Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Sosial Budaya

Gempar Sebut Selama Satu Tahun Kepemimpinan Bupati Fauzi Gagal

Avatar of Okedaily
15
×

Gempar Sebut Selama Satu Tahun Kepemimpinan Bupati Fauzi Gagal

Sebarkan artikel ini
Gempar Sebut Selama Satu Tahun Kepemimpinan Bupati Fauzi Gagal
Muhammad Nur, Korlap Aksi Gerakan Mahasiswa Ekstra Parlemen Saat Unjuk Rasa Menagih Janji Bupati Sumenep. ©al-Hakiki

SUMENEP – Kantor Pemerintahan Daerah Sumenep, Jawa Timur, dikepung oleh sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Ekstra Parlemen atau yang singkat Gempar, Selasa (22/2).

Sebanyak puluhan mahasiswa tersebut datang melakukan demontrasi untuk menagih 8 Janji Politik Bupati dan Wakil Bupati Sumenep saat sebelum menjabat.

Korlap Aksi, Muhammad Nur menyampaikan, selama satu tahun perjalanan Bupati dan Wakil Bupati Sumenep (Ahmad Fauzi – Dewi Khalifah) dinilai masih sangat amburadul sehingga belum betul-betul dirasakan oleh masyarakat.

“Pemerataan pembangunan antara daratan dan kepulauan, apa yang terjadi satu tahun terakhir belum dinyatakan berhasil dirasakan oleh masyarakat,” teriaknya pada demo yang ditujukan kepada Bupati dan Wakil Bupati Sumenep.

Bukan hanya infrastruktur, Muhammad Nur juga menyinggung penyaluran insentif guru ngaji yang masih disinyalir penuh dengan problem, bahkan jauh dari kata apa yang menjadi jargon Bupati dan Wakil Bupati Sumenep yakni “Bismillah Melayani”.

“Kami minta Bupati Sumenep untuk menyampaikan apa yang sebenarnya terjadi dilingkungan Pemkab Sumenep,” pintanya.

Selain itu, dirinya juga meminta agar Bupati Fauzi menyampaikan output dari pelatihan Wirausaha Santri yang dikemas dengan pesantren entrepreneur muda yang bahkan menghabiskan anggaran miliaran rupiah.

Baca Juga :  Aksi Copot Baju Bukti Pemkab Sumenep Lucuti Identitasnya

Namun, sampai saat ini belum jelas apa dampaknya terhadap Kabupaten Sumenep. “Jangan sampai program Santri enterprenuer muda hanya menjadi kegiatan formalitas saja, untuk menghabiskan anggaran negara miliaran,” tegasnya.

“Sampai saat ini belum ada satupun produk unggulan yang dihasilkan dari program tersebut, bahkan belum ada peningkatan ekonomi yang nampak,” lanjutnya.

Selama ini, Muhammad Nur mengaku hanya mendapatkan kekecewaan, ia menyesali kenapa Bupati Fauzi sangat enggan untuk menemui mahasiswa dan melakukan diskusi serta berargumentasi.

Baca Juga :  Horas! Peringatan Hari Ulos Nasional 2021, Melestarikan Budaya Indonesia

Padahal kata dia, pihaknya datang untuk menemui Bupati Fauzi, mewakili masyarakat dalam menyampaikan aspirasinya. “Jangan sampai ini dibiarkan untuk berlarut larut salama masa kepemimpinannya,” imbuhnya.

Tidak hanya itu, orator aksi juga menuding 8 Janji Politik yang digadangkan Bupati Fauzi dan hanya dijadikan sebagai rayuan, untuk mengelabui masyarakat agar memilihnya menjadi Kepala Daerah Kota Keris selama lima tahun.

“Kami menganggap perjalanan Bupati Sumenep telah gagal dalam menjalankan amanah rakyat,” pungkasnya.

Gempar Sebut Selama Satu Tahun Kepemimpinan Bupati Fauzi Gagal

Dalam demontrasi tersebut, sejumlah Mahasiswa membawa beberapa poster dengan bertuliskan :

  •  “Kami Butuh Bukti Bukan Janji”
  •  “20 % Pertama Saya Gagal, 80% Apalagi
  •  “8 Janji Politik Amburadul

Selama Mahasiswa melakukan Unras, ratusan personil Polres Sumenep digerakkan untuk melakukan proses pengamanan demi menjaga kondusifitas berlangsungnya aksi tersebut.

Baca Juga :  DPP Sapma PKN Mengadakan Tali Asih ke Panti Asuhan

Aksi tersebut bubar dengan sendirinya lantaran Mahasiswa kecewa tidak ditemui oleh Bupati Fauzi, dengan alasan sedang menjalankan tugas dinas keluar kota.

Berikut 8 janji Politik program unggulan yang diusung Bupati Sumenep :

  1. Penguatan kompetensi, peningkatan kesejahteraan guru sekolah dan Madrasah Diniyah serta Program Beasiswa.
  2. Peningkatan kualitas standar pelayanan dan pembangunan kesehatan dasar.
  3. Mencetak Wirausaha Santri dan kalangan muda di era 4.0.
  4. Pengembangan ekonomi kawasan dan percepatan ekonomi berbasis desa tematik.
  5. Mewujudkan kawasan Wisata Madura (Visit Madura) dan pengembangan ekonomi kreatif.
  6. Tata kelola pemerintahan yang bersih dan profesional (smart city).
  7. Peningkatan penanganan masalah sosial dengan semangat gotong royong..
  8. Peningkatan infrastruktur dan moda transportasi kepulauan.