Kebiadaban Mantan Kepala Desa Batuampar Pelaku Penganiayaan Wartawan Sumenep

- Editorial Team

Senin, 27 Maret 2023 - 05:47 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

📰 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif!

Kedua wartawan Sumenep yang mengalami intimidasi penyekapan dan penganiayaan oleh mantan dan Kades Batuampar, hingga MW ditelanjangi (kanan). ©Okedaily.com/AWDI Sumenep

Kedua wartawan Sumenep yang mengalami intimidasi penyekapan dan penganiayaan oleh mantan dan Kades Batuampar, hingga MW ditelanjangi (kanan). ©Okedaily.com/AWDI Sumenep

OKEDAILY, MADURA – Adalah RB. Mohammad Farid Rofik mantan Kepala Desa Batuampar, Kecamatan Guluk-Guluk, Kabupaten Sumenep, dikabarkan melakukan penganiayaan terhadap wartawan Sumenep dari media online kabaroposisi.net, berinisial MW.

Peristiwa penganiayaan terhadap Wartawan Sumenep yang juga merupakan anggota AWDI (Asosiasi Wartawan Demokrasi Indonesia) DPC Sumenep itu terjadi di kediaman mantan Kepala Desa Batuampar tersebut, pada Minggu (26/3), kini telah memasuki babak baru yaitu laporan polisi ke Mapolres Sumenep.

Penganiayaan itu, berawal saat MW bersama rekannya mendatangi rumah terduga pelaku dengan maksud ingin konfirmasi kepada Kepala Desa Batuampar, RB. Alam Moch. Anwar (anak dari pelaku) berkaitan dengan dua proyek, rabat beton dan pengerasan jalan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Baca Juga :  Wartawan Sumenep Dianiaya Mantan Kepala Desa Batuampar Saat Investigasi

“Usai mendapat penjelasan dari Kades Batuampar kita berpamitan pulang. Berjarak sekitar 500 meter, saya dan teman saya (wartawan koran patroli) berhenti karena melihat ada bangunan Desa yang sudah rusak. Dan kita mengambil dokumentasi bangunan tersebut,” ujar korban, Minggu (26/3) malam.

Kemudian, wartawan media kabaroposisi.net tersebut mengatakan, bahwa tiba-tiba Kades Batuampar mendatangi korban yang sedang bersama rekannya dan memaksa agar dirinya kembali ke rumahnya.

”Setibanya di rumah Kades dan pelaku. Kades Batuampar tiba-tiba marah-marah dan kita disuruh mengaku siapa yang menyuruh liputan di Desanya. Padahal kita melakukan investigasi di Batuampar murni atas inisiatif sendiri tanpa ada yang menyuruh,” katanya.

Baca Juga :  Wartawan Kota Keris Dianiaya Mantan Kades Batuampar, Ketua SMSI Sumenep Angkat Bicara

Karena Kades Batuampar bernada tinggi ke korban, terduga pelaku yang merupakan mantan sekaligus ayah sang kepala desa keluar dari dalam rumahnya. “Dia (Mantan Kades Batuampar, red) juga ikut marah-marah dan memaksa kita untuk ngaku siapa yang telah menyuruh liputan di Desa Batuampar,” imbuhnya.

”Saya tetap mengatakan tidak ada yang menyuruh, terlapor langsung menempeleng saya berkali-kali dan juga memukul saya menggunakan pisau besar yang masih lengkap dengan sarungnya hingga berulang-ulang,” jelasnya.

Tak cukup sampai di situ, MW menerangkan terduga pelaku juga meludahinya hingga berkali-kali. Bahkan sempat hendak membakarnya dengan cara menyiramkan bensin ke tubuh korban. ”Saya juga mau dibakar. Disirami bensin oleh orang yang saya tidak kenal di rumah terlapor dan kepala saya juga dipukul pakai pentungan oleh terlapor,” terangnya.

Baca Juga :  BPBD Sumatera Utara Dukung Penuh Kegiatan Festival Sungai Denai

Akibat penganiayaan tersebut, korban mengalami luka di bibir bagian bawah, dan memar di bagian hidung yang diduga akibat hantaman benda tumpul, sehingga menyebabkan penglihatan yang bersangkutan kabur.

Selain penganiayaan terhadap Wartawan Sumenep itu, Kades Batuampar juga diduga merampas barang-barang berharga milik kedua wartawan tersebut seperti handphone dan dompet, serta satu sepeda motor (milik wartawan koran patroli).

