Aktivis Sebut Polres Tak Profesional Tangani Kasus Penganiayaan Dua Wartawan Sumenep

- Editorial Team

Jumat, 31 Maret 2023 - 19:51 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

📰 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif!

Orator Aksi, Ali Rofik. ©Okedaily.com

Orator Aksi, Ali Rofik. ©Okedaily.com

OKEDAILY, MADURA – Meskipun sempat diguyur hujan menjelang gelar aksi unjuk rasa, Jurnalis bersama aktivis se-Kabupaten Sumenep tetap tidak menurunkan gelombang perjuangan. Tekad memperjuangkan keadilan ini tak surut sedikitpun.

Pasalnya, Kekerasan yang menimpa dua jurnalis dari media Kabaroposisi.net dan Koran Partoli di Kabupaten Sumenep, pada Minggu (26/3/2023) lalu, di kediaman mantan Kades dan Kades Batuampar, Kecamatan Guluk-Guluk, Kabupaten Sumenep, sampai saat ini tak kunjung ada kejelasan.

Atas dasar itu, rekan-rekan jurnalis bersama aktivis se-Kabupaten Sumenep, pada Kamis (30/3/2023), turun ke jalan dalam rangka mengepung Mapolres Sumenep, Polda Jawa Timur.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Baca Juga :  Kabid Mutasi dan Promosi BKPSDM Sumenep Tak di Kantor Saat Jam Kerja

Aksi demonstrasi yang berlangsung sekira pukul 14.30 WIB, bergerak dari titik kumpul di Kantor Dewan Pimpinan Cabang Asosiasi Wartawan Demokrasi Indonesia (DPC AWDI) Kabupaten Sumenep, menuju Mapolres Sumenep menggunakan transportasi berupa mobil dan sepeda motor.

Peserta aksi yang terdiri dari wartawan dan aktivis di Sumenep ini melakukan aksi turun jalan menuntut Aparat Penegak Hukum (APH) polres Sumenep agar segera menetapkan Eks Kades Batuampar sebagai tersangka dalam kasus penganiayaan terhadap wartawan yang sedang melakukan peliputan di lapangan.

Aktivis Sebut Kepolisian Tak Profesional Tangani Kasus Penganiayaan Dua Wartawan Sumenep

“Jadi, kami meminta agar aparat penegak hukum polres Sumenep serius dalam menangani perkara yang menimpa kedua wartawan di Sumenep,” teriak Ali Rofik, sambil melakukan orasi.

Baca Juga :  Ketua GMKI Cabang Toba Soroti Konflik Tanah Adat

Bahkan, berdasarkan pantauan media di lokasi aksi, tuntutan para kuli tinta dan aktivis kepada Polres Sumenep tidak tanggung tangung. Mereka menuntut Polres Sumenep agar segera menangkap atau penjarakan pelaku penganiayaan terhadap wartawan.

Ali Rofik bahkan menyebut bahwa Aksi yang dilakukan wartawan dan aktivis di Sumenep kali ini, karena aparat penegak hukum dinilai tidak profesional bahkan aparat penegak hukum polres Sumenep terkesan tidak menghargai profesi wartawan.

“Kami merasa optimis setelah ditemui oleh Kasat Reskrim, institusinya akan segera memproses kasus tersebut dan akan secepatnya melakukan pemanggilan kepada pelaku penganiayaan,” papar Ali Rofik pada media di sela-sela gelar aksi.

Baca Juga :  PNS Nakal di Kepulauan Sumenep Kini Bisa Dipecat

Jadi, Setelah mendengar penyampaian Kasat Reskrim Polres Sumenep tersebut kata aktivis energik ini, para kuli tinta bergegas membubarkan diri untuk menunggu 1 atau 2 hari keseriusan yang dijanjikan oleh aparat penegak hukum Polres Sumenep.

Masih kata Ali Rofik, apabila dalam waktu yang dijanjikan pihak polres Sumenep tak kunjung menetapkan eks kades dan kades Batuampar sebagai tersangka dan memenjarakannya, Maka para jurnalis dan aktivis di Sumenep akan kembali turun ke jalan dengan massa yang lebih besar.

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel okedaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Related News

SMSI Sumenep Perkuat Barisan, Media Lokal Disiapkan Menembus Pasar Nasional
Operasi Gabungan di Sumenep Sasar Pajak Kendaraan dan Uji Kir Angkutan Barang
Opgab Disperkimhub Sumenep Sisir Kendaraan, Pajak hingga Uji Kir Jadi Perhatian
Gayam Bersiap! JJS Bapenda Hadir di Sapudi, Sepeda Listrik hingga Sembako Menanti
Kasus Dugaan Pencabulan Anak di Kangean Berlanjut, Polisi Amankan Pria Berinisial MR
Sinergitas Pusat dan Daerah Dinilai Jadi Kunci Percepatan Pembangunan di Denpasar
Hasto Ingatkan Komjen Suyudi, Polri Harus Jadi Alat Negara Bukan Alat Kekuasaan
GMNI Sumenep Kecam Dugaan Pencabulan Anak di Kangean, Desak Polisi Bertindak Tegas

Related News

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:13 WIB

SMSI Sumenep Perkuat Barisan, Media Lokal Disiapkan Menembus Pasar Nasional

Senin, 5 Oktober 2026 - 12:07 WIB

Operasi Gabungan di Sumenep Sasar Pajak Kendaraan dan Uji Kir Angkutan Barang

Senin, 5 Oktober 2026 - 12:00 WIB

Opgab Disperkimhub Sumenep Sisir Kendaraan, Pajak hingga Uji Kir Jadi Perhatian

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 12:32 WIB

Kasus Dugaan Pencabulan Anak di Kangean Berlanjut, Polisi Amankan Pria Berinisial MR

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 08:38 WIB

Sinergitas Pusat dan Daerah Dinilai Jadi Kunci Percepatan Pembangunan di Denpasar

Latest News