Aksi Copot Baju Bukti Pemkab Sumenep Lucuti Identitasnya

- Editorial Team

Senin, 1 November 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aksi buka baju Ini sebagai bentuk kekecewaan, dan Sumenep telah melucuti indentitas diri sendiri [okedaily.com/Al-hakiki]

Aksi buka baju Ini sebagai bentuk kekecewaan, dan Sumenep telah melucuti indentitas diri sendiri [okedaily.com/Al-hakiki]

Okedaily.com, Sumenep – Pasca hari jadi Kabupaten Sumenep yang digelar pada hari Minggu 31 Oktober 2021 kemarin, terlihat euforia sejumlah elemen pejabat dan masyarakat dengan meng-upload ucapan selamat di Instastory, WhatsApp, dan Facebook.

Namun, selang satu hari dari perayaan itu, terlihat puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Pengurus Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Universitas Wiraraja Sumenep, Madura, Jawa Timur, melakukan demontrasi tentang evaluasi kinerja Pemerintah Kabupaten Sumenep. Senin, (01/11).

Aksi unjuk rasa tersebut dilakukan dengan  copot baju di depan Kantor Pemerintah Kabupaten Sumenep, Jl. dr. Cipto, Kecamatan Kota Sumenep.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Korlap Aksi, Yusril Adian mengatakan, bahwa aksi buka baju tersebut merupakan wujud manifestasi dari Kabupaten Sumenep sebagai pemerintah daerah yang melucuti identitasnya sendiri.

Baca Juga :  Wartawan Sumenep Dianiaya Mantan Kepala Desa Batuampar Saat Investigasi

“Aksi buka baju Ini sebagai bentuk kekecewaan, dan Sumenep telah melucuti indentitas diri sendiri, ” ujarnya.

Selanjutnya, Mahasiswa yang menduduki Semester VII itu, mengatakan bahwa sebelum melakukan aksi tersebut, pihaknya sudah melakukan kajian dan diskusi. Menurut dia, isu yang diusung dalam aksi tersebut terkait dengan pengangguran dan kemiskinan.

Baca Juga : Kades Paliat Bangun Balai Baru Gunakan Dana Desa, Mendes PDTT: Tidak Boleh
Baca Juga : Kopri Sumenep Turun ke Jalan, Nur Waida : Aksi Bisu Seperti Bisunya Sang Penguasa
Baca Juga : DPMD Penuhi Panggilan Polres Sumenep Atas Laporan Eks Panitia Pilkades Sapeken

“Angka kemiskinan di Tahun 2020 itu sangat meningkat, dan begitu pula dengan pengangguran,” katanya.

Menurutnya, angka kemiskinan di Kabupaten Sumenep pada tahun 2020 kurang lebih mencapai angka 220 ribu jiwa.

Baca Juga :  PC PMII Denpasar Dukung Komitmen Presiden Prabowo dalam Pemberantasan Korupsi

“Sementara kalau untuk tahun sekarang kami masih belum mengetahui,” katanya.

Tidak hanya itu, berdasarkan hasil kajian Badan Pusat Statistik (BPS), kata dia, menjadi tolak ukur Rencana Pembangunan Jangka  Panjang Kabupaten Sumenep, karena dinilai tidak berhasil dalam tujuan – tujuannya dan tidak berhasil dalam implementasi kebijakan.

Aksi Copot Baju, Bukti Pemkab Sumenep Telah Lucuti Identitas Dirinya

Selain itu, Yusril juga menyinggung persoalan banjir di depan halaman Pemkab Sumenep, sebab kata dia, pihaknya kerap kali melihat genangan air. Sehingga, hal itu membuat dirinya mengingatkan ulang agar pemerintah segera menangani.

“Apalagi sekarang  tanah di barat terminal sudah dibangun hotel, padahal itu salah satu tanah serapan di Kabupaten Sumenep,” jelasnya.

Mahasiswa FISIP itu juga mengatakan,  meski koleganya tidak ditemui oleh Pemkab Sumenep, pihaknya akan tetap menunggu, bahkan dia juga menegaskan akan kembali lagi di hari berikutnya dengan membawa massa yang lebih besar.

Baca Juga :  The Art of Public Speaking: Tips and Techniques for Delivering a Powerful Presentation

“Ini sebagai tanda ilusi Sumenep Melayani, menjadi Sumenep kehilangan identitasnya, kita akan kembali untuk mengembalikan itu,” lanjutnya.

Baca Juga : Tepat Hari Sumpah Pemuda Gedung DPRD Sumenep Disegel
Baca Juga : Bangunan dari Gedek Bambu Itu, Polindes Sabuntan
Baca Juga : PNS Nakal SMPN 2 Ra’as, Sebelumnya Sudah Pernah Dilaporkan?

Kendati begitu, karena tak kunjung direspon dan ditemui oleh pemerintah Kabupaten Sumenep, atas  komando orator aksi tersebut sejumlah mahasiswa merubah haluan  menjadi  aksi meludahi bersama-sama ke halaman  Pemkab Sumenep.

“Kami kecewa terhadap Pemkab Sumenep, Kami Kecewa Terhadap Respon Kepolisian, sebagai bentuk kekecewaan kita mari kita ludahi Pemkab Sumenep,” pungkas sang orator.

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel okedaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Related News

Perkuat Jaringan Media Nasional dari Pulau Dewata, Garuda TV Bali dan Garuda FM Bali Resmi Diluncurkan
Jaringan Motor Bodong, Hingga Dugaan Kerjasama Oknum Penadah dan Polsek Sapudi
Dituduh Gelapkan Uang, Oknum Polisi di Sumenep Dilaporkan Korban ke Polresta
Gagalkan Ekspor Ilegal, Bea Cukai Sita 3,4 Ton Merkuri Cair di Surabaya
Kunjungi Keluarga KD di Buleleng, De Dadjah: Keadilan Harus Ditegakkan Melalui Hukum
DPRD Denpasar Apresiasi Capaian Proyek Strategis PUPR 2025, Tommy: Pengawasan Tetap Jadi Prioritas
DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Bali Resmi Dukung Don Muzakir Mengisi Jabatan Wakil Menteri Pertanian RI
Tommy Sumertha Dukung Sudaryono Pimpin BGN, Optimistis Benahi Program Makan Bergizi Gratis

Related News

Kamis, 6 Agustus 2026 - 17:09 WIB

Perkuat Jaringan Media Nasional dari Pulau Dewata, Garuda TV Bali dan Garuda FM Bali Resmi Diluncurkan

Rabu, 5 Agustus 2026 - 20:38 WIB

Jaringan Motor Bodong, Hingga Dugaan Kerjasama Oknum Penadah dan Polsek Sapudi

Jumat, 31 Juli 2026 - 16:25 WIB

Dituduh Gelapkan Uang, Oknum Polisi di Sumenep Dilaporkan Korban ke Polresta

Kamis, 30 Juli 2026 - 17:53 WIB

Gagalkan Ekspor Ilegal, Bea Cukai Sita 3,4 Ton Merkuri Cair di Surabaya

Selasa, 28 Juli 2026 - 18:15 WIB

Kunjungi Keluarga KD di Buleleng, De Dadjah: Keadilan Harus Ditegakkan Melalui Hukum

Latest News