Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Politik

Celoteh Fahri Hamzah Siap Jadi Capres, Pengamat: Lebih Cocok Jadi Cawapres Puan, Rebut Suara Pemilih Rasional

Avatar of Okedaily
×

Celoteh Fahri Hamzah Siap Jadi Capres, Pengamat: Lebih Cocok Jadi Cawapres Puan, Rebut Suara Pemilih Rasional

Sebarkan artikel ini
Celoteh Fahri Hamzah Siap Jadi Capres, Pengamat: Lebih Cocok Jadi Cawapres Puan, Rebut Suara Pemilih Rasional
Tokoh nasional, Puan Maharani dan Fahri Hamzah. ©Okedaily.com

OKEDAILY, JAKARTA Waketum Partai Gelora Indonesia, Fahri Hamzah dianggap memiliki peluang besar untuk jadi Cawapres pada 2024 mendatang. Hal ini disampaikan dalam menanggapi tersebarnya rekaman terkait dengan kesiapannya mencalonkan diri sebagai calon presiden.

Direktur Eksekutif Gerilya Institute, Subkhan Agung S, menegaskan keinginan Fahri Hamzah menjadi Capres tidak mungkin terjadi. Sebab, Partai Gelora Indonesia tidak memiliki tiket. Namun demikian, dia menilai Fahri Hamzah tetap memiliki peluang dalam Pilpres 2024 mendatang sebagai Cawapresnya Puan Maharani.

Terlebih Partai Gelora Indonesia juga memiliki mesin politik yang sudah diuji coba pada Pilkada serentak lalu, dengan mengikuti 205 perhelatan pilkada dengan mencatatkan kemenangan di 177 wilayah.

Menurut dia, komposisi Puan Maharani dan Fahri Hamzah, dinilai dapat memberikan warna tersendiri dalam kontestasi Pilpres 2024. Komposisi Nasionalis dan Agamais ini, dianggap sebagai jalan keluar di tengah terjadinya polarisasi akibat munculnya pemanfaatan politik identitas.

Kendati demikian, sekaligus juga berpeluang meraup suara pemilih rasional yang berpikir kedepan untuk mencari sosok pasangan Capres dan Cawapres yang dapat membawa Indonesia keluar dari ancaman resesi ekonomi.

Tentu saja, komposisi ini akan memperkokoh legitimasi sosok kenegarawanan Ketum PDIP, Megawati Soekarnoputri, sebagai putri Bung Karno yang mengedepankan persatuan dan kesatuan bangsa.

Karena itu, dia mengingatkan agar Megawati tidak hanya menjadikan elektoral Bacapres sebagai indikator calon yang akan diusung PDIP. Sebab, ada instrument lainnya yang dapat memperkuat peraihan perolehan suara pada perhelatan Pilpres 2024 mendatang. Salah satunya, adalah komposisi Bacapres dan Cawapres.

Baca Juga :  Kades Terpilih 2021 Dilantik, Bupati Sumenep : Jadilah Inspirator Bukan Diktator

Menurutnya, hari ini suasana politik nasional dihadapkan dengan gaya politik identitas yang bakal menggerus rasa persatuan dan kesatuan bangsa. Tentu ini tidak bagus untuk masa depan Indonesia.

Karena itu, Megawati harus berani mengambil langkah strategis untuk menyelamatkan Indonesia dari politik pecah belah. Agar rakyat dapat memilih Bacapres alternatif yang tidak ikut dalam kegiatan politik identitas.

“Rakyat hari ini, telah disuguhkan oleh para Bacapres yang sudah diidentifikasikan sebagai perwakilan kelompok-kelompok dengan identitas suku, agama dan ras (SARA) tertentu. Saya tidak melihat, ada pilihan Bacapres yang hadir dengan identitas tunggal dan pemersatu yakni identitas Indonesia. Saya yakin, jika Megawati berani menghadirkan pilihan baru yakni Bacapres dengan rasa identitas Indonesia, maka Bacapres yang bakal diusung oleh PDIP akan meraup ceruk suara rakyat yang merindukan rasa persatuan bangsa,” paparnya, Sabtu (21/01/2023).

Adapun indentitas Indonesia yang dimaksud oleh Subkhan, adalah identitas bangsa Indonesia yang diikat dengan ideologi Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika.

“Mungkin banyak dari kita yang lupa, bahwa sejak deklarasi Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928, sejatinya keragaman SARA disepakati sebagai anugerah bangsa Indonesia, dan keragaman SARA sudah tidak lagi diperdebatkan dalam identitas politik dan sendi-sendi kehidupan berbangsa serta bertanah air. Kekuatan persatuan inilah yang mengantarkan bangsa Indonesia sebagai kekuatan rakyat nasional menuju kemerdekaan bangsa Indonesia untuk membentuk sebuah negara yang diakui dunia,” jelasnya.

Baca Juga :  Kades Sabuntan : Saya Sudah Rencanakan Bangun Polindes di Pulau Sabuntan Tapi Ditolak

Komposisi Puan Maharani dan Fahri Hamzah, menurutnya, adalah komposisi ideal untuk memberangus politik identitas dalam kompetisi Pilpres 2024 mendatang.

“Politik identitas itu kan adalah cara malas elit politik dan partai politik untuk meraup suara rakyat. Mereka sengaja membuat polarisasi untuk membentuk pemilih emosional. Sebab itu, Bacapres yang disuguhkan hari ini sengaja dilekatkan pada kelompok-kelompok SARA tertentu. Saya melihat Puan Maharani adalah sosok Bacapres yang tidak dilekatkan pada kelompok identitas SARA tertentu. Begitupun dengan Fahri Hamzah yang sedang melawan politik identitas. Sehingga dengan diduetkan-nya Puan Maharani dengan Fahri Hamzah, akan mengambil ruang ceruk suara rasional pemilih,” cetusnya.

Apalagi, ia melihat PDIP punya modal tiket untuk mencalonkan Bacapres dan Bacawapres, sehingga komposisi pasangan ini dapat direalisasikan. Terlebih PDIP juga memiliki modal elektoral sebagai partai tertinggi dibandingkan partai politik lainnya, yang memungkinkan mesin PDIP dapat dipacu secara optimal sebagai penopang elektoral keberhasilan Bacapres yang bakal diusungnya.

“Begitu pun dengan Partai Gelora, walaupun ini partai baru, tapi Gelora sudah menguji coba mesin politiknya saat Pilkada serentak dari 270 wilayah, Gelora telah mengikuti 205 perhelatan Pilkada dengan mencatatkan kemenangan di 177 Wilayah,” ucapnya.

Dirinya yakin, dengan komposisi Puan Maharani dan Fahri Hamzah, akan semakin mengukuhkan jati diri PDIP sebagai partai berideologi Pancasila yang mengedepankan persatuan rakyat nasional.