Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Kesehatan

Alat Medis Memadai, Poli Jantung RSUD Moh Anwar Sumenep Juga Dilayani Dokter Spesialis

Avatar of Okedaily
4262
×

Alat Medis Memadai, Poli Jantung RSUD Moh Anwar Sumenep Juga Dilayani Dokter Spesialis

Sebarkan artikel ini
Alat Medis Memadai, Poli Jantung RSUD Moh Anwar Sumenep Juga Dilayani Dokter Spesialis
Dokter Spesialis Jantung RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, dr. Imelda Krisnasari, Sp.JP. ©Okedaily.com

SUMENEP, OKEDAILY Jantung merupakan organ vital yang memainkan peran sangat penting dalam hidup manusia, yang memiliki fungsi untuk menjaga sirkulasi darah. Selain itu kegunaannya untuk menyediakan nutrisi dan oksigen ke seluruh tubuh, mengatur tekanan darah, meningkatkan kondisi fisik dan menjaga kesehatan mental.

Oleh karena itu demi memberikan pelayanan yang komplit dan prima, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. H. Moh. Anwar Sumenep, Madura, saat dilengkapi dengan poli-poli yang memang sangat dibutuhkan kalangan masyarakat Kota Keris pada umumnya.

Sebelumnya, terdapat sejumlah Poli yang telah dirilis seperti Poli Mata, Poli Kulit Kelamin, dan kali ini media okedaily.com akan menyajikan ulasan seputar penyakit jantung dari dokter spesialisnya di RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, dr. Imelda Krisnasari, Sp.JP.

Dikatakan dr. Imelda, penyakit jantung adalah kondisi ketika bagian jantung akibat dari adanya gangguan struktur atau fungsi. Pada bagian gangguan struktur bisa dari perikardium, atrium, ventrikel, katup, otot jantung dan pembuluh darah. Sedangkan dari segi fungsinya baik atau tidak, kalau terkena penyakit akan menurun pengisian atau pemompaan si jantung.

Baca Juga :  Menjaga Tradisi, Pemkab Sumenep Gelar Lomba Karapan Kambing

Ia juga menyebut, ciri khas penyakit jantung berhubungan dengan aktivitas seperti saat bekerja gejala akan lebih terasa dan sebaliknya saat istirahat gejala akan mereda, karena dengan kondisi bekerja jantung tersebut akan berfungsi lebih berat dari pada biasanya.

“Gejalanya itu tergantung ya, bisa sesak, bisa nyeri, terasa berat di dada, bermacam-macam gejala pada pasien, namun pada pasien tertentu seperti diabetes pun gejalanya tidak khas, jadi memang bervariasi gejalanya yang dirasakan masyarakat bahkan gejala dari penyakit jantung ini di awal-awal penyakit tidak merasakan sesak, nyeri dan semacamnya,” jelasnya Kamis, 2 Mei 2024.

Penting untuk memastikan tekena penyakit jantung atau tidaknya, masyarakat Sumenep segera konsultasi ke spesialis jantung yang disediakan rumah sakit plat merah ini. Khususnya usia uzur, kata dia, rentan terjangkit gejala tersebut seperti diabetes atau yang orang kenal kencing manis, ginjal, obesitas faktor resiko terjadinya penyakit jantung.

“Tetapi pada orang tua yang bukan faktor resiko tersebut bisa timbul sejak dari remaja, karena infeksi tenggorokan pada suatu kuman, ada suatu sistem imun yang menyerang jantung sehingga mengenai katutnya yang bisa bocor akibat infeksi tersebut, jadi tidak harus pada orang usia tua,” tukasnya.

Baca Juga :  Dibawah Komando BEM Nusantara Jatim, Kompak 125 Kampus Lakukan Aksi Akbar

Pada umumnya, pasien yang datang ke Poli Jantung RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, sambungnya, rata-rata usianya diatas 40 tahun dan ada juga beberapa pasien dibawah usai tersebut. Adapun pasien termuda yang berobat yakni berusia 15 hingga 20 tahun.

“Contohnya yang terkena katut tadi kita tangani, kemudian pada pasien yang dari lahir cuma dia itu bergejala di usia relatif muda juga ada, sebenarnya ke bocorannya sejak dari lahir tetapi ia baru bergejala diusia 20 tahun baru dirasakan dan baru memeriksakan diri ke poli jantung RSUD,” tuturnya.

“Kalau faktor makanan untuk penyakit-penyakit diakibatkan oleh faktor resiko, bisa jadi diakibatkan oleh kolesterol tinggi karena makanannya lebih suka yang berminyak, kemudian kurang sayur, kurang serat kemudian kurang buah. Kalau disini kan rata-rata begitu lebih suka makanan karbohidrat dan lauk-lauk, tapi jarang sayur, jarang serat kemudian jarang berolahraga,” tambahnya.

