Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Nasional

Bareskrim Polri Turut Panggil Azam Khan Atas Kasus Ujaran Kebencian Edy Mulyadi

Avatar of Okedaily
×

Bareskrim Polri Turut Panggil Azam Khan Atas Kasus Ujaran Kebencian Edy Mulyadi

Sebarkan artikel ini
Bareskrim Polri Turut Panggil Azam Khan Atas Kasus Ujaran Kebencian Edy Mulyadi
Tangkapan layar Azam Khan yang celotehannya viral "Hanya Monyet". (c)Redaksi

Jakarta – Ternyata bukan hanya Edy Mulyadi yang mendapat panggilan dari Bareskrim Polri untuk diperiksa sebagai saksi kasus ujaran kebencian, Jumat (28/1) kemarin.

Turut dipanggil dalam rangka pemeriksaan, sosok Azam Khan. Keterangan tersebut disampaikan Damai Hari Lubis, Ketua Aliansi Anak Bangsa (AAB). Sebab, Azam Khan merupakan salah satu aktivis di AAB.

Dilansir jpnn.com, Damai menerangkan ketidakhadiran Azam Khan dalam pemanggilan Bareskrim Polri sama dengan Edy Mulyadi, karena berhalangan.

“Dengan sangat terpaksa tidak dapat penuhi panggilan hari ini di Bareskrim Polri oleh sebab terhalang kepentingan keluarga yang mendadak,” ungkap Damai kepada wartawan, Jumat (28/1).

Damai menuturkan bahwa Azam Khan telah menyampaikan permohonan untuk menunda pemeriksaan kepada penyidik.

Azam Khan minta waktu pekan depan untuk bisa hadir memenuhi panggilan Bareskrim Polri tepatnya Rabu, 2 Februari 2022,” kata Damai.

Diketahui bahwa sosok Azam Khan ikut viral di media sosial. Bahkan tagar Tangkap Azam Khan juga trending di Twitter karena menyebut hanya monyet yang mau pindah ke Kalimantan. Azam Khan langsung memberikan klarifikasi melalui YouTube EGGI SUDJANA, Senin (25/1).

Baca Juga :  Kapolresta Deli Serdang Tutup Program Tahfidzul Qur'an & Tahfidzul Hadits

Menurut Azam, kejadian bermula ketika Edy Mulyadi menanyakan kepadanya apakah mau pindah ke Kalimantan Timur yang disebut menjadi ibu kota negara (IKN) baru.

“Saya bilang menggeleng-gelengkan kepala tidak, terus saya menjawab karena pikiran saya hanya monyet,” ucap Azam yang berprofesi sebagai lawyer itu.

Azam lantas menerangkan bahwa saat ini kawasan yang disebut sebagai IKN baru itu masih hutan dan belum dibangun.

Baca Juga :  Tingkat Kepercayaan Publik Pada Polisi Turun, Viral Hastag #PercumaLaporPolisi

Sehingga dia berpendapat hanya monyet yang mau pindah seraya menyebut dirinya sebagai monyet tersebut.

“Maksudnya ya diri saya ini yang monyet dan pindah ke situ. Saya menggambarkan pada diri saya,” ujar Azam yang juga putra asli Sumenep, Madura, Jawa Timur.