Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Opini

Catatan Pilu Mahasiswa FIA Unisma

Avatar of Okedaily
18
×

Catatan Pilu Mahasiswa FIA Unisma

Sebarkan artikel ini
Catatan Pilu Mahasiswa FIA Unisma
Dok: Rofiq, Mahasiswa Fakultas Ilmu Adminitrasi Universitas Islam Malang. ©Okedaily.com

OKEDAILY.COM Mahasiswa tingkat akhir, umumnya fokus untuk mengerjakan skripsi sebagai salah satu syarat kelulusan. Mereka harus intens berkonsultasi dengan dosen pembimbing agar tugas dan tanggung jawabnya sebagai mahasiswa bisa dengan cepat diselesaikan dan tepat pada waktunya.

Wajib hukumnya bagi dosen pembimbing untuk mengayomi dan merespon para mahasiswanya yang mau bimbingan dan haram hukumnya bagi dosen yang selalu tidak merespon mahasiswa saat mau bimbingan.

Namun pada saat sekarang ini persoalan yang terjadi di Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Islam Malang (FIA Unisma), mahasiswa semester akhir yang ingin bimbingan tak kunjung tiba lantaran dosen pembimbing yang tidak mau ketemu dengan mahasiswanya atas dalih kesibukan individual.

Baca Juga :  Catatan Jurnalis Trotoar, SK Bupati Sumenep Tentang DPKS Tak Ubahnya Bungkus Kacang

Tidak mementingkan kepentingan umum, malah sibuk dengan kepentingannya sendiri, mereka tidak berpikir berapa nyawa yang mereka korbankan, berapa mahasiswa yang harus terlantar di kampus, ini merupakan dampak yang sangat buruk. Sehingga mahasiswa-mahasiswa tingkat akhir yang waktunya lulus sehingga mereka nambah semester lagi dan harus bayar lagi.

Mereka tidak memikirkan orang tua kita yang harus jungkir balik untuk mendapatkan uang untuk pembayaran kampus. Orang tua kita yang ingin melihat anaknya lulus dan berbaju toga. Tentu kami sebagai anak ingin melihat kedua orang tua kami bahagia dengan cara cepat lulus dengan tepat waktu.

Lulus dengan tepat waktu adalah merupakan kebahagiaan yang tiada tara bagi orang tua kita. “Nak, ibu dan bapak tidak minta apa-apa kepadamu, ibu hanya minta agar cepat selesaikan perkuliahan mu dan cepat lulus. Hanya itu yang kami minta nak”. Dan si anakpun menjawab “Baik ibu, bapak,” Ujarnya dengan jawaban yang sangat begitu sedih dan bercucuran air mata.

Baca Juga :  Kontroversi Data Belanja Iklan Nasional di HPN 2023, Dunia Pers Indonesia Tidak Baik-baik Saja?

Dosen pembimbing yang sangat tidak mengerti dengan keadaan mahasiswa-mahasiswanya, ketika memang tidak sanggup untuk membimbing kami, berikan kami jalan dan berikan alternatif lain agar kami bisa bimbingan, biar tugas dan tanggung jawab kami sebagai mahasiswa juga bisa tepat waktu terselesaikan.

Bukan cuman bapak/ibu yang punya kesibukan, kita juga mempunyai kesibukan masing. Maka kami mohon dengan segala hormat dan takdzim agar suara-suara kami bisa di dengarkan dan chat kami bisa di respon.

Baca Juga :  Ketidakpedulian Pemkab Lombok Tengah Terhadap Mahasiswa di Tanah Rantau

Penulis: Rofiq, Mahasiswa Fakultas Ilmu Adminitrasi Universitas Islam Malang.

Tulisan opini ini sepenuhnya merupakan tanggungjawab penulis, dan tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi media okedaily.com.

Kanal opini media okedaily.com terbuka untuk umum. Maksimal panjang naskah 4.000 karakter, atau sekitar 600 kata.

Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri anda dan nomor telepon yang bisa dihubungi. Kirim ke alamat e-mail: opini@okedaily.com.