Aliansi Progresif Sumenep Demo BSI Setempat, Sarang Mafia Perbankan?

- Redaksi

Selasa, 21 Maret 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sulaisi Abdurrazaq saat orasi di depan gedung BSI Sumenep terkait mafia perbankan. ©Okedaily.com

Sulaisi Abdurrazaq saat orasi di depan gedung BSI Sumenep terkait mafia perbankan. ©Okedaily.com

OKEDAILY, MADURA Aliansi Progresif Sumenep menuntut pihak Bank Syariah Indonesia yang disingkat BSI Sumenep, segera menyerahkan data terkait kejahatan perbankan yang bernominal fantastis kepada Aparat Penegak Hukum.

Diketahui, Subeki berhasil membobol salah satu perbankan BUMN yaitu BNI Syariah sebelum di-merger menjadi BSI, bernilai kurang lebih 60 miliar rupiah dengan cara mengorbankan orang lain.

Menyikapi hal tersebut, Aliansi Progresif Sumenep bersama kuasa hukum dari korban fraud yang dilakukan oleh Subeki pada BSI Sumenep, pada Senin (20/3), gelar aksi massa menuntut keseriusan penyelesaian kasus tersebut secara hukum.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Baca Juga :  Twitter Memiliki Saingan baru yaitu sebuah Platform yang dibuat oleh Meta

Menurut Ketua Aliansi Progresif Sumenep, Faldy Aditya, pihaknya meminta BSI Sumenep agar memberikan dokumen terkait dugaan fraud oleh Subeki senilai puluhan miliar rupiah itu, kepada pihak kepolisian maupun kejaksaan.

“Kami menuntut agar BSI Sumenep kooperatif dan beritikad baik dalam persoalan ini dengan cara menyerahkan dokumen terkait fraud Subeki kepada Aparat Penegak Hukum,” tuntut Faldy saat orasi di depan gedung BSI Sumenep.

Aliansi Progresif Sumenep Gruduk BSI Setempat, Sarang Mafia Perbankan?
Ketua Aliansi Progresif Sumenep, Faldy Aditya saat orasi tentang dugaan fraud puluhan miliar rupiah di BSI Sumenep. ©Okedaily.com

Modus operandi yang dijalankan Subeki dalam dugaan kasus fraud ini, jelas Faldy, adalah menggunakan nama orang lain sebagai nasabah guna meminjam dana atau pembiayaan uang di BSI Sumenep, dan menaikkan nominal pinjaman.

Baca Juga :  Kelangkaan BBM di Kepulauan Raas Tanpa Solusi, Dosa Siapa?

“Harga tanah yang hanya 300 juta dapat pinjaman dari BSI Sumenep Rp2 miliar. Dan itu betul memang masuk ke rekening si peminjam. Tapi hanya beberapa menit saja, selanjutnya uang itu berpindah otomatis ke rekening Subeki,” bebernya.

Sementara itu, Sulaisi Abdurrazaq selaku Kuasa Hukum korban Subeki, sesaat setelah aksi usai di depan kantor BSI Sumenep mengatakan, bahwa pihaknya telah mengedepankan upaya persuasif dalam kasus fraud tersebut sebelum memutuskan turun ke jalan.

“Kita datang ke BSI Sumenep ini sebelumnya juga telah melalui tahapan-tahapan kekeluargaan dengan tujuan bisa menyelesaikan permasalahan dugaan fraud kurang lebih 60 miliar rupiah ini secara baik-baik,” ujar Sulaisi.

Baca Juga :  Festival Srikaya 2025, Upaya Pemkab Sumenep Dongkrak Ekonomi Petani

Lebih lanjut Sulaisi, membandingkan antara fraud Subeki dengan kasus kapal gaib yang tengah hangat di Kota Keris. “Kasus kapal gaib saja, yang hanya senilai sembilan miliar rupiah, Sumenep sudah ribut. Tetapi ini urusan uang negara 60 miliar rupiah tidak ada yang berani mengungkap,” tegasnya.

Untuk itu, tambah Sulaisi, harus diusut tuntas kemana saja aliran dana fraud 60 miliar rupiah Subeki ini mengalir. “Kita sudah deteksi siapa-siapa pejabat di lingkungan aparat penegak hukum yang diduga menikmati aliran dana Subeki,” ungkapnya.

Aliansi Progresif Sumenep juga akan membuka posko pengaduan korban Subeki, supaya masyarakat lainnya yang juga dikorbankan dalam pusaran kasus fraud puluhan miliar pada BSI Sumenep dapat berani ikut melaporkan.

Baca Juga :  Polemik Defisit APBD Sumenep 2025: Perspektif Akuntansi dan Pandangan Djoni

Sementara pihak BSI Sumenep menolak memberi ketenangan kepada awak media. “Nanti saja ya Mas. Masih mau disampaikan ke pimpinan,” kata salah satu pegawainya yang berbaju batik.

Aksi Subeki yang selama ini dikenal masyarakat sebagai tokoh agama namun ternyata melakukan fraud 60 miliar rupiah di BSI Sumenep dapat diibaratkan sebagai perampok bersyariah pada bank syariah.

Facebook Comments Box

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel okedaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Trans Jakarta ke Bandara Soetta, Akses Publik Makin Mudah
Gathering HIPMI Bali Angkatan 2025 Perkuat Jejaring Pengusaha Muda
HIPMI Bali Gelar SYNC25 Gathering Angkatan 2025 untuk Perkuat Jejaring Pengusaha Muda
Masyarakat Sumenep Antusias Belanja di Pasar Murah Ramadhan 2026
TPID Sumenep Gelar Pasar Murah EPIK Mobile
Owner PR Cahaya Pro: Tidak Ada Pengusaha yang Mau Melawan Negara
Zulfikar Wijaya DPRD Bali Terima Aspirasi UMKM Warung Madura
Dirut Bungkam, Dugaan Kredit Tanpa Agunan di BPRS Bhakti Sumekar Kian Menguat

Berita Terkait

Rabu, 8 April 2026 - 19:22 WIB

Trans Jakarta ke Bandara Soetta, Akses Publik Makin Mudah

Sabtu, 14 Maret 2026 - 11:21 WIB

Gathering HIPMI Bali Angkatan 2025 Perkuat Jejaring Pengusaha Muda

Senin, 9 Maret 2026 - 00:17 WIB

HIPMI Bali Gelar SYNC25 Gathering Angkatan 2025 untuk Perkuat Jejaring Pengusaha Muda

Kamis, 26 Februari 2026 - 20:31 WIB

Masyarakat Sumenep Antusias Belanja di Pasar Murah Ramadhan 2026

Kamis, 26 Februari 2026 - 19:45 WIB

TPID Sumenep Gelar Pasar Murah EPIK Mobile

Berita Terbaru

Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, dr. Erliyati, M.Kes. ©okedaily.com/istimewa

Nasional

RSUD Moh Anwar Sumenep Terus Perkuat Layanan Kesehatan 2026

Selasa, 28 Apr 2026 - 11:15 WIB

Verified by MonsterInsights