Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Politik

Kades Sabuntan : Saya Sudah Rencanakan Bangun Polindes di Pulau Sabuntan Tapi Ditolak

Avatar of Okedaily
×

Kades Sabuntan : Saya Sudah Rencanakan Bangun Polindes di Pulau Sabuntan Tapi Ditolak

Sebarkan artikel ini
Kades Sabuntan : Saya Sudah Rencanakan Bangun Polindes di Pulau Sabuntan Tapi Ditolak
Ahmad Rasyid Kepala Desa Sabuntan [okedaily.com / Al-hakiki]

Okedaily.com, Sumenep – Terkait polemik bangunan polindes dari gedek bambu Desa Sabuntan, Kecamatan Sapeken Kabupaten Sumenep, Madura. Kepala Desa Sabuntan, Ahmad Rasyid, mengaku sudah melakukan perencanaan penganggaran pada Tahun 2018.

Namun menurut dia, upaya baik kehadiran dirinya ditolak oleh Masyarakat Pulau Sabuntan, dirinya pun mengaku sudah lama tidak mengunjungi Pulau tersebut karena tidak diperkenankan oleh Masyarakat.

“Saya kan tidak tahu kondisinya Pulau Sabuntan sekarang, soalnya saya tidak diperbolehkan datang kesana,” ujarnya pada saat dihubungi via telepone, Rabu, (3/11).

Awalnya, dia menjelaskan bahwa sebelum dirinya ditolak untuk datang ke Pulau Sabuntan, dirinya mengaku sempat berencana untuk memindahkan lokasi polindes ke wilayah perkampungan. Karena menurut dia, tempat polindes yang sekarang dinilai kurang baik dan berada di bibir pantai.

“Ketika air pasang itu naik ke pemukiman, bukan hanya polindes, tapi rumah penduduk juga tergenang air,” katanya.

Baca Juga :  Jika Diperlukan, PPP Siapkan Bantuan Hukum untuk Bupati Bogor Ade Yasin

Selanjutnya, ia menerangkan, bahwa polindes tersebut merupakan bangunan desa dan tanggung jawab desa, sehingga dirinya berupaya untuk memindahkan polindes tersebut ke perkampungan alias bukan lagi di bibir pantai.

“Saya sudah akan merehab, dan menyuruh bangunan yang sekarang sebagai penginapan saja, namun sebagian masyarakat menolak gara-gara pilkades itu,” imbuhnya.

Akhirnya, karena dari masyarakatnya yang memang tidak mau terhadap dirinya, dia mengaku saat ini polindes itu dibangun di Sepangkur Kecil dengan ukuran 7 x 14.

Kemudian, merespon adanya bangunan polindes yang sebelumnya viral diberita dan dikatakan hanya berukuran 4 x 4 meter, Kades Sabuntan membantah.

Kata dia, bangunan tersebut tidak sesempit itu, bahkan menurut pengakuan dia dari hasil tinjauannya bangunan polindes tersebut berukuran 6×7 meter.

“Sebenarnya lumayan besar, cuma kondisinya tidak memungkinkan,” tukasnya.

Tidak hanya itu, dirinya juga meminta agar bangunan kantor balai desa lama yang ada di Pulau Sabuntan, untuk dijadikan sebagai ruangan Medis.

Baca Juga :  Keakraban Pertemuan Prabowo Bersama Anak dan Menantu Jokowi, Gus Yoga : Prabowo Sosok Pemimpin Pemersatu

Kades Sabuntan : Saya Sudah Rencanakan Bangun Polindes di Pulau Sabuntan Tapi Ditolak

Dari hasil pantauan media, terlihat juga tulisan penolakan masyarakat yang ditempel di Balai Desa lama Pulau Sabuntan.

“Kami masyarakat Pulau Sabuntan menolak Ahmad Rasyid sebagai Kepala Desa Sabuntan,” bunyi tulisan yang terpampang di dinding balai tersebut.

Pada pemberitaan okedaily.com sebelumnya, Zaini selaku perawat di Pulau Sabuntan itu, mengungkapkan bahwa dirinya memperbaiki bangunan polindes tersebut menggunakan anggaran pribadi.

“Saya membuat ruang bersalin sendiri dengan bangunan seadanya walaupun terbuat dari asbes,” katanya.

Sebab kata dia, dari berbagai permasalahan yang dialami dalam pelaksanaan kegiatan polindes, seperti polindes di pulau Sabuntan belum berperan optimal dalam melaksanakan fungsinya.

“Akibat kurangnya peralatan di polindes yang dianggap masih belum memadai. Selain itu pula, akibat dari tempat pelayanan di polindes belum layak,” sambungnya.