Kasus Penganiayaan Wartawan di Sumenep, Ketum Wakomindo Pusat Ingatkan Tiga Kekuatan Pers

- Editorial Team

Sabtu, 1 April 2023 - 01:26 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

📰 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif!

Ketua DPW AWDI Jatim, Gatot Irawan (kiri) menyatukan persepsi terkait kekerasan Pers di Sumenep bersama Ketum Wakomindo Pusat, Dedik Sugianto (kanan). ©Okedaily.com/Ist

Ketua DPW AWDI Jatim, Gatot Irawan (kiri) menyatukan persepsi terkait kekerasan Pers di Sumenep bersama Ketum Wakomindo Pusat, Dedik Sugianto (kanan). ©Okedaily.com/Ist

OKEDAILY, JATIM – Kasus Penganiayaan dan ancaman pembunuhan terhadap Wartawan Sumenep yang menimpa anggota Organsiasi Pers AWDI (Asosiasi Wartawan Demokrasi Indonesia), pada Minggu (26/3/2023), menuai kecaman keras dari berbagai elemen.

Peristiwa tersebut dilakukan oleh mantan Kades dan Kades Batuampar, Kecamatan Guluk-Guluk, Kabupaten Sumenep. Membuat wartawan dan aktivis mendesak Polres Sumenep segera menangkap para pelaku. Desakan itu dilakukan dengan cara melakukan aksi demontrasi di depan Mapolres Sumenep, Kamis (30/3/2023).

Dalam tuntutannya, peserta aksi yang berjumlah ratusan orang yang terdiri dari Wartawan dan aktivis Kota Keris, meminta Kapolres Sumenep AKBP Edo Satya Kentriko, S.H., S.I.K., M.H., dan jajarannya segera mengamankan para pelaku.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Baca Juga :  Bupati Sampang Resmikan Jalan Lingkar Selatan, Diberi Nama Pahlawan Nasional

Menyikapi permasalahan tersebut, pada Jumat (31/3/2023), Ketua umum Wakomindo (Wartawan Kompetensi Indonesia), Dedik Sugianto, dan Ketua DPW AWDI Provinsi Jawa Timur, Gatot Irawan melakukan pertemuan.

Adapun hasil dari pertemuan itu, ialah memaksimalkan tiga kekuatan organisasi pers dan media dalam menyikapi peristiwa yang diduga melanggar Undang-undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, dan tindak pidana percobaan pembunuhan sesuai pasal 338 Jo Pasal 53 ayat (3) KUHPidana.

Hal itu disampaikan Dedik dan Gatot seusai pertemuan di Kantor Wakomindo Pusat, Jl. Kedung Anyar 7/50 Surabaya. Dalam perkara ini, kata Dedik, ada tiga kekuatan yang harus dimaksimalkan oleh organisasi pers dan media, yakni pendampingan hukum, aksi wartawan, dan publikasi.

Baca Juga :  Berkas Kasus Dugaan Tindak Pidana Penipuan Masih Dicari?

“Beberapa organisasi bergabung, dengan kekuatan anggota terdiri dari wartawan dan media berjumlah ratusan, bahkan ribuan membuat pemberitaan secara serentak, sehingga menjadi viral dan jadi isu nasional,” ujar Dedik.

Sedangkan yang kedua, sambungnya, berkumpul dan bersatu menggelar aksi demontrasi damai untuk menyerukan agar pihak kepolisian segera menangani perkara ini dengan cepat. Dan yang ketiga yakni pendampingan hukum dalam perkara ini adalah pelaporan ke kepolisian, dan itu sudah dilakukan oleh korban.

“Jika dalam perkembangan laporan itu, apabila pihak Polres Sumenep terkesan lamban dalam menangani perkara, pihak kuasa hukum organisasi pers ataupun media bisa melaporkan ke Propam Mabes Polri,” terangnya.

Baca Juga :  PKM Universitas Yudharta Pasuruan, laksanakan Pemberdayaan Kelompok Wanita Tani (KWT) Melalui Pengolahan Jagung Berbasis “Less Waste”

Pada kesempatan itu Dedik juga menghimbau, jika melakukan aksi lagi sebaiknya dilakukan di pemangku hukum Provinsi Jawa Timur yakni Polda Jatim, untuk tidak memberikan ruang Polres Sumenep kongkalikong dengan para pelaku.

“Demo di Polda akan terdengar kencang, tujuannya agar ada atensi dari Kapolri, Komisi III DPR RI, dan semua orang mengetahui ada peristiwa penganiayaan yang dialami wartawan dalam menjalankan tugas Jurnalistik,” tukasnya.

Dedik menerangkan tiga kekuatan itu akan dilakukan apabila Polres Sumenep tidak cepat bertindak dalam perkara ini.

