Hasan Basri: Pemkab Bisa Inisiasi Lahirnya Omnibus Law

- Editorial Team

Selasa, 23 April 2024 - 13:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Bagian Hukum Sekretariat Daerah Kabupaten Kabupaten Sumenep, Hizbul Wathan, S.H., M.H. ©Okedaily.com/Ist

Kepala Bagian Hukum Sekretariat Daerah Kabupaten Kabupaten Sumenep, Hizbul Wathan, S.H., M.H. ©Okedaily.com/Ist

SUMENEP, OKEDAILY Pasca berlakunya Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2022 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan, Pemerintah Kabupaten Sumenep melalui Bagian Hukum Sekretaris Daerah Sumenep akan melakukan upaya penataan regulasi berdasarkan ketentuan yang diatur dalam Perundang-undangan yakni Omnibus Law.

Hal tersebut disampaikan Kepala Bagian Hukum Sekretariat Daerah Kabupaten Kabupaten Sumenep, Hizbul Wathan, S.H., M.H. bahwa dalam metode Omnibus Law ini merupakan pembentukan Peraturan Daerah yang memuat materi baru.

“Mengubah materi muatan yang memiliki keterkaitan dan/atau kebutuhan hukum yang diatur dalam berbagai produk hukum daerah yang jenis hierarkinya sama mencabut produk hukum daerah yang jenis dan hierarkinya sama pula,” katanya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Baca Juga :  DPRD Sumenep Mulai Agenda 2026, Apa Saja?

Adapun terkait Propemperda ini, sambungnya, akan ditekankan pada kebutuhan hukum yang sesuai dengan kondisi masyarakat, dalam kajiannya nanti tentu berdasarkan kewenangan yang diberikan kepada daerah agar menjadi prioritas. Setelah itu, upaya yang dilakukan adalah inventarisasi produk hukum daerah.

“Dimana kami akan melakukan melihat kembali produk hukum yang tidak atau sudah tidak sesuai lagi dengan perkembangan hukum dan masyarakat untuk dilakukan perubahan atau pencabutan, lalu berikutnya yaitu mengelompokkan produk hukum di daerah berdasarkan perumusan pemerintahan dan menghindari penyusunan produk hukum daerah yang sifatnya parsial,” tandasnya.

Hasan Basri: Pemkab Bisa Inisiasi Lahirnya Omnibus Law
Kepala Bagian Persidangan dan Perundang-undangan Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumenep, Hasan Basri, SH. ©Okedaily.com/Bang_dJ

Sementara itu, Kepala Bagian atau Kabag Persidangan dan Perundang-undangan Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumenep, Hasan Basri, SH. menanggapi upaya Pemerintah Daerah Kabupaten Sumenep yang akan melakukan upaya penataan regulasi.

Baca Juga :  DPRD Sumenep Gelar Paripurna Penyampaian Hasil Pansus LKPJ Bupati Sumenep dan Reses

“Ada dua hal pokok yang bisa dilakukan untuk membenahi regulasi kita di Sumenep,” kata Hasan sapaan akrabnya, saat ditemui di ruang kerjanya pada Selasa, 23 April 2024.

Yang pertama, Bapemperda itu bisa melaksanakan atau menginventarisir Perda yang sudah out of date, artinya perda-perda lama yang dikira sudah tidak sesuai dengan kondisi sekarang. Menurutnya, hal tersebut bisa diinventarisir misal di bidang pertanian, bidang pendidikan, bidang kesehatan yang sudah tidak sesuai dengan aturan terbaru.

“Jadi Bapemperda memang tugasnya itu melakukan inventarisir tehadap perda-perda yang kiranya sudah tidak sesuai dengan kebutuhan jaman sekarang, terutama ketika ada peraturan baru atau regulasi baru,” jelasnya.