Atas kejadian itu, kedua Wartawan yang mendapatkan perlakuan kekerasan dan intimidatif hingga perampasan dari mantan beserta Kades Batuampar, telah melaporkan kejadian tersebut ke Mapolres Sumenep.

Baca Juga :  Pasca Aksi Demonstrasi, Wartawan dan Aktivis Menunggu Keseriusan Polres Sumenep

Penganiayaan terhadap Wartawan Sumenep yang dilakukan oleh terduga pelaku yaitu mantan Kades Batuampar, adalah tindakan yang sangat serius dan tidak dapat diterima dalam masyarakat yang demokratis.

Wartawan memainkan peran penting dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat dan memeriksa kekuasaan, sehingga mereka harus dilindungi dari segala bentuk ancaman atau kekerasan.

Penganiayaan terhadap wartawan dapat terjadi dalam berbagai bentuk, seperti ancaman, pemukulan, penangkapan atau tindakan kekerasan lainnya. Ini seringkali dilakukan oleh individu atau kelompok yang ingin menutupi informasi atau membatasi kebebasan pers.

Baca Juga :  AWDI Sumenep Gelar Muscab Pertama, Syarat Pencalonan Ketua Menjadi Pembahasan Dinamis

Ketika menjadi korban penganiayaan, ini dapat berdampak negatif pada kualitas informasi yang disampaikan kepada masyarakat. Wartawan mungkin menjadi takut atau terintimidasi untuk melaporkan informasi yang penting atau kontroversial, yang dapat membatasi kebebasan pers dan merugikan khalayak.

Kebiadaban Farid mengakibatkan duka mendalam bagi kalangan jurnalis di Kabupaten Sumenep, sehingga kini telah resmi dilaporkan ke Mapolres Sumenep. Berdasarkan Laporan Polisi Nomor: LP/B/85/III/2023/ SPKT/POLRES SUMENEP/ POLDA JATIM, ia dilaporkan atas kasus dugaan tindak pidana penganiayaan sebagaimana dimaksud dalam pasal 351 KUHPidana.

Tindakan tegas kepada pelaku penganiayaan terhadap Wartawan Sumenep, harus diambil dan memastikan bahwa pewarta dapat melaksanakan tugas mereka dengan aman dan tanpa gangguan. Sementara hingga berita ini dinaikkan, belum ada keterangan secara resmi dari terduga pelaku penganiayaan terhadap Wartawan Sumenep yakni Kades Batuampar.

Baca Juga :  Aktivis Sebut Polres Tak Profesional Tangani Kasus Penganiayaan Dua Wartawan Sumenep

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel okedaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Related News

Dugaan Kejanggalan Penyidikan Kasus DF, Prosedur Hukum Polisi Disoal
Kasus Saling Lapor di Polsek Nonggunong Disorot, Diduga Ada Permainan?
Perkuat Pengentasan Kemiskinan, Sumenep Dorong Perlindungan Sosial dan Kemandirian Ekonomi
Badrul Aini Desak Bupati Sumenep Dan Gubernur Jatim Bersuara: Jangan Samakan Sapeken Dengan Daratan Jawa!
SMSI Sumenep Perkuat Barisan, Media Lokal Disiapkan Menembus Pasar Nasional
Operasi Gabungan di Sumenep Sasar Pajak Kendaraan dan Uji Kir Angkutan Barang
Opgab Disperkimhub Sumenep Sisir Kendaraan, Pajak hingga Uji Kir Jadi Perhatian
Gayam Bersiap! JJS Bapenda Hadir di Sapudi, Sepeda Listrik hingga Sembako Menanti

Related News

Minggu, 1 November 2026 - 23:44 WIB

Dugaan Kejanggalan Penyidikan Kasus DF, Prosedur Hukum Polisi Disoal

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:14 WIB

Kasus Saling Lapor di Polsek Nonggunong Disorot, Diduga Ada Permainan?

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:30 WIB

Perkuat Pengentasan Kemiskinan, Sumenep Dorong Perlindungan Sosial dan Kemandirian Ekonomi

Senin, 19 Oktober 2026 - 16:27 WIB

Badrul Aini Desak Bupati Sumenep Dan Gubernur Jatim Bersuara: Jangan Samakan Sapeken Dengan Daratan Jawa!

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:13 WIB

SMSI Sumenep Perkuat Barisan, Media Lokal Disiapkan Menembus Pasar Nasional

Latest News

Majlis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama Gayam Bersama Banom Gelar Istighasah Hari Santri Nasional Tahun 2026

Sosial Agama

Istighasah Kebangsaan MWC NU Gayam Peringati HSN 2026

Rabu, 21 Okt 2026 - 21:12 WIB