BEM Nusantara NTT Mengecam Penggusuran Rumah dan Tindakan Represif Aparat Terhadap Masyarakat Besipae

- Editorial Team

Jumat, 28 Oktober 2022 - 23:12 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

📰 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif!

Koordinator Daerah BEM Nusantara NTT, Putra Umbu Toku Ngudang. ©Okedaily.com/Hainor Rahman

Koordinator Daerah BEM Nusantara NTT, Putra Umbu Toku Ngudang. ©Okedaily.com/Hainor Rahman

OKEDAILY, NTT – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Nusantara NTT dan beberapa aliansi organisasi menggelar aksi solidaritas Besipae (ASAB) di long march pasar inpres Kantor Gubernur dan DPRD Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat (28/10/22).

Aksi ini mengusung aspirasi masyarakat Besipae atas tindakan Pemerintah Provinsi NTT yang merampas lahan dan menggusur rumah warga.

Koordinator Daerah BEM Nusantara NTT, Putra Umbu Toku Ngudang, mengatakan tindakan Pemerintah Provinsi NTT merupakan suatu kejahatan, karena menekan serta merampas hak dan kebebasan masyarakat.

“Masyarakat butuh pendekatan yang manusiawi dan diperlakukan dengan semestinya, menggusur rumah warga berati telah menggusur harkat dan martabatnya. Tindakan itu tidak dapat dibenarkan,” ucap Korda BEM Nusantara NTT.

Baca Juga :  Pasca Aksi Demonstrasi, Wartawan dan Aktivis Menunggu Keseriusan Polres Sumenep

Ia juga menegaskan, bahwa tindakan di Besipae menandakan bahwa Pemerintah Provinsi NTT sebagai pelaku kejahatan. Pasalnya, dalam ketidakberdayaan masyarakat Besipae meratap dengan tangisan kehilangan tempat tinggalnya.

“Selaku Korda BEM Nusantara NTT, saya mengecam tindakan represif aparat satpol-PP akan penggusuran rumah masyarakat Besipae secara membabi-buta adalah tindakan yang sangat arogan dan kejahatan yang tidak kenal perikemanusiaan,” tegasnya.

Baca Juga :  Aktivis PMII Demo Mapolres Sumenep, Imam Syafi'ie : Tebang Pilih Penegakan Hukum

Menurutnya, hal tersebut akan menjadi catatan sejarah terburuk Pemerintah Provinsi NTT. Seharusnya hadir memberi pelayanan dan perlindungan terhadap segenap masyarakat Besipae, bukan malah merampas kebahagiaan mereka.

“Tindakan ini menjadi sejarah dan catatan buruk Pemprov NTT, hadir bukan untuk memberikan pelayanan dan perlindungan melainkan merampas kebahagiaan dan kenyamanan masyarakat Besipae,” tutupnya.

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel okedaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Related News

SMSI Sumenep Perkuat Barisan, Media Lokal Disiapkan Menembus Pasar Nasional
Operasi Gabungan di Sumenep Sasar Pajak Kendaraan dan Uji Kir Angkutan Barang
Opgab Disperkimhub Sumenep Sisir Kendaraan, Pajak hingga Uji Kir Jadi Perhatian
Gayam Bersiap! JJS Bapenda Hadir di Sapudi, Sepeda Listrik hingga Sembako Menanti
Kasus Dugaan Pencabulan Anak di Kangean Berlanjut, Polisi Amankan Pria Berinisial MR
Sinergitas Pusat dan Daerah Dinilai Jadi Kunci Percepatan Pembangunan di Denpasar
Hasto Ingatkan Komjen Suyudi, Polri Harus Jadi Alat Negara Bukan Alat Kekuasaan
GMNI Sumenep Kecam Dugaan Pencabulan Anak di Kangean, Desak Polisi Bertindak Tegas

Related News

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:13 WIB

SMSI Sumenep Perkuat Barisan, Media Lokal Disiapkan Menembus Pasar Nasional

Senin, 5 Oktober 2026 - 12:07 WIB

Operasi Gabungan di Sumenep Sasar Pajak Kendaraan dan Uji Kir Angkutan Barang

Senin, 5 Oktober 2026 - 12:00 WIB

Opgab Disperkimhub Sumenep Sisir Kendaraan, Pajak hingga Uji Kir Jadi Perhatian

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 12:32 WIB

Kasus Dugaan Pencabulan Anak di Kangean Berlanjut, Polisi Amankan Pria Berinisial MR

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 08:38 WIB

Sinergitas Pusat dan Daerah Dinilai Jadi Kunci Percepatan Pembangunan di Denpasar

Latest News