Kegiatan Fiktif Desa Paliat Terungkap

- Editorial Team

Kamis, 4 November 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Okedaily.com, Sumenep – Informasi mengejutkan didapat dari sebuah desa di Kepulauan Sapeken, yakni Desa Paliat, Kecamatan Sapeken, Sumenep, Madura, Jawa Timur. Pada Kamis (04/11).

Sebelumnya diberitakan, dugaan Kepala Desa Paliat membangun balai desa baru menggunakan Dana Desa (DD) yang semestinya tidak diperbolehkan.

Terkini, ternyata ada beberapa kegiatan yang tidak dilaksanakan oleh Kades Paliat tetapi tercantum dalam Laporan Pertanggung Jawaban Dana Desa (LPJ DD). Salah satunya adalah pembangunan Monumen / Gapura Desa Paliat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Padahal, Kepala Desa Paliat dipercaya untuk menjabat sebagai Ketua Asosiasi Kepala Desa (AKD) dari sebelas desa yang terdapat di Kecamatan Sapeken.

Tetapi sangat disayangkan, jabatan sebagai Ketua AKD Kecamatan Sapeken, yang seharusnya memberikan contoh baik bagi desa-desa lain. Tidak dilakukan oleh Kepala Desa Paliat (Kades Paliat), malah sebaliknya yang terjadi.

Baca Juga :  Tragedi Tricomp, Sulaisi : Saya Curiga Sebagai Bagian Dari Intimidasi

Salah satu Masyarakat Desa Paliat yang kami rahasiakan identitasnya memberikan informasi yang mencengangkan awak media melalui WhatsApp, Kamis (04/11). Terkait kinerja Kades Paliat yaitu, adanya beberapa kegiatan fiktif yang dilakukan.

“Pada situs Kementerian Desa (sid.kemendesa.go.id, red) Pagu Anggaran Desa Paliat sebesar 1,5 Miliar sekian, tercantum kegiatan Pembangunan / Peningkatan / Rehabilitasi Monumen / Gapura / Batas Desa sejumlah 123 juta sekian, tetapi kenyataannya tidak ada fisiknya di lokasi mas,” beber Masyarakat Paliat tersebut.

Selain itu, ia melanjutkan, “Penyelenggaraan Posyandu senilai 31 juta juga tidak pernah ada kegiatannya di Masyarakat mas, terus terang kami salut dengan keberanian Kades Paliat mengadakan kegiatan fiktif,” lanjutnya.

Keterangan senada juga disampaikan oleh Masyarakat Paliat lainnya, yang juga meminta agar identitasnya tidak diungkapkan kepada awak media.

Baca Juga :  Berbagai Elemen Kutuk Pemukulan Yang Dilakukan Polisi Sumenep Saat Aksi Demo GPDR

Darinya, Okedaily.com juga mendapatkan informasi yang tak kalah mengejutkan. Dimana, kegiatan fiktif Desa Paliat sudah berlangsung sejak Tahun 2017.

“Aduh, bicara Maharuddin Kades Paliat, bingung saya mas saking begitu banyaknya kegiatan fiktif sejak Tahun 2017 yang tidak dilakukan tetapi ada laporannya,” papar Masyarakat Desa Paliat lainnya itu.

Dengan mengirimkan tangkapan layar ke Redaksi Okedaily.com dirinya menjelaskan, bahwa nominal DD yang telah disalahgunakan oleh Maharuddin luar biasa jumlahnya.

“Sampeyan bisa lihat pada tanda merah di gambar yang saya kirim, itu adalah kegiatan yang tidak ada realisasinya di lapangan sejak 2017 sampai 2020,” terangnya.

Sementara, Kades Paliat Maharuddin, yang dihubungi untuk konfirmasi terkait informasi beberapa kegiatan fiktif yang dilakukannya, tidak merespon panggilan telepon maupun pesan WhatsApp yang dikirimkan.

Baca Juga :  Upaya Penertiban Tambak Udang Ilegal, Akankah Pemkab Sumenep Berani?

Lebih lanjut, Okedaily.com mendapatkan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya bahwa, dalam LPJ Desa Paliat juga ada keterlibatan Pendamping Desa Kecamatan Sapeken atas nama Agus.

Mendapati informasi demikian, awak media lantas menghubungi Agus melalui aplikasi perpesanan WhatsApp, tetapi hingga berita ini ditayangkan yang bersangkutan juga tidak merespon.

Patut diduga telah ada kesepakatan bersama antara Kepala Desa Paliat dengan Pendamping Desa bernama Agus tersebut, dalam pelaporan penggunaan DD Paliat.

Lokasi Desa Paliat yang berada di gugusan Kepulauan Sapeken dan jauh dari Kota Sumenep, mungkin membuat Maharuddin dan Pendamping Desa mengira akan dapat leluasa bermain-main dengan DD yang sejatinya adalah hak Masyarakat desa.

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel okedaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Related News

Perkuat Jaringan Media Nasional dari Pulau Dewata, Garuda TV Bali dan Garuda FM Bali Resmi Diluncurkan
Jaringan Motor Bodong, Hingga Dugaan Kerjasama Oknum Penadah dan Polsek Sapudi
Dituduh Gelapkan Uang, Oknum Polisi di Sumenep Dilaporkan Korban ke Polresta
Gagalkan Ekspor Ilegal, Bea Cukai Sita 3,4 Ton Merkuri Cair di Surabaya
Kunjungi Keluarga KD di Buleleng, De Dadjah: Keadilan Harus Ditegakkan Melalui Hukum
DPRD Denpasar Apresiasi Capaian Proyek Strategis PUPR 2025, Tommy: Pengawasan Tetap Jadi Prioritas
DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Bali Resmi Dukung Don Muzakir Mengisi Jabatan Wakil Menteri Pertanian RI
Tommy Sumertha Dukung Sudaryono Pimpin BGN, Optimistis Benahi Program Makan Bergizi Gratis

Related News

Kamis, 6 Agustus 2026 - 17:09 WIB

Perkuat Jaringan Media Nasional dari Pulau Dewata, Garuda TV Bali dan Garuda FM Bali Resmi Diluncurkan

Rabu, 5 Agustus 2026 - 20:38 WIB

Jaringan Motor Bodong, Hingga Dugaan Kerjasama Oknum Penadah dan Polsek Sapudi

Jumat, 31 Juli 2026 - 16:25 WIB

Dituduh Gelapkan Uang, Oknum Polisi di Sumenep Dilaporkan Korban ke Polresta

Kamis, 30 Juli 2026 - 17:53 WIB

Gagalkan Ekspor Ilegal, Bea Cukai Sita 3,4 Ton Merkuri Cair di Surabaya

Selasa, 28 Juli 2026 - 18:15 WIB

Kunjungi Keluarga KD di Buleleng, De Dadjah: Keadilan Harus Ditegakkan Melalui Hukum

Latest News