Guru Non Muslim di MTs Al-Maarif Jimbaran, Made : Perbedaan Bukanlah Sebuah Ancaman

- Redaksi

Senin, 14 November 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

I Made Begawasi, guru yang beragama Hindu di MTs Al Ma'arif. ©Okedaily.com/Wandy Halona

I Made Begawasi, guru yang beragama Hindu di MTs Al Ma'arif. ©Okedaily.com/Wandy Halona

OKEDAILY, BALI Pada umumnya, sekolah agama akan diisi oleh murid dan guru-guru yang seiman. Namun di Bali, sekolah Islam tidak jarang kita temui guru non Muslim. Salah satunya Madrasah Tsanawiyah Al-Ma’arif Jimbaran, Kuta Selatan, Kabupaten Badung.

Madrasah Tsanawiyah (MTs) Al Ma’arif sendiri berada dibawah naungan Lembaga Al-Ma’arif, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Badung.

Adalah I Made Begawasi, sebagai salah satu guru yang beragama Hindu di MTs Al Ma’arif. Ia merasa betah dan nyaman mengajar. Bahkan dirinya sudah sekitar 11 tahun mengabdi di sekolah Muslim itu.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Baca Juga : Catatan Maksum Zuhdi : Politik Jungkir Balik

Walaupun dirinya berada dilingkungan sekolah Muslim, namun Made tidak merasa mendapatkan sikap yang berbeda. Justru kebersamaan dan saling menghargai yang dirasakannya.

Baca Juga :  Gapoktan Absen pada Temu Ramah dan Apresiasi Petani Sumenep 2025, Ada Apa?

“Misal ketika acara buka puasa bersama bulan Ramdhan, saya sering ikut nimbrung bersama,” akunya saat ditemui okedaily.com di MTs Al-Ma’arif, Senin (14/11).

Sebaliknya, ketika Made merayakan hari raya agamanya seperti Galungan dan Kuningan, guru dan para siswa biasa memberi ucapan kepadanya.

Baca Juga : Kodim 0826 Pamekasan Laksanakan Program TNI-AD Manunggal Air, Ternyata Ini Targetnya

“Selamat Galungan dan Kuningan, Pak,” terangnya memberi contoh.

Made meyakini, perbedaan bukanlah sebuah ancaman, melainkan sebuah keindahan agar saling menghargai dan dijaga.

Guru Non Muslim di MTs Al-Maarif Jimbaran, Made : Perbedaan Bukanlah Sebuah Ancaman
Kepala Sekolah MTs Al-Ma’arif Jimbaran, Siska Anggraini. ©Okedaily.com/Wandy Halona

Pada kesempatan yang sama, Kepala MTs Al-Ma’arif, Siska Anggraini beralasan semua manusia pada prinsipnya memiliki hak untuk mengajar atau menjadi guru selama memiliki kompetensi yang bisa dipertanggung jawabkan.

Baca Juga :  Presiden Jokowi Meresmikan Kawasan Suci Besakih dan TPST Kesiman Kertalangu di Bali

Selain itu, dengan adanya guru non Muslim sebagai edukasi langsung kepada para siswa tentang toleransi. “Jadi kita (MTs Al-Ma’arif, red) tidak hanya teori mengajarkan toleransi dan kerukunan, tapi langsung praktek,” ujar Siska.

Baca Juga : Bawaslu Sumenep Gelar Sosialisasi Pengawasan Partisipatif, Sekedar Gugur Kewajiban?

Menurut Siska, Made saat ini mengajar bahasa Bali. Sebelumnya, pernah mengajar bahasa Inggris. Ia bukanlah satu-satunya guru non Muslim yang pernah mengajar di MTs Al-Ma’arif.

“Sebelum-sebelumnya ada Pak Nyoman Adi, Gede Erik, Bu Made Dewi, Bu Taman. Alhamdulillah lancar-lancar saja, dan dulu ada yang ngajar olahraga juga,” ungkap Siska Kepala Sekolah MTs Al Ma’arif.

Baca Juga :  Tak Henti Berinovasi, RSUD Moh Anwar Sumenep Buka Depo Farmasi Rawat Jalan 2

Selain memberikan edukasi secara langsung kepada para siswa, MTs Al-Ma’arif juga memiliki program rutin hari Jum’at, yakni berbagi makanan ke masyarakat dengan turun langsung tanpa melihat latar belakangnya.

Guru Non Muslim di MTs Al-Maarif Jimbaran, Made : Perbedaan Bukanlah Sebuah Ancaman
Abrar Daniswara Putra Kelas IX A MTs Al-Maarif. ©Okedaily.com/Wandy Halona

Sementara itu, Abrar Daniswara Putra Kelas IX A, menyebut program Jum’at berbagi. Lebih lanjut terangnya, uang yang dibelanjakan makanan untuk berbagi adalah hasil infaq para siswa.

Baca Juga : Arogansi Kepala DPMPTSP Kabupaten Sumenep Memalukan, Tidak Faham Aturan?

“Mohon do’a dan dukungannya, semoga MTs Al-Ma’arif dapat melahirkan siswa-siswa yang produktif dan berbakti,” harap Abrar.

Facebook Comments Box

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel okedaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

FKM UIN Sumut Gelar Pelatihan dan Sertifikasi Mitigasi Risiko
SMSI Dukung Asosiasi Dosen Indonesia Perjuangkan Kelayakan Gaji
Rakor PPM 2026, Bupati Wongsojudo Dorong Pembangunan Tepat Sasaran di Kepulauan
Wabup Imam Ajak Masyarakat Bersatu Bangun Generasi Unggul di Kota Keris
Bupati Wongsojudo Dorong Digitalisasi PAD, Perkuat Pemetaan Pajak dan Retribusi
Wabup Imam: Jemaah Haji Jaga Fisik dan Mental Selama di Tanah Suci
SMK Negeri 2 Seririt Meriahkan HUT ke-19 dengan Lomba dan Baksos
Perkuat Budaya Sadar Hukum, Pemprov Jatim dan Pemkab Sumenep Gelar Penyuluhan

Berita Terkait

Rabu, 3 Juni 2026 - 12:33 WIB

FKM UIN Sumut Gelar Pelatihan dan Sertifikasi Mitigasi Risiko

Jumat, 29 Mei 2026 - 16:19 WIB

SMSI Dukung Asosiasi Dosen Indonesia Perjuangkan Kelayakan Gaji

Kamis, 21 Mei 2026 - 23:31 WIB

Rakor PPM 2026, Bupati Wongsojudo Dorong Pembangunan Tepat Sasaran di Kepulauan

Rabu, 20 Mei 2026 - 23:24 WIB

Wabup Imam Ajak Masyarakat Bersatu Bangun Generasi Unggul di Kota Keris

Selasa, 19 Mei 2026 - 23:16 WIB

Bupati Wongsojudo Dorong Digitalisasi PAD, Perkuat Pemetaan Pajak dan Retribusi

Berita Terbaru

Dok. Fauzi As. ©Okedaily.com

Kopini

Catatan Fauzi AS: Penjahat Bernama Prabowo

Jumat, 12 Jun 2026 - 16:10 WIB