Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Regional

Dinsos Sumenep Telat Ambil, Bantuan Pangan ASN Pemprov Jatim Berkutu

Avatar of Okedaily
36
×

Dinsos Sumenep Telat Ambil, Bantuan Pangan ASN Pemprov Jatim Berkutu

Sebarkan artikel ini
Dinsos Sumenep Telat Ambil, Bantuan Pangan ASN Pemprov Jatim Berkutu
Nampak bertumpuk karungan beras Bantuan Pangan ASN Pemprov Jatim di Aula Dinsos Sumenep. (c)okedaily.com

Sumenep – Dalam rangka membantu pengentasan kemiskinan ekstrim pada Kabupaten Prioritas di Jawa Timur. Bantuan Pangan ASN Pemprov Jatim pun digulirkan.

Penerimaan Bantuan Pangan ASN Pemprov Jatim untuk masyarakat di 5 kabupaten di Jawa Timur dengan tingkat kemiskinan ekstrim, diberikan dalam bentuk beras sebanyak 8 ton per kabupaten.

Adapun penyaluran Bantuan Pangan ASN Pemprov Jatim, akan diberikan sebagai bantalan bagi 125 desa pilot projek pengentasan kemiskinan ekstrem. Dimana satu kecamatan masing-masing 5 desa untuk mewujudkan zero kemiskinan di 38 kabupaten/kota se-Jawa Timur.

Kabupaten Sumenep menjadi salah satu kabupaten dengan kemiskinan ekstrim, tentu saja turut menjadi sasaran penerima Bantuan Pangan ASN Pemprov Jatim yang disalurkan melalui BPBD Provinsi Jatim.

Dinsos Sumenep Telat Ambil, Bantuan Pangan ASN Pemprov Jatim Berkutu
Asmuni, aktivis sosial di Kota Keris. (c)okedaily.com

Namun, berdasarkan hasil temuan Asmuni, aktivis sosial di Kota Keris. Kualitas beras Bantuan Pangan ASN Pemprov Jatim yang disalurkan ke Sumenep, dipertanyakan karena banyaknya kutu di setiap kemasan beras 5kg tersebut.

“Secara tidak sengaja tadi, saya berpapasan dengan pickup pengangkut beras bantuan itu yang sedang parkir di dekat Stadion A. Yani. Setelah saya amati dari dekat, dalam tiap karung ada banyak kutu berjalan,” ujarnya melalui telepon, Rabu (12/01).

Menurut informasi yang diterima Asmuni, beras Bantuan Pangan ASN Pemprov Jatim yang diragukan mutunya itu tersimpan di Kantor Dinas Sosial Kabupaten Sumenep.

“Silahkan cek langsung ke Dinsos mas. Sebentar lagi saya juga akan menuju kesana,” ungkapnya.

Okedaily.com kemudian bersepakat untuk bertemu dengan Asmuni di Kantor Dinas Sosial Kabupaten Sumenep yang beralamat di Jl. Asoka No.10, Lingkungan Dhalem, Pajagalan, Kota Sumenep, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur.

Baca Juga :  Giliran Relawan Jokowi Laporkan Tanah Uruk Haji Asis

Tiba di Kantor Dinsos Sumenep saat jam istirahat bagi pegawai, sempat membuat kami berdua kesulitan mendapatkan keterangan terkait beras Bantuan Pangan ASN Pemprov Jatim yang diduga bermutu jelek tersebut.

Kesempatan pun datang, ketika ada salah satu pegawai Dinsos Sumenep yang lepas istirahat memberikan petunjuk bahwasanya, beras Bantuan Pangan ASN Pemprov Jatim disimpan di aula kantor yang berada di gedung sebelah Utara.

Baca Juga :  Kapolres Langkat Peduli Warga Terdampak Banjir, Mukthi Halwi : Saya Sangat Mengapresiasi

Benar saja, di aula Dinsos Sumenep itu terlihat masih bertumpuk karungan beras Bantuan Pangan ASN Pemprov Jatim, yang belum juga disalurkan kepada masyarakat miskin penerima manfaat.

“Waduh, kok masih numpuk beras bantuannya. Sepertinya Dinsos Sumenep tidak sigap melayani masyarakat miskin di Sumenep,” ketus Asmuni saat melihat tumpukan beras dalam karung.

Kemudian, didapatkan nama Hairil, sebagai pegawai yang bertanggung jawab terhadap beras Bantuan Pangan ASN Pemprov Jatim yang tertumpuk di aula Kantor Dinsos Sumenep. Tetapi disayangkan yang bersangkutan enggan berkomentar.

“Langsung ke Pak H. Masuni Plt Kadis Sosial saja mas, biar lebih pas. Saya khawatir keliru menjelaskan,” ucap Hairil kepada awak media saat hendak diwawancarai.

Mengingat Bantuan Pangan ASN Pemprov Jatim bagi masyarakat miskin di Sumenep tersebut terjadi di masa Moh. Iksan, maka Okedaily.com mencoba menghubunginya. Lantas tersadar, jika nomor awak media diblokir pejabat yang kini menjabat Kadis Disparbudpora Sumenep itu.

Lebih jauh, Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Jawa Timur, yang dimintakan tanggapannya terkait beras berkutu pada Bantuan Pangan ASN Pemprov Jatim untuk Sumenep menyampaikan.

“Permasalahan beras berkutu dikarenakan Kabupaten Sumenep tidak segera mengambil beras ke UPT Dinas Pertanian Provinsi Jatim di Lebo Sidoarjo,” tegas Gubernur Jatim.

“Beras ready di gudang UPT Dinas Pertanian Lebo sejak tanggal 15 November 2021. BPBD Provinsi Jatim telah diminta oleh Pak Sekdaprov untuk berkoordinasi dan telah bersuratan resmi dengan kabupaten penerima, agar dapat mengambil beras tersebut,” jelasnya.

Tetapi, kata Khofifah, hingga tanggal 30 Desember 2021 belum juga diambil beras Bantuan Pangan ASN Pemprov Jatim tersebut. Akhirnya, BPBD Provinsi Jatim mengirimkan sendiri pada tanggal 31 Desember 2021 dan diterima di Gudang Dinsos Kabupaten Sumenep.

“OPD di Kabupaten Sumenep (BPBD dan Dinsos) pada intinya tidak mau dibebani tanggung jawab tersebut. Sehingga terlambat dalam penerimaan yang menyebabkan beras Bantuan Pangan ASN Pemprov Jatim berkutu,” tutup Khofifah.