Aktivis Mahasiswa dan Keluarga Korban Penembakan Terduga Begal, Demo Polres Sumenep

- Editorial Team

Kamis, 17 Maret 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kapolres Sumenep AKBP Rahman Wijaya, saat memberi tanggapan di tengah-tengah massa pendemo terkait penembakan terduga begal oleh Tim Resmob. ©Redaksi

Kapolres Sumenep AKBP Rahman Wijaya, saat memberi tanggapan di tengah-tengah massa pendemo terkait penembakan terduga begal oleh Tim Resmob. ©Redaksi

SUMENEP – Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPC GMNI) Sumenep, menggelar aksi unjuk rasa bersama dengan sejumlah warga Kecamatan Ganding dan Kecamatan Lenteng, Kabupaten Sumenep, Kamis (17/3/2022) di Depan Kantor Polres Sumenep.

Aksi tersebut juga didampingi oleh Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Sumenep dan DPD KNPI Jawa Timur.

Kedatangan mereka adalah untuk menuntut keadilan terkait penembakan yang dilakukan oleh 5 oknum polisi terhadap saudara Herman yang menyebabkan meninggal dunia pada Minggu, 13 Maret 2022 kemarin.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Keluarga korban menuntut seadil-adilnya agar pelaku penembakan yang dilakukan oknum kepolisian Sumenep diberikan tindakan sesuai dengan undang-undang yang berlaku.

Baca Juga :  Miris, Tiket Mudik Gratis Kapal Laut Rute Jangkar Tujuan Raas Dikomersilkan

Satu-satunya orator aksi dari kalangan perempuan, Diah Puspita Sari menyampaikan bahwa almarhum Herman merupakan orang yang jelas dalam keadaan gangguan jiwa alias tidak normal.

Diah Puspitasari

Menurut dia, atas kejadian tersebut merupakan tindakan yang tidak bermoral, sebab orang yang patut dilindungin melayang nyawanya karena tindakan yang sudah menyalahi aturan itu.

“Indonesia ini negara hukum, ada yang mengatur tentang disabilitas, apakah itu yang dinamakan dengan mengayomi masyarakat Indonesia,” teriak Diah dalam orasinya.

Selanjutnya, Mahasiswa Pasca Sarjana Universitas Indonesia (UI) Jakarta itu menyampaikan, bahwa sejauh ini kabar yang beredar di media sosial tentang perilaku Herman yang dianggap begal itu, sangat menyesatkan.

Sebab menurut Diah, dari hasil klarifikasi bersama dengan keluarganya, Herman merupakan muslim yang taat, dan tidak pernah melakukan tindakan kriminal sebagaimana diberitakan di Media Sosial.

“Narasumber yang mengatakan herman itu peminum, maling kotak amal, jelas tidak terbukti. Bahkan sudah diklarifikasi, ternyata hanya mendengar dari katanya-katanya orang lain,” tegasnya.

Terakhir, Perempuan aktivis berkacamata itu menegaskan jika dirinya data jauh-jauh dari Jakarta untuk membantu keluarga korban dalam menuntut keadilan ditegakkan di Polres Sumenep.

Baca Juga :  Kasus Penganiayaan Wartawan di Sumenep, Ketum Wakomindo Pusat Ingatkan Tiga Kekuatan Pers

Aktivis Mahasiswa dan Keluarga Korban Penembakan Terduga Begal, Demo Polres Sumenep

Sebab jika tidak, dirinya akan mengajak massa lebih banyak baik dari kalangan pascasarjana maupun kalangan mahasiswa yang tergabung dalam BEM seluruh Indonesia.

“Isu pembunuhan Herman ini sudah menjadi isu nasional, ini sudah terbukti secara hukum,” jelasnya.

Dia meminta agar nantinya, Kapolres Sumenep menandatangani tuntutan yang diminta oleh keluarga korban termasuk juga tuntutan yang dilakukan oleh Aktivis GMNI Sumenep.

Baca Juga :  Kasus Penganiayaan Sahri Menggelinding di Polsek Gayam, Pelaku Tak Penuhi Permintaan Korban

Sementara Kapolres Sumenep, AKBP Rahman Wijaya menyampaikan bahwa pihaknya ikut berbela sungkawa atas meninggalnya almarhum Herman.

Dirinya mengucapkan permohonan maaf atas peristiwa yang terjadi di jalan Adirasa tersebut sehingga mengakibatkan keresahan warga.

AKBP Rahman Wijaya menjelaskan, berkaitan dengan hal tersebut pihaknya mengaku sudah membentuk tim khusus dalam rangka melaksanakan investigasi peristiwa maupun tindakan yang terjadi.

“Mari kita tunggu bersama-sama, semoga proses investigasi bisa berjalan dengan lancar, dan cepat. Apa bila proses tersebut selesai maka akan disampaikan ke publik maupun kepada masyarakat,” tukasnya.

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel okedaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PC PMII Denpasar Dukung Komitmen Presiden Prabowo dalam Pemberantasan Korupsi
Ironis, Polresta Sumenep Gelar Acara Besar Tapi Tutup Pintu Untuk Wartawan
UPT Dukcapil Gayam Jebol Disabilitas di Pelosok Desa
Ada Gangguan Bicara? RSUD Moh Anwar Hadirkan Layanan Terapi Wicara
Warga Sumenep Bisa Berobat Gratis di RSUD Moh Anwar, Ini Syaratnya
Ground Breaking PSEL Denpasar Raya, Tommy Sumertha: Wujud Nyata Komitmen Presiden Prabowo Atasi Sampah di Bali
Sidang Korupsi BSPS Sumenep, Terdakwa Risky Pratama Dituntut 7 Tahun Penjara
Ribuan Massa Berdemo, Desak Gubernur Koster Jangan Hambat Program Presiden Prabowo

Berita Terkait

Rabu, 15 Juli 2026 - 23:04 WIB

PC PMII Denpasar Dukung Komitmen Presiden Prabowo dalam Pemberantasan Korupsi

Rabu, 15 Juli 2026 - 15:40 WIB

Ironis, Polresta Sumenep Gelar Acara Besar Tapi Tutup Pintu Untuk Wartawan

Rabu, 15 Juli 2026 - 13:48 WIB

UPT Dukcapil Gayam Jebol Disabilitas di Pelosok Desa

Sabtu, 11 Juli 2026 - 01:48 WIB

Ada Gangguan Bicara? RSUD Moh Anwar Hadirkan Layanan Terapi Wicara

Sabtu, 11 Juli 2026 - 01:20 WIB

Warga Sumenep Bisa Berobat Gratis di RSUD Moh Anwar, Ini Syaratnya

Berita Terbaru

Pemerintah daerah menghadapi tantangan dalam menyelaraskan dua model kepemimpinan, politik dan birokrasi. Ketidakjelasan batas peran berpotensi menimbulkan konflik kebijakan dan menurunkan kualitas pelayanan publik. Sehingga, diperlukan regulasi dan budaya kerja yang mampu menjembatani kepentingan politik dengan profesionalitas birokrasi. ©okedaily.com/ist

Kopini

Dilema Tafsir Kepemimpinan Politik dan Birokrasi

Kamis, 16 Jul 2026 - 22:54 WIB