orator.

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel okedaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Related News

5 KUB Nelayan Kalowang Terima Bantuan dari PPM HCML 2026
AJS Apresiasi Sikap Tegas Kapolresta Sumenep, Tak Segan Proses Anggota Bermasalah
Green Grow dari Kotoran Ternak, Harapan Baru Petani Sapudi
Perkuat Jaringan Media Nasional dari Pulau Dewata, Garuda TV Bali dan Garuda FM Bali Resmi Diluncurkan
Jaringan Motor Bodong, Hingga Dugaan Kerjasama Oknum Penadah dan Polsek Sapudi
Dituduh Gelapkan Uang, Oknum Polisi di Sumenep Dilaporkan Korban ke Polresta
Gagalkan Ekspor Ilegal, Bea Cukai Sita 3,4 Ton Merkuri Cair di Surabaya
Kunjungi Keluarga KD di Buleleng, De Dadjah: Keadilan Harus Ditegakkan Melalui Hukum

Related News

Rabu, 12 Agustus 2026 - 20:10 WIB

5 KUB Nelayan Kalowang Terima Bantuan dari PPM HCML 2026

Rabu, 12 Agustus 2026 - 19:40 WIB

AJS Apresiasi Sikap Tegas Kapolresta Sumenep, Tak Segan Proses Anggota Bermasalah

Selasa, 11 Agustus 2026 - 19:54 WIB

Green Grow dari Kotoran Ternak, Harapan Baru Petani Sapudi

Kamis, 6 Agustus 2026 - 17:09 WIB

Perkuat Jaringan Media Nasional dari Pulau Dewata, Garuda TV Bali dan Garuda FM Bali Resmi Diluncurkan

Rabu, 5 Agustus 2026 - 20:38 WIB

Jaringan Motor Bodong, Hingga Dugaan Kerjasama Oknum Penadah dan Polsek Sapudi

Latest News

Penyerahan bantuan dari PPM HCML 2026 kepada 5 Kelompok Usaha Bersama (KUB) nelayan di Desa Kalowang. Bantuan ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan nelayan setempat. ®okedaily com [Foto: Hasan Al-Hakiki]

Nasional

5 KUB Nelayan Kalowang Terima Bantuan dari PPM HCML 2026

Rabu, 12 Agu 2026 - 20:10 WIB

Proses pembuatan pupuk organik

Nasional

Green Grow dari Kotoran Ternak, Harapan Baru Petani Sapudi

Selasa, 11 Agu 2026 - 19:54 WIB