Baca Juga :  Menjaga Tradisi, Pemkab Sumenep Gelar Lomba Karapan Kambing

Kemudian yang kedua, setelah Bapemperda berhasil menginventarisir Perda-perda lama yang sudah tidak relevan itu maka, sambung Hasan, juga bisa membuat perundang-undangan semacam Omnibus Law seperti yang disampaikan Kabag Hukum Sekretariat Daerah Kabupaten Sumenep sebelumnya.

Ia pun memaparkan contoh lain di bidang perizinan dan retribusi, Pemkab Sumenep bisa menginisiasi lahirnya Omnibus Law bidang retribusi dan bidang perpajakan, sehingga tidak terpisah dalam bentuk Perda berbeda tetapi mengumpul menjadi satu Perda itu lebih efektif.

“Tapi ini butuh kajian mendalam juga. Karena Sumenep kan baru pertama. Jadi kalau dua hal itu bisa dilakukan, saya kira penataan penyusunan regulasi di Sumenep akan lebih bagus,” tutupnya.

Baca Juga :  KPK Cekal 4 Pimpinan DPRD Jatim, Bakal Seret Kontraktor Kesohor Sumenep?
Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel okedaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Related News

Merdeka di Tiang Bendera, Kapan di Perut Rakyat?
Menolak Wacana Sumenep Kepulauan, GMNI Nyekar ke Makam Para Pahlawan
Fakta Baru Sindikat Motor dan Mobil Bodong di Pulau Sapudi, Polisi Cari Aman?
Mata Siber dan Srikandi Jaga Desa di Garis Depan Program Presiden Prabowo
Tata Kelola BPRS Bhakti Sumekar Dalam Bahaya, Ada Intervensi Bupati Sumenep?
Menjaga Marwah Bank Daerah, Tanggung Jawab Bupati Sumenep Tak Bisa Dihindari
Kredit Berbasis Kedekatan di BPRS Bhakti Sumekar, Langgar Regulasi Perbankan?
LABHI Bali dan Berdikari Law Office Lawan Dugaan Kriminalisasi Kakanwil BPN Bali I Made Daging

Related News

Selasa, 18 Agustus 2026 - 09:38 WIB

Merdeka di Tiang Bendera, Kapan di Perut Rakyat?

Selasa, 11 Agustus 2026 - 12:46 WIB

Menolak Wacana Sumenep Kepulauan, GMNI Nyekar ke Makam Para Pahlawan

Kamis, 6 Agustus 2026 - 11:46 WIB

Fakta Baru Sindikat Motor dan Mobil Bodong di Pulau Sapudi, Polisi Cari Aman?

Sabtu, 4 Juli 2026 - 07:51 WIB

Mata Siber dan Srikandi Jaga Desa di Garis Depan Program Presiden Prabowo

Minggu, 8 Maret 2026 - 19:31 WIB

Tata Kelola BPRS Bhakti Sumekar Dalam Bahaya, Ada Intervensi Bupati Sumenep?

Latest News

Sejumlah nelayan Pulau Sapudi duduk bersama. Mereka tampak serius berdiskusi. Ekspresi wajah khawatir dan cemas terlihat. Suasana menggambarkan keresahan warga terkait proyek MS2-2 Medco Energi. ®okedaily.com [Hasan Al-Hakiki]

Ekonomi Bisnis

MS2-2 Medco Energi, Nelayan Pulau Sapudi Dicuekin?

Selasa, 25 Agu 2026 - 10:40 WIB

Mochlis Al-bath, Tokoh Pemuda Sholawat Juruan Daya. ®okedaily.com

Kopini

Maulid Nabi dan Transformasi Nilai-nilai Profetik

Selasa, 25 Agu 2026 - 10:30 WIB

Antusias pengunjung pada momen Gebyar Paud Gayam, menjadi berkah bagi UMKM setempat. ®okedaily.com [Foto: Hasan Al-Hakiki]

Nasional

Gebyar PAUD Gayam Meledak, Bazar UMKM Diserbu Pengunjung

Minggu, 23 Agu 2026 - 10:10 WIB