Kades Sabuntan : Saya Sudah Rencanakan Bangun Polindes di Pulau Sabuntan Tapi Ditolak

- Editorial Team

Rabu, 3 November 2021 - 18:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ahmad Rasyid Kepala Desa Sabuntan [okedaily.com / Al-hakiki]

Ahmad Rasyid Kepala Desa Sabuntan [okedaily.com / Al-hakiki]

Okedaily.com, Sumenep – Terkait polemik bangunan polindes dari gedek bambu Desa Sabuntan, Kecamatan Sapeken Kabupaten Sumenep, Madura. Kepala Desa Sabuntan, Ahmad Rasyid, mengaku sudah melakukan perencanaan penganggaran pada Tahun 2018.

Namun menurut dia, upaya baik kehadiran dirinya ditolak oleh Masyarakat Pulau Sabuntan, dirinya pun mengaku sudah lama tidak mengunjungi Pulau tersebut karena tidak diperkenankan oleh Masyarakat.

“Saya kan tidak tahu kondisinya Pulau Sabuntan sekarang, soalnya saya tidak diperbolehkan datang kesana,” ujarnya pada saat dihubungi via telepone, Rabu, (3/11).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Awalnya, dia menjelaskan bahwa sebelum dirinya ditolak untuk datang ke Pulau Sabuntan, dirinya mengaku sempat berencana untuk memindahkan lokasi polindes ke wilayah perkampungan. Karena menurut dia, tempat polindes yang sekarang dinilai kurang baik dan berada di bibir pantai.

Baca Juga :  Ketua DPRD Sumenep Soroti Program MBG, Siap Sidak Dapur SPPG

“Ketika air pasang itu naik ke pemukiman, bukan hanya polindes, tapi rumah penduduk juga tergenang air,” katanya.

Selanjutnya, ia menerangkan, bahwa polindes tersebut merupakan bangunan desa dan tanggung jawab desa, sehingga dirinya berupaya untuk memindahkan polindes tersebut ke perkampungan alias bukan lagi di bibir pantai.

“Saya sudah akan merehab, dan menyuruh bangunan yang sekarang sebagai penginapan saja, namun sebagian masyarakat menolak gara-gara pilkades itu,” imbuhnya.

Akhirnya, karena dari masyarakatnya yang memang tidak mau terhadap dirinya, dia mengaku saat ini polindes itu dibangun di Sepangkur Kecil dengan ukuran 7 x 14.

Baca Juga :  De Gadjah: Kualitas Caleg Perempuan Lebih Penting dari Sekadar Kuota

Kemudian, merespon adanya bangunan polindes yang sebelumnya viral diberita dan dikatakan hanya berukuran 4 x 4 meter, Kades Sabuntan membantah.

Kata dia, bangunan tersebut tidak sesempit itu, bahkan menurut pengakuan dia dari hasil tinjauannya bangunan polindes tersebut berukuran 6×7 meter.

“Sebenarnya lumayan besar, cuma kondisinya tidak memungkinkan,” tukasnya.

Tidak hanya itu, dirinya juga meminta agar bangunan kantor balai desa lama yang ada di Pulau Sabuntan, untuk dijadikan sebagai ruangan Medis.

Kades Sabuntan : Saya Sudah Rencanakan Bangun Polindes di Pulau Sabuntan Tapi Ditolak

Dari hasil pantauan media, terlihat juga tulisan penolakan masyarakat yang ditempel di Balai Desa lama Pulau Sabuntan.

“Kami masyarakat Pulau Sabuntan menolak Ahmad Rasyid sebagai Kepala Desa Sabuntan,” bunyi tulisan yang terpampang di dinding balai tersebut.

Baca Juga :  Berangkat dari Konsultan Pembangunan, Affandi Siap Menuju Pancor Sejahtera

Pada pemberitaan okedaily.com sebelumnya, Zaini selaku perawat di Pulau Sabuntan itu, mengungkapkan bahwa dirinya memperbaiki bangunan polindes tersebut menggunakan anggaran pribadi.

“Saya membuat ruang bersalin sendiri dengan bangunan seadanya walaupun terbuat dari asbes,” katanya.

Sebab kata dia, dari berbagai permasalahan yang dialami dalam pelaksanaan kegiatan polindes, seperti polindes di pulau Sabuntan belum berperan optimal dalam melaksanakan fungsinya.

“Akibat kurangnya peralatan di polindes yang dianggap masih belum memadai. Selain itu pula, akibat dari tempat pelayanan di polindes belum layak,” sambungnya.

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel okedaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Related News

Gus Yoga Ungkap Sejumlah Program Prabowo yang Dinilai Menjawab Kebutuhan Masyarakat
Fero Feriyanto, Figur Muda dan Harapan Baru Desa Gayam
Libatkan Warga, Pemdes Gunggung Susun RKPDes 2027 dan Rencana 2028 Lewat Musdes
Dasco Siap Mundur Jika RUU Perampasan Aset Tak Disahkan pada Desember 2026
Tanam Tembakau atau Rugi? Bupati Sumenep Beri Pesan Penting untuk Petani
Perubahan Anggaran 2026, DPRD Sumenep: Jangan Lupakan Rakyat
Bawaslu Denpasar Jalin Silaturahmi dengan Gerindra Denpasar, Gus Yoga: Perkuat Sinergi Wujudkan Pemilu Berintegritas
Sosok Dermawan Edi Kuswanto Jadi Harapan Baru Warga Lembung Timur di Pilkades 2029

Related News

Senin, 14 September 2026 - 19:52 WIB

Gus Yoga Ungkap Sejumlah Program Prabowo yang Dinilai Menjawab Kebutuhan Masyarakat

Jumat, 11 September 2026 - 13:54 WIB

Fero Feriyanto, Figur Muda dan Harapan Baru Desa Gayam

Kamis, 3 September 2026 - 18:56 WIB

Libatkan Warga, Pemdes Gunggung Susun RKPDes 2027 dan Rencana 2028 Lewat Musdes

Kamis, 27 Agustus 2026 - 18:12 WIB

Dasco Siap Mundur Jika RUU Perampasan Aset Tak Disahkan pada Desember 2026

Minggu, 16 Agustus 2026 - 16:13 WIB

Tanam Tembakau atau Rugi? Bupati Sumenep Beri Pesan Penting untuk Petani

Latest News

Seorang warga Pulau Sapudi menjadi korban pembacokan sepulang ziarah, dan kini ditangani aparat kepolisian. ©okedaily.com [Foto: Ilustrasi]

Nasional

Pulang Ziarah, Warga Pulau Sapudi Dibacok Orang Tak Dikenal

Minggu, 20 Sep 2026 - 08:24 WIB