Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Pendidikan

BEM Nusantara NTT Mengecam Penggusuran Rumah dan Tindakan Represif Aparat Terhadap Masyarakat Besipae

Avatar of Okedaily
1
×

BEM Nusantara NTT Mengecam Penggusuran Rumah dan Tindakan Represif Aparat Terhadap Masyarakat Besipae

Sebarkan artikel ini
BEM Nusantara NTT Mengecam Penggusuran Rumah dan Tindakan Represif Aparat Terhadap Masyarakat Besipae
Koordinator Daerah BEM Nusantara NTT, Putra Umbu Toku Ngudang. ©Okedaily.com/Hainor Rahman

OKEDAILY, NTT Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Nusantara NTT dan beberapa aliansi organisasi menggelar aksi solidaritas Besipae (ASAB) di long march pasar inpres Kantor Gubernur dan DPRD Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat (28/10/22).

Aksi ini mengusung aspirasi masyarakat Besipae atas tindakan Pemerintah Provinsi NTT yang merampas lahan dan menggusur rumah warga.

Koordinator Daerah BEM Nusantara NTT, Putra Umbu Toku Ngudang, mengatakan tindakan Pemerintah Provinsi NTT merupakan suatu kejahatan, karena menekan serta merampas hak dan kebebasan masyarakat.

Baca Juga :  Adakan Sekolah Anggaran, Zia Ulhaq Menduga APBD Probolinggo Menyimpan Borok

“Masyarakat butuh pendekatan yang manusiawi dan diperlakukan dengan semestinya, menggusur rumah warga berati telah menggusur harkat dan martabatnya. Tindakan itu tidak dapat dibenarkan,” ucap Korda BEM Nusantara NTT.

Ia juga menegaskan, bahwa tindakan di Besipae menandakan bahwa Pemerintah Provinsi NTT sebagai pelaku kejahatan. Pasalnya, dalam ketidakberdayaan masyarakat Besipae meratap dengan tangisan kehilangan tempat tinggalnya.

Baca Juga :  Saatnya AWDI Sumenep Bicara

“Selaku Korda BEM Nusantara NTT, saya mengecam tindakan represif aparat satpol-PP akan penggusuran rumah masyarakat Besipae secara membabi-buta adalah tindakan yang sangat arogan dan kejahatan yang tidak kenal perikemanusiaan,” tegasnya.

Baca Juga :  PAUD Melati PGRI Tenga Meriahkan HUT RI Ke-77

Menurutnya, hal tersebut akan menjadi catatan sejarah terburuk Pemerintah Provinsi NTT. Seharusnya hadir memberi pelayanan dan perlindungan terhadap segenap masyarakat Besipae, bukan malah merampas kebahagiaan mereka.

“Tindakan ini menjadi sejarah dan catatan buruk Pemprov NTT, hadir bukan untuk memberikan pelayanan dan perlindungan melainkan merampas kebahagiaan dan kenyamanan masyarakat Besipae,” tutupnya.