DPC AWDI Sumenep Mulai Menggebrak, Soroti Proyek Aspal DGEM di Kepulauan

- Editorial Team

Senin, 13 Desember 2021 - 02:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

M. Rakib, Ketua DPC AWDI Kabupaten Sumenep, Menyoroti Soal Kualitas Proyek Aspal DGEM di Kepulauan Sumenep.

M. Rakib, Ketua DPC AWDI Kabupaten Sumenep, Menyoroti Soal Kualitas Proyek Aspal DGEM di Kepulauan Sumenep.

Sumenep – Dewan Pimpinan Cabang Asosiasi Wartawan Demokrasi Indonesia atau disingkat DPC AWDI Sumenep, yang baru saja dikukuhkan, Sabtu (11/12) kemarin, langsung memulai gebrakan.

Hal pertama yang menjadi fokus perhatian DPC AWDI Sumenep adalah proyek pengaspalan di sejumlah titik di Kepulauan Sumenep yang menggunakan aspal emulsi atau yang lebih dikenal dengan sebutan Aspal DGEM yang disinyalir telah merugikan anggaran daerah Kota Keris.

Menurut keterangan dari M. Rakib Ketua DPC AWDI Sumenep, kepada Okedaily.com, Minggu (12/12). Dirinya menerima banyak keluhan dari masyarakat Kepulauan Sumenep yang daerahnya menjadi lokasi proyek Aspal DGEM.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Beberapa hari terakhir ramai pesan WhatsApp masuk ke saya dari masyarakat Pulau Sapudi yang mengeluh atas kualitas Aspal DGEM di daerahnya. Mereka meminta agar kami (AWDI Sumenep, red) bisa ikut mensuarakan buruknya hasil pekerjaan pengaspalan tersebut,” ungkap M. Rakib.

M. Rakib mengaku terkejut dengan hasil pekerjaan pengaspalan di wilayah Pulau Sapudi. Harusnya, kata M. Rakib, apabila Aspal DGEM yang digunakan bermutu baik, mempunyai kualitas hampir setara Aspal Hot Mix dengan biaya konstruksi jalan lebih murah dan lebih ekonomis.

Baca Juga :  Gonta-ganti Kapolres, Tambang Galian C Ilegal di Sumenep Tak Kunjung Tuntas
Aspal DGEM Pulau Raas
Proyek Aspal DGEM di Pulau Ra’as

“Tetapi dari beberapa dokumentasi yang saya terima, kualitas hasil pekerjaan Aspal DGEM oleh pihak kontraktor pelaksana, sangat sangat mengecewakan kalau tidak mau dibilang buruk,” sesal M. Rakib.

Kemudian, M. Rakib menjelaskan, biasanya dari hasil pengaspalan menggunakan Aspal DGEM didapat permukaan yang rapat, kedap air dan memiliki nilai struktural. Dan juga bertujuan memperpanjang umur jalan.

“Namun, yang terjadi pada Aspal DGEM proyek pemeliharaan berkala Jalan Gayam-Tarebung yang berlokasi di Desa Kalowang, Kecamatan Gayam, Pulau Sapudi, Sumenep, berbanding terbalik. Hasil pengaspalan seperti menggunakan pasir, diguyur musim penghujan saya jamin akan rontok dan memerlukan perawatan kembali tahun depan” paparnya.

Ketua DPC AWDI Sumenep itu kemudian menyampaikan bahwasanya beberapa orang dari organisasi yang dipimpinnya akan terjun langsung ke lokasi-lokasi dimana hasil pekerjaan menggunakan Aspal DGEM dikeluhkan.

Baca Juga :  Lions Club Medan Heppy dan Lions Club Distrik 307 A2 Serahkan Tali Asih Pada Penderita Hidrosefalus

Apalagi, ujar M. Rakib, sempat terjadi insiden pengusiran terhadap seorang kotributor salah satu media yang hendak melakukan peliputan proyek pemeliharaan berkala Jalan Gayam-Tarebung tersebut.

“Kenapa wartawan yang mau meliput proyek tersebut sampai diusir oleh pihak pelaksana di lapangan. Kalau memang pekerjaan yang dilakukan tidak ada masalah, seharusnya diperkenankan lah wartawan melakukan peliputan,” pintanya.

Dirinya juga mengingatkan, kerja jurnalistik dilindungi oleh Undang-Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999. Bentuk pengusiran terhadap wartawan, kata M. Rakib, sudah termasuk upaya menghalangi peliputan dan bisa dipidana.

Baca Juga :  Hasan Basri: Pemkab Bisa Inisiasi Lahirnya Omnibus Law

Seperti diketahui, perlakuan tak menyenangkan terjadi pada Zam kontributor salah satu media, pada Jum’at (3/12) lalu. Bermula saat, hendak melakukan liputan terkait Proyek Pemeliharaan Berkala Jalan Gayam-Tarebung, Sapudi yang menggunakan aspal DGEM.

“Ketika hendak ambil gambar dan video. Saya dilarang. Padahal saya sudah bilang ada perintah liputan dari Kepala Biro Kempalan Sumenep,” cerita Zam seperti dilansir media Kempalan.

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel okedaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Related News

SOP Baru Produk Hukum Sumenep: Menata Prosedur, Menjaga Kepastian Hukum
Nama Anggota DPR RI Masuk Desil 4, Dinsos Toraja Utara Beri Penjelasan
Korban Salah Data, Ibu Sumaina Masih Bernafas Tapi Negara Mencatatnya Mati
Gus Kikin, Bos Migas Terpilih Jadi Ketum PBNU: Saat Kepemimpinan NU Bersinggungan dengan Kekayaan Energi
Gonta-ganti Kapolres, Tambang Galian C Ilegal di Sumenep Tak Kunjung Tuntas
Merdeka di Tiang Bendera, Kapan di Perut Rakyat?
Menolak Wacana Sumenep Kepulauan, GMNI Nyekar ke Makam Para Pahlawan
Fakta Baru Sindikat Motor dan Mobil Bodong di Pulau Sapudi, Polisi Cari Aman?

Related News

Kamis, 10 September 2026 - 17:57 WIB

SOP Baru Produk Hukum Sumenep: Menata Prosedur, Menjaga Kepastian Hukum

Sabtu, 5 September 2026 - 14:14 WIB

Korban Salah Data, Ibu Sumaina Masih Bernafas Tapi Negara Mencatatnya Mati

Rabu, 2 September 2026 - 10:37 WIB

Gus Kikin, Bos Migas Terpilih Jadi Ketum PBNU: Saat Kepemimpinan NU Bersinggungan dengan Kekayaan Energi

Senin, 31 Agustus 2026 - 19:56 WIB

Gonta-ganti Kapolres, Tambang Galian C Ilegal di Sumenep Tak Kunjung Tuntas

Selasa, 18 Agustus 2026 - 09:38 WIB

Merdeka di Tiang Bendera, Kapan di Perut Rakyat?

Latest News

Fero Feriyanto, salah satu figur muda yang mulai diperbincangkan masyarakat menjelang dinamika Pilkades Gayam 2027. ®okedaily.com

Politik

Fero Feriyanto, Figur Muda dan Harapan Baru Desa Gayam

Jumat, 11 Sep 2026 - 13:54 WIB