Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Pendidikan

BEM Nusantara Kecam Tindakan Pelecehan Seksual Terhadap Mahasiswi Profesi Ners di RSAS

Avatar of Okedaily
16
×

BEM Nusantara Kecam Tindakan Pelecehan Seksual Terhadap Mahasiswi Profesi Ners di RSAS

Sebarkan artikel ini
BEM Nusantara Kecam Tindakan Pelecehan Seksual Terhadap Mahasiswi Profesi Ners di RSAS
Rekzy Pramana Putra W.A. Mantali, Koordinator Isu Kesehatan BEM Nusantara. ©Okedaily.com

OKEDAILY, GORONTALO Mahasiswi Profesi Ners Universitas Negeri Gorontalo (UNG), sebut saja Bunga, dikabarkan menjadi korban pelecehan seksual oleh seorang aparatur sipil negara (ASN) yang bertugas di Rumah Sakit Aloei Saboe (RSAS).

Dihimpun okedaily.com, kronologi pelecehan seksual yang menimpa Bunga, berawal dari saat ia kehilangan dompetnya di ruang praktek RSAS Kota Gorontalo.

Setelah berupaya mencari, Bunga pun di arahkan untuk menuju ruang pengaduan dan bertanya kepada petugas disana. Sebab di ruangan itu terdapat kontrol CCTV.

Baca Juga : Mahasiswa Krisis Berpikir Kritis di Bangku Perkuliahan

Namun, bukannya mendapat kabar baik, justru Bunga mendapat perlakuan tidak senonoh yang dilakukan oleh petugas di ruangan tersebut. Hal itu menimbulkan banyak kecaman dan kritik dari aktivis Mahasiswa, khususnya UNG.

Baca Juga :  Raja Hantu Sebut Erina Pembohong Besar, Ini Alasannya

Rekzy Pramana Putra W.A. Mantali, Koordinator Isu Kesehatan BEM Nusantara turut mengecam dan menyayangkan tindakan ASN nakal yang seenaknya melakukan perbuatan bejat terhadap Mahasiswi UNG.

“Saya turut mengecam tindakan bejat oknum terduga pelaku ini, apalagi katanya oknum ini berlatar belakang ASN yang bertugas di RSAS Kota Gorontalo,” ungkap Rekzy, kepada awak media okedaily.com, Minggu (06/11).

Baca Juga : Arogansi Kepala DPMPTSP Kabupaten Sumenep Memalukan, Tidak Faham Aturan?

Ia juga menyayangkan perilaku bejat ASN nakal itu, terhadap mahasiswi yang sedang melaksanakan magang, harusnya menjadi mitra bukan menakuti.

“Sungguh sangat disayangkan, ditengah-tengah memperingati Hari Kesehatan Nasional, malah timbul kasus pelecehan seksual. Harusnya, pihak rumah sakit sebagai mitra kampus bisa memberikan rasa aman bagi rekan-rekan kami seperti Mahasiswi Profesi Ners bukan justru sebaliknya,” lanjutnya.

Baca Juga :  Gunakan Sistem SSO, KPUR Unesa Gelar Pemira 2022

Seperti diketahui, bahwa korban saat ini sedang melaksanakan Magang dan Problem Based Learning (PBL) di RSAS Kota Gorontalo sebagai salah satu syarat pada pendidikannya.

Baca Juga : Belanja Jasa Tenaga Kebersihan Pemkab Probolinggo TA 2021 Tidak Sesuai Ketentuan?

Akan tetapi, sambung Rekzy, alih-alih melaksanakan tugasnya, peristiwa tidak mengenakkan yaitu dugaan pelecehan seksual menimpa dirinya tepat pada tanggal 26 Oktober 2022 lalu.

Lebih lanjut, Presma UNG 2021 ini juga tidak henti-hentinya memberikan peringatan kepada Pemerintah Kota Gorontalo untuk segera memberikan sanksi tegas kepada terduga pelaku. Sehingga, ini akan menjadi pelajaran baginya dan setiap orang agar tidak melakukan tindakan serupa.

Baca Juga :  BEM Nusantara Jatim Peduli Lingkungan Melalui Aksi Penghijauan

“Saya dengan tegas meminta Pemerintah Kota Gorontalo untuk segera menjatuhkan sanksi yang berat kepada terduga pelaku. Sanksi berat ini, diharapkan mampu memberikan efek jera kepadanya,” tegasnya.

Baca Juga : Penyusunan LRA Pemkab Jember Belum Sepenuhnya Sesuai SAP

“Tak hanya itu, saya juga meminta kepada pihak RSAS untuk mampu memberikan rasa aman dan nyaman kepada mereka para Mahasiswi yang sedang melaksanakan Profesi Ners-nya dan Mahasiswi Keperawatan lainnya,” Tutup Rekzy.