Okedaily.com, Sumenep – Terkait polemik bangunan polindes dari gedek bambu Desa Sabuntan, Kecamatan Sapeken Kabupaten Sumenep, Madura. Kepala Desa Sabuntan, Ahmad Rasyid, mengaku sudah melakukan perencanaan penganggaran pada Tahun 2018.
Namun menurut dia, upaya baik kehadiran dirinya ditolak oleh Masyarakat Pulau Sabuntan, dirinya pun mengaku sudah lama tidak mengunjungi Pulau tersebut karena tidak diperkenankan oleh Masyarakat.
“Saya kan tidak tahu kondisinya Pulau Sabuntan sekarang, soalnya saya tidak diperbolehkan datang kesana,” ujarnya pada saat dihubungi via telepone, Rabu, (3/11).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Awalnya, dia menjelaskan bahwa sebelum dirinya ditolak untuk datang ke Pulau Sabuntan, dirinya mengaku sempat berencana untuk memindahkan lokasi polindes ke wilayah perkampungan. Karena menurut dia, tempat polindes yang sekarang dinilai kurang baik dan berada di bibir pantai.
“Ketika air pasang itu naik ke pemukiman, bukan hanya polindes, tapi rumah penduduk juga tergenang air,” katanya.
Selanjutnya, ia menerangkan, bahwa polindes tersebut merupakan bangunan desa dan tanggung jawab desa, sehingga dirinya berupaya untuk memindahkan polindes tersebut ke perkampungan alias bukan lagi di bibir pantai.
“Saya sudah akan merehab, dan menyuruh bangunan yang sekarang sebagai penginapan saja, namun sebagian masyarakat menolak gara-gara pilkades itu,” imbuhnya.
Akhirnya, karena dari masyarakatnya yang memang tidak mau terhadap dirinya, dia mengaku saat ini polindes itu dibangun di Sepangkur Kecil dengan ukuran 7 x 14.
Kemudian, merespon adanya bangunan polindes yang sebelumnya viral diberita dan dikatakan hanya berukuran 4 x 4 meter, Kades Sabuntan membantah.
Kata dia, bangunan tersebut tidak sesempit itu, bahkan menurut pengakuan dia dari hasil tinjauannya bangunan polindes tersebut berukuran 6×7 meter.
“Sebenarnya lumayan besar, cuma kondisinya tidak memungkinkan,” tukasnya.
Tidak hanya itu, dirinya juga meminta agar bangunan kantor balai desa lama yang ada di Pulau Sabuntan, untuk dijadikan sebagai ruangan Medis.

Dari hasil pantauan media, terlihat juga tulisan penolakan masyarakat yang ditempel di Balai Desa lama Pulau Sabuntan.
“Kami masyarakat Pulau Sabuntan menolak Ahmad Rasyid sebagai Kepala Desa Sabuntan,” bunyi tulisan yang terpampang di dinding balai tersebut.
Pada pemberitaan okedaily.com sebelumnya, Zaini selaku perawat di Pulau Sabuntan itu, mengungkapkan bahwa dirinya memperbaiki bangunan polindes tersebut menggunakan anggaran pribadi.
“Saya membuat ruang bersalin sendiri dengan bangunan seadanya walaupun terbuat dari asbes,” katanya.
Sebab kata dia, dari berbagai permasalahan yang dialami dalam pelaksanaan kegiatan polindes, seperti polindes di pulau Sabuntan belum berperan optimal dalam melaksanakan fungsinya.
“Akibat kurangnya peralatan di polindes yang dianggap masih belum memadai. Selain itu pula, akibat dari tempat pelayanan di polindes belum layak,” sambungnya.





![Kepala BKPSDM Kabupaten Sumenep Ir. Benny Irawan, S.T., M.T. memberikan tanggapan resmi terkait penempatan pejabat administrator di lingkungan RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep. ®okedaily.com [Foto: Istimewa]](https://okedaily.com/wp-content/uploads/2026/09/IMG_20260919_143703-225x129.jpg?v=1789907045)
![dr. Hj. Erliyati, M.Kes., ditunjuk sebagai Plt. Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Kabupaten Sumenep. ®okedaily.com [Foto: Istimewa]](https://okedaily.com/wp-content/uploads/2026/09/IMG_20260920_172234-225x129.jpg?v=1789900382)
![Ketua HKTI Bali, De Gadjah menegaskan ketahanan pangan harus dimulai dari petani, diperkuat koperasi dan bermuara pada gizi rakyat. ®okedaily.com [Foto: Dok. Ansor Bali]](https://okedaily.com/wp-content/uploads/2026/09/IMG_20260920_082704-225x129.jpg?v=1789869057)
![Seorang warga Pulau Sapudi menjadi korban pembacokan sepulang ziarah, dan kini ditangani aparat kepolisian. ©okedaily.com [Foto: Ilustrasi]](https://okedaily.com/wp-content/uploads/2026/09/IMG-20260920-WA0023-225x129.jpg?v=1789867034)
![Peserta antusias ikuti pelatihan konten kreator dari Yayasan De Gadjah, Folago dan TikTok untuk UMKM dan Gen Z di Bali. ®okedaily.com [Foto: Istimewa]](https://okedaily.com/wp-content/uploads/2026/09/IMG_20260920_071233-225x129.jpg?v=1789865553)
![KH. Yayan Bunyamin menegaskan ketahanan pangan bukan sekadar program bagi Ansor, tapi teladan Rasulullah SAW. ®okedaily.com [Foto: Dok. GP Ansor Bali]](https://okedaily.com/wp-content/uploads/2026/09/IMG_20260919_193823-225x129.jpg?v=1789822308)


![Ketua PW GP Ansor Bali menegaskan bahwa kaderisasi adalah nyawa organisasi dalam sebuah agenda kaderisasi di Bali. ®okedaily.com [Foto: Dok. GP Ansor Bali]](https://okedaily.com/wp-content/uploads/2026/09/IMG_20260919_193843-360x200.jpg?v=1789821895)
![Simbol Kebanggaan, Rektor Prof. Nurhayati, menyerahkan bendera kepada Dekan FKM UINSU. Penyerahan ini menjadi simbol semangat dan komitmen fakultas. ®okedaily.com [Foto: Kael Harahap]](https://okedaily.com/wp-content/uploads/2026/09/IMG_20260907_194012-360x200.jpg?v=1788785678)
![Mendikdasmen RI, Abdul Mu’ti, memberikan arahan dalam Rapat Koordinasi Daerah Revitalisasi Sekolah di Hotel Grand Sahid Jaya, Jl. Jenderal Sudirman. ®okedaily.com [foto: smsi jatim]](https://okedaily.com/wp-content/uploads/2026/09/IMG_20260905_183054-360x200.jpg?v=1788611300)
![Tim visitator Unhas meninjau langsung pelaksanaan PPK Ormawa 2026 tim cara’de di Desa Tinggimae. ®okedaily.com [foto: istimewa]](https://okedaily.com/wp-content/uploads/2026/08/IMG_20260826_183343-360x200.jpg?v=1787744048)
![Tank Oreng Center Go To School di MI Khairul Jadid, Desa Pancor, Kecamatan Gayam, Kabupaten Sumenep. ®okedaily.com [Foto: Hasan Al-Hakiki]](https://okedaily.com/wp-content/uploads/2026/08/IMG_20260818_112205-360x200.jpg?v=1787026997)
