Gempar Sebut Selama Satu Tahun Kepemimpinan Bupati Fauzi Gagal

- Editorial Team

Selasa, 22 Februari 2022 - 11:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Muhammad Nur, Korlap Aksi Gerakan Mahasiswa Ekstra Parlemen Saat Unjuk Rasa Menagih Janji Bupati Sumenep. ©al-Hakiki

Muhammad Nur, Korlap Aksi Gerakan Mahasiswa Ekstra Parlemen Saat Unjuk Rasa Menagih Janji Bupati Sumenep. ©al-Hakiki

SUMENEP – Kantor Pemerintahan Daerah Sumenep, Jawa Timur, dikepung oleh sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Ekstra Parlemen atau yang singkat Gempar, Selasa (22/2).

Sebanyak puluhan mahasiswa tersebut datang melakukan demontrasi untuk menagih 8 Janji Politik Bupati dan Wakil Bupati Sumenep saat sebelum menjabat.

Korlap Aksi, Muhammad Nur menyampaikan, selama satu tahun perjalanan Bupati dan Wakil Bupati Sumenep (Ahmad Fauzi – Dewi Khalifah) dinilai masih sangat amburadul sehingga belum betul-betul dirasakan oleh masyarakat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Pemerataan pembangunan antara daratan dan kepulauan, apa yang terjadi satu tahun terakhir belum dinyatakan berhasil dirasakan oleh masyarakat,” teriaknya pada demo yang ditujukan kepada Bupati dan Wakil Bupati Sumenep.

Bukan hanya infrastruktur, Muhammad Nur juga menyinggung penyaluran insentif guru ngaji yang masih disinyalir penuh dengan problem, bahkan jauh dari kata apa yang menjadi jargon Bupati dan Wakil Bupati Sumenep yakni “Bismillah Melayani”.

“Kami minta Bupati Sumenep untuk menyampaikan apa yang sebenarnya terjadi dilingkungan Pemkab Sumenep,” pintanya.

Selain itu, dirinya juga meminta agar Bupati Fauzi menyampaikan output dari pelatihan Wirausaha Santri yang dikemas dengan pesantren entrepreneur muda yang bahkan menghabiskan anggaran miliaran rupiah.

Baca Juga :  PSPS Sumenep Gandeng Komunitas RX-King Bagikan Ratusan Takjil Gratis

Namun, sampai saat ini belum jelas apa dampaknya terhadap Kabupaten Sumenep. “Jangan sampai program Santri enterprenuer muda hanya menjadi kegiatan formalitas saja, untuk menghabiskan anggaran negara miliaran,” tegasnya.

“Sampai saat ini belum ada satupun produk unggulan yang dihasilkan dari program tersebut, bahkan belum ada peningkatan ekonomi yang nampak,” lanjutnya.

Selama ini, Muhammad Nur mengaku hanya mendapatkan kekecewaan, ia menyesali kenapa Bupati Fauzi sangat enggan untuk menemui mahasiswa dan melakukan diskusi serta berargumentasi.

Baca Juga :  Lembaga Pemerhati Kebijakan Publik Apresiasi Walikota Medan Dalam Percepatan Pembangunan

Padahal kata dia, pihaknya datang untuk menemui Bupati Fauzi, mewakili masyarakat dalam menyampaikan aspirasinya. “Jangan sampai ini dibiarkan untuk berlarut larut salama masa kepemimpinannya,” imbuhnya.

Tidak hanya itu, orator aksi juga menuding 8 Janji Politik yang digadangkan Bupati Fauzi dan hanya dijadikan sebagai rayuan, untuk mengelabui masyarakat agar memilihnya menjadi Kepala Daerah Kota Keris selama lima tahun.

“Kami menganggap perjalanan Bupati Sumenep telah gagal dalam menjalankan amanah rakyat,” pungkasnya.

Gempar Sebut Selama Satu Tahun Kepemimpinan Bupati Fauzi Gagal

Dalam demontrasi tersebut, sejumlah Mahasiswa membawa beberapa poster dengan bertuliskan :

  •  “Kami Butuh Bukti Bukan Janji”
  •  “20 % Pertama Saya Gagal, 80% Apalagi“
  •  “8 Janji Politik Amburadul“

Selama Mahasiswa melakukan Unras, ratusan personil Polres Sumenep digerakkan untuk melakukan proses pengamanan demi menjaga kondusifitas berlangsungnya aksi tersebut.

Baca Juga :  Masjid Al-Ikhlas Gelar Sholat Jumat Perdana, Al-Habib Ali : Tempat Terbaik Menurut Allah

Aksi tersebut bubar dengan sendirinya lantaran Mahasiswa kecewa tidak ditemui oleh Bupati Fauzi, dengan alasan sedang menjalankan tugas dinas keluar kota.

Berikut 8 janji Politik program unggulan yang diusung Bupati Sumenep :

  1. Penguatan kompetensi, peningkatan kesejahteraan guru sekolah dan Madrasah Diniyah serta Program Beasiswa.
  2. Peningkatan kualitas standar pelayanan dan pembangunan kesehatan dasar.
  3. Mencetak Wirausaha Santri dan kalangan muda di era 4.0.
  4. Pengembangan ekonomi kawasan dan percepatan ekonomi berbasis desa tematik.
  5. Mewujudkan kawasan Wisata Madura (Visit Madura) dan pengembangan ekonomi kreatif.
  6. Tata kelola pemerintahan yang bersih dan profesional (smart city).
  7. Peningkatan penanganan masalah sosial dengan semangat gotong royong..
  8. Peningkatan infrastruktur dan moda transportasi kepulauan.
Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel okedaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Related News

Semarak HUT ke-81 RI, 26 Lembaga Pendidikan di Gayam Ikuti Carnaval Bertema Daur Ulang
Filosofi Stand Bappeda Sumenep di Madura Culture Fest #4: Merawat Budaya, Merancang Masa Depan
Ribuan Warga Tumpah Ruah Ikuti JJS di Gayam, Puluhan Doorprize Bikin Suasana Makin Meriah
MPLS Ramah SMPN 1 Nonggunong, Murid Baru Disambut Semangat Kebersamaan
MPLS Berbasis Karakter, Binar Squad Ajak Siswa Belajar Bela Negara di Markas TNI
Tambang Galian C Ancam Asta Tinggi, Ansor Jatim Desak Penutupan Permanen
Sambut Akreditasi 2026, RSUD Moh Anwar Gelar Lomba Kesiapan Ruangan
Pakasa Bali Gelar Diskusi Budaya dan Ekonomi, Zulfikar Wijaya: Bali Rumah Bersama yang Harus Dijaga

Related News

Minggu, 30 Agustus 2026 - 16:23 WIB

Semarak HUT ke-81 RI, 26 Lembaga Pendidikan di Gayam Ikuti Carnaval Bertema Daur Ulang

Jumat, 28 Agustus 2026 - 08:11 WIB

Filosofi Stand Bappeda Sumenep di Madura Culture Fest #4: Merawat Budaya, Merancang Masa Depan

Minggu, 23 Agustus 2026 - 07:28 WIB

Ribuan Warga Tumpah Ruah Ikuti JJS di Gayam, Puluhan Doorprize Bikin Suasana Makin Meriah

Selasa, 14 Juli 2026 - 21:32 WIB

MPLS Ramah SMPN 1 Nonggunong, Murid Baru Disambut Semangat Kebersamaan

Selasa, 14 Juli 2026 - 13:44 WIB

MPLS Berbasis Karakter, Binar Squad Ajak Siswa Belajar Bela Negara di Markas TNI

Latest News