Bangunan dari Gedek Bambu Itu, Polindes Sabuntan

- Editorial Team

Senin, 25 Oktober 2021 - 13:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Satu-satunya Rumah Medis yaitu Polindes Sabuntan Kecamatan Sapeken Kabupaten Sumenep, Madura, sangat memprihatinkan. [Okedaily.com/Al-Hakiki]

Satu-satunya Rumah Medis yaitu Polindes Sabuntan Kecamatan Sapeken Kabupaten Sumenep, Madura, sangat memprihatinkan. [Okedaily.com/Al-Hakiki]

Okedaily.com, Sumenep – Keberadaan Pondok Bersalin Desa (Polindes) yang berukuran 4×4 meter di salah satu pulau terpencil, tepatnya di Dusun 1 Desa Sabuntan Kecamatan Sapeken, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, cenderung diabaikan oleh pemerintah terkait.

Pasalnya, kondisi bangunan Polindes yang terbuat dari gedek berbahan bambu itu, sangat memprihatinkan terhadap pasien dan dinilai tidak layak difungsikan.

Dari hasil pantauan awak media, Polindes tersebut ditempati oleh dua petugas medis yang berstatus suami istri. Bahkan pada saat melakukan praktik bersalin, mereka lakukan dengan seadanya di tempat tersebut.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Baca Juga : Modal Suket, Lolos Jadi Cakades di Kabupaten Sumenep

Aktivitas kegiatan Polindes saat ini, masih dalam posisi sedang menumpang di rumah warga. Kondisinya, ketika air laut pasang selalu kebanjiran sehingga harus pindah ke tempat lain.

Baca Juga :  Dinkes Sumenep Ingatkan Varian Baru Corona dan Pentingnya Vaksinasi Covid19

“Demi untuk melayani pasien, ketika air laut pasang apalagi di musim hujan selalu pindah ke rumah warga lainnya yang tidak kehujanan,” ujar Zaini Petugas Medis Polindes di tempat tersebut saat dihubungi via telepon. Minggu (24/10) kemarin.

Selanjutnya, Zaini mengungkapkan kesedihannya, meskipun kondisi Polindes berada di tempat yang tidak layak dan penuh tantangan dalam melayani masyarakat.

Hal tersebut diakuinya, tidak menyurutkan semangatnya dalam melakukan pengabdian terhadap masyarakat, dikarenakan keramahan masyarakat disekitar sehingga membuat dirinya kerasan dalam melayani.

Baca Juga : Ada Apa Dibalik Kurangnya Bukti Ulah PNS Nakal Kecamatan Kangayan?

“Terus bersemangat, demi menunjang akses kesehatan masyarakat akan pentingnya keberadaan Polindes, walaupun selalu pindah tempat ke rumah warga maupun terkadang menumpang di Kantor Desa Sabuntan dikala kebanjiran,” ungkap Zaini.

Berkaitan dengan kesehatan dan pelayanan masyarakat. Zaini menaruh harapannya pada Pemerintah Kabupaten Sumenep dan instansi terkait untuk segera merehabilitasi Polindes Sabuntan tempat ia mengabdi.

Baca Juga :  DKPP Sumenep Boyong Tiga Penghargaan Pemprov Jatim, Berikut Kategorinya

Sebab kata dia, dari berbagai permasalahan yang dialami dalam pelaksanaan kegiatan Polindes, seperti Polindes di Pulau Sabuntan belum berperan optimal dalam melaksanakan fungsinya.

“Akibat kurangnya peralatan di Polindes yang dianggap masih belum memadai. Selain itu, akibat dari tempat pelayanan di Polindes belum layak,” sambungnya.

Baca Juga : PNS Nakal SMPN 2 Ra’as, Sebelumnya Sudah Pernah Dilaporkan?

Lebih lanjut, karena tak kunjung diperbaiki akhirnya hal itu membuat Zaini bersama istrinya membangun Polindes dengan biaya pribadi.

“Saya membuat ruang bersalin sendiri dengan bangunan seadanya walaupun terbuat dari asbes,” ujarnya sedih.

Okedaily.com kemudian mengkonfirmasi Agus Mulyono, MCH. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumenep tentang, apakah bangunan Polindes masuk dalam tanggungjawab Dinas Kesehatan.

Baca Juga :  Dunia Kesehatan Sumenep Coreng Wajah JKN

“Untuk Polindes Bidannya disediakan Dinkes (Dinas Kesehatan, red), tempatnya disediakan Pemerintah Desa. Bidan Indah Milasari yang bertugas di Polindes Sabuntan, dia rajin orangnya. Zaini, suaminya juga perawat Non PNS dan aktif juga,” terang Kadinkes Sumenep.

Baca Juga : Permendikbud Nomor 16 Tahun 2018 Belum Diterapkan atau Diacuhkan Pemkab Sumenep?

Menurut Agus Mulyono, untuk bangunan Polindes desa bisa menganggarkan melalui Dana Desa (DD). Tetapi hingga saat ini tidak ada perhatian dari Kepala Desa Sabuntan untuk meningkatkan fasilitas pelayanan kesehatan di desanya. Sehingga menjadi pertanyaan, kemana pemanfaatan DD Sabuntan selama ini?

Hingga berita ini ditayangkan, tim media masih kesulitan untuk menghubungi Kepala Desa Sabuntan guna klarifikasi terkait Polindes itu, meskipun dihubungi berkali-kali melalui telpon selulernya, terjawab sedang tidak aktif atau berada diluar jangkauan.

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel okedaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Related News

Prengki Wirananda Lulus UKW Utama, SMSI Sumenep Apresiasi Capaian Pengurusnya
Kabar Gembira! Pemkab Sumenep Ringankan Tunggakan PBB-P2 hingga 95 Persen
Agar Akses Lancar, De Gadjah Dorong Penyempurnaan Jembatan Situ Banda
DPD PERADI Profesional DKI Jakarta Resmi Dilantik, Misyal B. Achmad Dorong Advokat Berintegritas dan Berkeadilan
Pohon Asam Terus Dibabat, Warga Gendang Barat Menjerit Kekeringan
Rancang Masa Depan Gunggung: Musdes Matangkan Program 2027 di 4 Sektor
Stand Bappeda Sumenep Juara MCF 2026, Arif: Ini Buah Kekompakan dan Semangat Pengabdian
Rakor DPW AWDI Jakarta, Matangkan Persiapan Pelantikan pada Oktober 2026

Related News

Jumat, 11 September 2026 - 18:10 WIB

Prengki Wirananda Lulus UKW Utama, SMSI Sumenep Apresiasi Capaian Pengurusnya

Rabu, 9 September 2026 - 15:33 WIB

Kabar Gembira! Pemkab Sumenep Ringankan Tunggakan PBB-P2 hingga 95 Persen

Senin, 7 September 2026 - 19:38 WIB

Agar Akses Lancar, De Gadjah Dorong Penyempurnaan Jembatan Situ Banda

Minggu, 6 September 2026 - 09:34 WIB

DPD PERADI Profesional DKI Jakarta Resmi Dilantik, Misyal B. Achmad Dorong Advokat Berintegritas dan Berkeadilan

Minggu, 6 September 2026 - 06:47 WIB

Pohon Asam Terus Dibabat, Warga Gendang Barat Menjerit Kekeringan

Latest News

Fero Feriyanto, salah satu figur muda yang mulai diperbincangkan masyarakat menjelang dinamika Pilkades Gayam 2027. ®okedaily.com

Politik

Fero Feriyanto, Figur Muda dan Harapan Baru Desa Gayam

Jumat, 11 Sep 2026 - 13:54 WIB