Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Pemerintahan

Dinas PRKP dan Perhubungan Sumenep Akan Kawal Pembangunan Bandara di Tiga Kepulauan, Dimana Saja?

Avatar of Okedaily
×

Dinas PRKP dan Perhubungan Sumenep Akan Kawal Pembangunan Bandara di Tiga Kepulauan, Dimana Saja?

Sebarkan artikel ini
Dinas PRKP dan Perhubungan Sumenep Akan Kawal Pembangunan Bandara di Tiga Kepulauan, Dimana Saja?
Kepala Dinas PRKP dan Perhubungan Kabupaten Sumenep, Moh Jakfar. ©Okedaily.com

OKEDAILY, MADURA Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Pemukiman (PRKP) dan Perhubungan Kabupaten Sumenep, Moh. Jakfar akan mengawal pembangunan Bandara di tiga Kepulauan Sumenep, agar segera terealisasi.

Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Moh. Jakfar saat ngobrol santai bersama awak media. Menjelang purna tugas menjadi Kadis PRKP dan Perhubungan, ia diminta Bupati Sumenep Achmad Fauzi untuk bekerja secara maksimal.

Maka dari itu dirinya akan mengawal rencana pembangunan Bandara di tiga lokasi yakni Bandara Masalembu, Bandara Arjasa dan Bandara Sapeken tepatnya di Pulau Saur.

Baca Juga :  Arif Raih Reward SAKIP Predikat Terbaik Pemerintah Daerah Sumenep, Ini Harapan Wabup Eva

“Selama ini Bandara yang ada di Pulau Pagerungan itu pinjam ke pihak perusahaan Migas. Dalam hal itu tanpa ada sewa-menyewa tetapi setiap tiga tahun sekali ijinnya harus diperpanjang ke Kementrian Perhubungan,” tutur Jakfar, Selasa (14/2).

Adapun Bandara yang ada di Pulau Saur itu merupakan peninggalan Pertamina, dan akan dikeraskan kembali agar bisa didarati Perintis Susi Air, sehingga pemerintah Kabupaten Sumenep tidak lagi pinjam landasan ke Pagerungan.

“Karena kedepannya, landasan yang ada di Pulau Saur itu akan dipersiapkan untuk perpindahan Wisatawan Manca Negara dari Bali ke Pulau Wisatawan Sumenep,” ujar Jakfar.

Baca Juga :  Bupati Sumenep Raih Penghargaan Ketahanan Pangan Jatim 2023

Ia juga menyebut, pihaknya telah mengusulkan ke Kementerian Keuangan RI, Sri Mulyani agar Buleleng Bali dan Sapeken di bangun Dermaga feri. Hal itu bertujuan supaya arus angkutan ikan yang memiliki nilai ekonomis tinggi, menjadi lancar dikirim ke Bali karena ikan tersebut diekspor melalui Bandara Ngurah Rai Bali.

“Pastinya, jika transportasi ikan lancar perekonomian Masyarakat kepulauan akan terangkat, tetapi jika tidak lancar akan berpengaruh terhadap perekonomian Masyarakat sehingga harga ikan akan turun,” tutup Jakfar.