Untuk menentukan penyakit jantung atau tidak, langkah pertama yang dilakukan oleh dokter adalah menyatakan gejala dan keluhan apakah ada faktor resiko? lalu barulah kemudian mengenai riwayat pengobatannya ialah melakukan pemeriksaan fisik terlebih dahulu pada pasien.

Baca Juga :  Banyak Manfaat Apel Hijau bagi Kesehatan yang perlu Anda ketahui

“Pada pasien, dari pemeriksaan fisik bisa kita curigai bahwa itu mengarah ke penyakit jantung, tapi untuk mendukung diagnosis harus melakukan pemeriksaan penunjang, ” ujarnya.

Dijelaskan untuk melakukan pemeriksaan ke Poli Jantung RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, saat ini telah dilengkapi dengan alat pendeteksi penyakit kronis tersebut, diantaranya ada pemeriksaan rekam jantung, USG jantung yang lebih dikenal ekokardiografi dan bisa dilakukan dengan paraf foto.

“Sebenarnya, penyakit jantung sangat bervariasi dari bayi ada yang didapatkan setelah faktor resiko baru bergejala setelah usia tua, bahkan bisa juga karna gangguan irama,” katanya.

Gangguan irama ini juga bervariasi dan luas, ada yang bisa sembuh setelah dilakukan tindakan abrasi, “kalau kelainan bocor dari kecil sebelum ada perubahan pada jantungnya sebelum badannya hipertensi paru sebelum timbulnya komplikasi bisa sembuh total,” imbuhnya.

“Tetapi pada umumnya yang timbul pada pasien usia 45 pada faktor resiko tadi sulit disembuhkan, tetapi yang perlu kita lukakan rutin control, rutin menjaga gaya hidup, rutin minum obat agar tidak bertambah komplikasinya,” sarannya.

Baca Juga :  Ketua AWDI Sumenep Sesalkan Dua Korban Kekerasan Pers Cabut Laporan Polisi

Oleh sebab itu disarankan, saat ada orang yang terkena serangan jantung pastikan lingkungannya aman pasien bisa dapat tidur dengan tenang di tempat yang datar (lantai) dengan posisi menyandar, jika pasien sesak sandarannya bisa lebih tinggi dan kemudian segera bawalah pasien ke petugas medis terdekat.

“Tidak usah panik, pastikan pasien tenang karena semakin pasien gelisah akan semakin memicu, kalo pasien tidak sadar pastikan adanya nadi, kalau tidak ada nadi pastikan mendapatkan Bantuan Hidup Dasar (BHD), pastikan ada pertolongan atau panggil petugas medis yang bisa datang,” ucapnya.

Untuk menghindari penyakit jantung ini, dr. Imelda, menghimbau agar masyarakat lebih baik bisa mencegah supaya terhindar dari penyakit jantung koroner, salah satunya dengan cara mengkonsumsi makanan sehat cukup serat.

“Pencegahan itu lebih baik karena kalau sudah sakit-sakitan apalagi karena faktor gaya hidup itu tentu sulit disembuhkan, jadi apa saja gaya hidup yang bisa kita pertahankan agar terhindar dari penyakit jantung terutama jantung koroner. Pastikan makan makanan sehat seratnya cukup baik dari buah-buahan, sayur-sayuran, lemaknya rendah kurang 10 persen dari total kalori yang kita butuhkan, karbohidrat juga jangan banyak-banyak, protein juga cukup,” jelasnya.

Baca Juga :  Ketua Komisi IV Akis Jazuli Apresiasi Pemkab Sumenep Atas Program UHC

Hindari stress dengan cara olahraga teratur, karena olahraga yang bagus untuk jantung dilakukan tiga hingga empat kali dalam seminggu, rata-rata sekitar 30 menit. Adapun jenis olahraga yang disarankan adalah joging, tetapi terus-menerus tidak berhenti, atau juga boleh seperti jalan cepat.

Tidur yang cukup (minimal 6 jam) dan hindari jenis makanan tinggi lemak jika ada faktor resiko seperti darah tinggi, sedangkan kencing manis wajib rutin di kontrol. Normalnya, darah tinggi paling bagus dibawah 140 tekanan darah atasnya, untuk tekanan darah bawah pada angka 90. Kemudian untuk diabetes paling bagus terkontrol gula darahnya kurang dari 180, juga bisa dicek HBSag-nya kurang dari 7.

“Jika lemaknya tinggi harus di terapi, juga konsultasi nanti dicek kembali lemaknya dengan target hasil laborat-nya LDA apalagi kepada pasien yang sudah mengalami serangan dibawah 70 tetapi untuk kita LDA ke bawah 100. Jadi kontrol faktor resiko, gaya hidup, hindari stress, istirahat cukup juga dijaga makanannya, hindari rokok karena rokok adalah nomor satu penyebab jantung koroner, banyak pasien meski sudah sakit jantung masih bawa rokok jadi bandel sekali,” pungkasnya.