Guru Non Muslim di MTs Al-Maarif Jimbaran, Made : Perbedaan Bukanlah Sebuah Ancaman

- Editorial Team

Senin, 14 November 2022 - 14:46 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

📰 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif!

I Made Begawasi, guru yang beragama Hindu di MTs Al Ma'arif. ©Okedaily.com/Wandy Halona

I Made Begawasi, guru yang beragama Hindu di MTs Al Ma'arif. ©Okedaily.com/Wandy Halona

OKEDAILY, BALI – Pada umumnya, sekolah agama akan diisi oleh murid dan guru-guru yang seiman. Namun di Bali, sekolah Islam tidak jarang kita temui guru non Muslim. Salah satunya Madrasah Tsanawiyah Al-Ma’arif Jimbaran, Kuta Selatan, Kabupaten Badung.

Madrasah Tsanawiyah (MTs) Al Ma’arif sendiri berada dibawah naungan Lembaga Al-Ma’arif, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Badung.

Adalah I Made Begawasi, sebagai salah satu guru yang beragama Hindu di MTs Al Ma’arif. Ia merasa betah dan nyaman mengajar. Bahkan dirinya sudah sekitar 11 tahun mengabdi di sekolah Muslim itu.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Baca Juga : Catatan Maksum Zuhdi : Politik Jungkir Balik

Walaupun dirinya berada dilingkungan sekolah Muslim, namun Made tidak merasa mendapatkan sikap yang berbeda. Justru kebersamaan dan saling menghargai yang dirasakannya.

Baca Juga :  Pelayanan Prima Dukcapil Gayam Sasar Siswa SMA Layak KTP

“Misal ketika acara buka puasa bersama bulan Ramdhan, saya sering ikut nimbrung bersama,” akunya saat ditemui okedaily.com di MTs Al-Ma’arif, Senin (14/11).

Sebaliknya, ketika Made merayakan hari raya agamanya seperti Galungan dan Kuningan, guru dan para siswa biasa memberi ucapan kepadanya.

Baca Juga : Kodim 0826 Pamekasan Laksanakan Program TNI-AD Manunggal Air, Ternyata Ini Targetnya

“Selamat Galungan dan Kuningan, Pak,” terangnya memberi contoh.

Made meyakini, perbedaan bukanlah sebuah ancaman, melainkan sebuah keindahan agar saling menghargai dan dijaga.

Guru Non Muslim di MTs Al-Maarif Jimbaran, Made : Perbedaan Bukanlah Sebuah Ancaman
Kepala Sekolah MTs Al-Ma’arif Jimbaran, Siska Anggraini. ©Okedaily.com/Wandy Halona

Pada kesempatan yang sama, Kepala MTs Al-Ma’arif, Siska Anggraini beralasan semua manusia pada prinsipnya memiliki hak untuk mengajar atau menjadi guru selama memiliki kompetensi yang bisa dipertanggung jawabkan.

Baca Juga :  Bupati Sampang Resmikan Jalan Lingkar Selatan, Diberi Nama Pahlawan Nasional

Selain itu, dengan adanya guru non Muslim sebagai edukasi langsung kepada para siswa tentang toleransi. “Jadi kita (MTs Al-Ma’arif, red) tidak hanya teori mengajarkan toleransi dan kerukunan, tapi langsung praktek,” ujar Siska.

Baca Juga : Bawaslu Sumenep Gelar Sosialisasi Pengawasan Partisipatif, Sekedar Gugur Kewajiban?

Menurut Siska, Made saat ini mengajar bahasa Bali. Sebelumnya, pernah mengajar bahasa Inggris. Ia bukanlah satu-satunya guru non Muslim yang pernah mengajar di MTs Al-Ma’arif.

“Sebelum-sebelumnya ada Pak Nyoman Adi, Gede Erik, Bu Made Dewi, Bu Taman. Alhamdulillah lancar-lancar saja, dan dulu ada yang ngajar olahraga juga,” ungkap Siska Kepala Sekolah MTs Al Ma’arif.

Baca Juga :  Setelah Dikukuhkan Sebagai Presma Unisma, Begini Kata Rifky

Selain memberikan edukasi secara langsung kepada para siswa, MTs Al-Ma’arif juga memiliki program rutin hari Jum’at, yakni berbagi makanan ke masyarakat dengan turun langsung tanpa melihat latar belakangnya.

Guru Non Muslim di MTs Al-Maarif Jimbaran, Made : Perbedaan Bukanlah Sebuah Ancaman
Abrar Daniswara Putra Kelas IX A MTs Al-Maarif. ©Okedaily.com/Wandy Halona

Sementara itu, Abrar Daniswara Putra Kelas IX A, menyebut program Jum’at berbagi. Lebih lanjut terangnya, uang yang dibelanjakan makanan untuk berbagi adalah hasil infaq para siswa.

Baca Juga : Arogansi Kepala DPMPTSP Kabupaten Sumenep Memalukan, Tidak Faham Aturan?

“Mohon do’a dan dukungannya, semoga MTs Al-Ma’arif dapat melahirkan siswa-siswa yang produktif dan berbakti,” harap Abrar.

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel okedaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Related News

Dugaan Kejanggalan Penyidikan Kasus DF, Prosedur Hukum Polisi Disoal
Kasus Saling Lapor di Polsek Nonggunong Disorot, Diduga Ada Permainan?
Perkuat Pengentasan Kemiskinan, Sumenep Dorong Perlindungan Sosial dan Kemandirian Ekonomi
Badrul Aini Desak Bupati Sumenep Dan Gubernur Jatim Bersuara: Jangan Samakan Sapeken Dengan Daratan Jawa!
SMSI Sumenep Perkuat Barisan, Media Lokal Disiapkan Menembus Pasar Nasional
Operasi Gabungan di Sumenep Sasar Pajak Kendaraan dan Uji Kir Angkutan Barang
Opgab Disperkimhub Sumenep Sisir Kendaraan, Pajak hingga Uji Kir Jadi Perhatian
Gayam Bersiap! JJS Bapenda Hadir di Sapudi, Sepeda Listrik hingga Sembako Menanti

Related News

Minggu, 1 November 2026 - 23:44 WIB

Dugaan Kejanggalan Penyidikan Kasus DF, Prosedur Hukum Polisi Disoal

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:14 WIB

Kasus Saling Lapor di Polsek Nonggunong Disorot, Diduga Ada Permainan?

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:30 WIB

Perkuat Pengentasan Kemiskinan, Sumenep Dorong Perlindungan Sosial dan Kemandirian Ekonomi

Senin, 19 Oktober 2026 - 16:27 WIB

Badrul Aini Desak Bupati Sumenep Dan Gubernur Jatim Bersuara: Jangan Samakan Sapeken Dengan Daratan Jawa!

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:13 WIB

SMSI Sumenep Perkuat Barisan, Media Lokal Disiapkan Menembus Pasar Nasional

Latest News

Majlis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama Gayam Bersama Banom Gelar Istighasah Hari Santri Nasional Tahun 2026

Sosial Agama

Istighasah Kebangsaan MWC NU Gayam Peringati HSN 2026

Rabu, 21 Okt 2026 - 21:12 WIB