Baca Juga :  Diusulkan Jadi Cawapres, Gibran Dapat Gelorakan Generasi Muda Hadapi Stagnasi Demokrasi

“Respon positif ditunjukan oleh Kapolres Sumenep, ketika saya kirim pesan whatsapp untuk dapat melakukan atensi terhadap kasus penganiayaan terhadap wartawan. Dia menjawab bahwa pihaknya sudah menjelaskan secara tertutup kepada perwakilan wartawan yang hadir saat demo kemarin terkait perkara ini,” tutur Dedik.

Dedik berpikiran positif dalam perkara ini, bahwa Polres Sumenep akan menjadi Polisi Presisi. “Dibawah Komando Kapolres Sumenep yang sekarang, pasti mampu melaksanakan tugasnya secara cepat dan tepat, responsif, humanis, transparan, bertanggungjawab, serta berkeadilan,” tandas Dedik.

Sementara itu, Gatot Irawan menyampaikan bahwa salah satu korban merupakan anggota DPC AWDI Sumenep, sehingga dilakukan koordinasi dengan Ketum DPP AWDI Pusat yang memantau langsung dan berkomunikasi dengan Kapolres Sumenep, yang intinya menghimbau agar proses hukum segera dilakukan dengan cepat, agar tidak berimbas secara nasional.

Baca Juga :  Rekomendasi Ketua DPRD Sumenep Disorot Hingga Saksi Mahkota

Gatot panggilan akrabnya, selaku Pimpinan Redaksi Media Panjinasional yang juga menjabat Bendahara Wakomindo Pusat, sudah berkoordinasi dengan Biro Hukum DPC AWDI Sumenep, agar penanganan penganiayaan dan kekerasan secara brutal terhadap wartawan segera diusut tuntas.

“Semalam saya berkoordinasi dengan Advokat dan Biro Hukum AWDI Sumenep, sesuai mandat Ketua Umum Pusat, bilamana pengusutan hingga penahanan pelaku tidak segera dilakukan, maka DPP AWDI Pusat akan bergerak ke Bareskrim Polri,” ungkapnya.

“Namun ada informasi terakhir hasil pertemuan secara tertutup Kapolres Sumenep dengan beberapa perwakilan wartawan di ruangannya, ada statement melalui Kasat Reskrim Polres Sumenep bahwa kasus tersebut segera ditangani,” pungkas Gatot.

Baca Juga :  Kapolres Edo Ngopi Bareng PJI Sumenep, Implementasi Piramida Kapolda Jatim

Oleh karenanya, selain menyampaikan terimakasih atas kolaborasi lintas Organisasi Pers di Jawa Timur, Gatot berharap kasus kekerasan terhadap jurnalis jangan sampai terulang kembali demi tegaknya pilar demokrasi.

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel okedaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Related News

Dugaan Kejanggalan Penyidikan Kasus DF, Prosedur Hukum Polisi Disoal
Kasus Saling Lapor di Polsek Nonggunong Disorot, Diduga Ada Permainan?
Perkuat Pengentasan Kemiskinan, Sumenep Dorong Perlindungan Sosial dan Kemandirian Ekonomi
Badrul Aini Desak Bupati Sumenep Dan Gubernur Jatim Bersuara: Jangan Samakan Sapeken Dengan Daratan Jawa!
SMSI Sumenep Perkuat Barisan, Media Lokal Disiapkan Menembus Pasar Nasional
Operasi Gabungan di Sumenep Sasar Pajak Kendaraan dan Uji Kir Angkutan Barang
Opgab Disperkimhub Sumenep Sisir Kendaraan, Pajak hingga Uji Kir Jadi Perhatian
Gayam Bersiap! JJS Bapenda Hadir di Sapudi, Sepeda Listrik hingga Sembako Menanti

Related News

Minggu, 1 November 2026 - 23:44 WIB

Dugaan Kejanggalan Penyidikan Kasus DF, Prosedur Hukum Polisi Disoal

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:14 WIB

Kasus Saling Lapor di Polsek Nonggunong Disorot, Diduga Ada Permainan?

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:30 WIB

Perkuat Pengentasan Kemiskinan, Sumenep Dorong Perlindungan Sosial dan Kemandirian Ekonomi

Senin, 19 Oktober 2026 - 16:27 WIB

Badrul Aini Desak Bupati Sumenep Dan Gubernur Jatim Bersuara: Jangan Samakan Sapeken Dengan Daratan Jawa!

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:13 WIB

SMSI Sumenep Perkuat Barisan, Media Lokal Disiapkan Menembus Pasar Nasional

Latest News

Majlis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama Gayam Bersama Banom Gelar Istighasah Hari Santri Nasional Tahun 2026

Sosial Agama

Istighasah Kebangsaan MWC NU Gayam Peringati HSN 2026

Rabu, 21 Okt 2026 - 21:12 WIB