Bangunan dari Gedek Bambu Itu, Polindes Sabuntan

- Redaksi

Senin, 25 Oktober 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Satu-satunya Rumah Medis yaitu Polindes Sabuntan Kecamatan Sapeken Kabupaten Sumenep, Madura, sangat memprihatinkan. [Okedaily.com/Al-Hakiki]

Satu-satunya Rumah Medis yaitu Polindes Sabuntan Kecamatan Sapeken Kabupaten Sumenep, Madura, sangat memprihatinkan. [Okedaily.com/Al-Hakiki]

Okedaily.com, Sumenep – Keberadaan Pondok Bersalin Desa (Polindes) yang berukuran 4×4 meter di salah satu pulau terpencil, tepatnya di Dusun 1 Desa Sabuntan Kecamatan Sapeken, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, cenderung diabaikan oleh pemerintah terkait.

Pasalnya, kondisi bangunan Polindes yang terbuat dari gedek berbahan bambu itu, sangat memprihatinkan terhadap pasien dan dinilai tidak layak difungsikan.

Dari hasil pantauan awak media, Polindes tersebut ditempati oleh dua petugas medis yang berstatus suami istri. Bahkan pada saat melakukan praktik bersalin, mereka lakukan dengan seadanya di tempat tersebut.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Baca Juga : Modal Suket, Lolos Jadi Cakades di Kabupaten Sumenep

Aktivitas kegiatan Polindes saat ini, masih dalam posisi sedang menumpang di rumah warga. Kondisinya, ketika air laut pasang selalu kebanjiran sehingga harus pindah ke tempat lain.

Baca Juga :  PAUD Melati PGRI Tenga Meriahkan HUT RI Ke-77

“Demi untuk melayani pasien, ketika air laut pasang apalagi di musim hujan selalu pindah ke rumah warga lainnya yang tidak kehujanan,” ujar Zaini Petugas Medis Polindes di tempat tersebut saat dihubungi via telepon. Minggu (24/10) kemarin.

Selanjutnya, Zaini mengungkapkan kesedihannya, meskipun kondisi Polindes berada di tempat yang tidak layak dan penuh tantangan dalam melayani masyarakat.

Hal tersebut diakuinya, tidak menyurutkan semangatnya dalam melakukan pengabdian terhadap masyarakat, dikarenakan keramahan masyarakat disekitar sehingga membuat dirinya kerasan dalam melayani.

Baca Juga : Ada Apa Dibalik Kurangnya Bukti Ulah PNS Nakal Kecamatan Kangayan?

“Terus bersemangat, demi menunjang akses kesehatan masyarakat akan pentingnya keberadaan Polindes, walaupun selalu pindah tempat ke rumah warga maupun terkadang menumpang di Kantor Desa Sabuntan dikala kebanjiran,” ungkap Zaini.

Berkaitan dengan kesehatan dan pelayanan masyarakat. Zaini menaruh harapannya pada Pemerintah Kabupaten Sumenep dan instansi terkait untuk segera merehabilitasi Polindes Sabuntan tempat ia mengabdi.

Baca Juga :  Pimpinan DRPD dan Bupati Sumenep Setujui Raperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2023

Sebab kata dia, dari berbagai permasalahan yang dialami dalam pelaksanaan kegiatan Polindes, seperti Polindes di Pulau Sabuntan belum berperan optimal dalam melaksanakan fungsinya.

“Akibat kurangnya peralatan di Polindes yang dianggap masih belum memadai. Selain itu, akibat dari tempat pelayanan di Polindes belum layak,” sambungnya.

Baca Juga : PNS Nakal SMPN 2 Ra’as, Sebelumnya Sudah Pernah Dilaporkan?

Lebih lanjut, karena tak kunjung diperbaiki akhirnya hal itu membuat Zaini bersama istrinya membangun Polindes dengan biaya pribadi.

“Saya membuat ruang bersalin sendiri dengan bangunan seadanya walaupun terbuat dari asbes,” ujarnya sedih.

Okedaily.com kemudian mengkonfirmasi Agus Mulyono, MCH. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumenep tentang, apakah bangunan Polindes masuk dalam tanggungjawab Dinas Kesehatan.

Baca Juga :  Dualisme HPN 2025, AWDI: Saatnya Revisi demi Kebebasan Pers

“Untuk Polindes Bidannya disediakan Dinkes (Dinas Kesehatan, red), tempatnya disediakan Pemerintah Desa. Bidan Indah Milasari yang bertugas di Polindes Sabuntan, dia rajin orangnya. Zaini, suaminya juga perawat Non PNS dan aktif juga,” terang Kadinkes Sumenep.

Baca Juga : Permendikbud Nomor 16 Tahun 2018 Belum Diterapkan atau Diacuhkan Pemkab Sumenep?

Menurut Agus Mulyono, untuk bangunan Polindes desa bisa menganggarkan melalui Dana Desa (DD). Tetapi hingga saat ini tidak ada perhatian dari Kepala Desa Sabuntan untuk meningkatkan fasilitas pelayanan kesehatan di desanya. Sehingga menjadi pertanyaan, kemana pemanfaatan DD Sabuntan selama ini?

Hingga berita ini ditayangkan, tim media masih kesulitan untuk menghubungi Kepala Desa Sabuntan guna klarifikasi terkait Polindes itu, meskipun dihubungi berkali-kali melalui telpon selulernya, terjawab sedang tidak aktif atau berada diluar jangkauan.

Facebook Comments Box

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel okedaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kerum DPP HBB Apresiasi Polda Sumut, Serukan Stop Ujaran Kebencian
Terungkap Kasus Narkoba di Lapas Labuhan Bilik, Berikut Tuntutan KMMB Sumut
Yonif TP 931/KJ Siap Dukung Program Pemerintah dan Perkuat Ketahanan Pangan
Sinergi Ponpes Al-islamiyah Pakondang Bersama Yonif TP 931/KJ Sukseskan Kemah HIMMAH ke-51
Hima Persis Jakarta Dorong Polda Metro Jaya Tegakkan Hukum Terhadap Koruptor
RSUD Moh Anwar Siapkan Kompensasi Jika Pelayanan Kesehatan Tak Sesuai SOP
Direktur RSUD Moh Anwar Pastikan Tidak Ada Perbedaan Layanan Kesehatan
Direktur RSUD Moh Anwar Monitoring Pelayanan Poli Terpadu, Pastikan Tetap Optimal

Berita Terkait

Minggu, 12 Juli 2026 - 14:14 WIB

Terungkap Kasus Narkoba di Lapas Labuhan Bilik, Berikut Tuntutan KMMB Sumut

Jumat, 10 Juli 2026 - 19:01 WIB

Yonif TP 931/KJ Siap Dukung Program Pemerintah dan Perkuat Ketahanan Pangan

Jumat, 10 Juli 2026 - 17:59 WIB

Sinergi Ponpes Al-islamiyah Pakondang Bersama Yonif TP 931/KJ Sukseskan Kemah HIMMAH ke-51

Jumat, 10 Juli 2026 - 14:54 WIB

Hima Persis Jakarta Dorong Polda Metro Jaya Tegakkan Hukum Terhadap Koruptor

Jumat, 10 Juli 2026 - 00:54 WIB

RSUD Moh Anwar Siapkan Kompensasi Jika Pelayanan Kesehatan Tak Sesuai SOP

Berita Terbaru

Dok. Fauzi As. ©Okedaily.com

Kopini

Catatan Fauzi AS: Jaksa dan Polri Bugil di Tengah Jalan

Senin, 13 Jul 2026 - 22:34 WIB