Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Politik

Ketika Kasatpol PP di Madura Takut Menertibkan Baliho Elite Parpol

Avatar of Okedaily
8
×

Ketika Kasatpol PP di Madura Takut Menertibkan Baliho Elite Parpol

Sebarkan artikel ini
Ketika Kasatpol PP di Madura Takut Menertibkan Baliho Elite Parpol

Okedaily.com, Pamekasan – Maraknya baliho elite partai politik dalam ukuran besar yang terpampang pada sejumlah titik di wilayah kota Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, ternyata tidak memiliki izin.

Menyikapi hal itu, Dinas Penanaman Modal dan Perlayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Pamekasan, telah mengeluarkan daftar baliho yang tidak berizin agar segera ditertibkan Satpol PP selaku penegak perda.

Namun, sampai saat ini baliho itu tak kunjung ditertibkan, seperti yang diakui oleh Kepala DPMPTSP Kabupaten Pamekasan Supriyadi.

Dirinya mengungkapkan bahwa surat pemberitahuan baliho tak berizin telah disampaikan kepada Satpol PP Pamekasan pada Agustus kemarin.

Baca Juga :  Gerindra Denpasar Bersama Relawan De Gadjah Berbagi Ratusan Beras

“Sudah kami beritahukan ke Satpol PP lengkap dengan lokasi gambar elite politik yang tidak berizin. Terserah Satpol PP kapan mau ditertibkan,” ungkap Supriyadi.

Menanggapi keterangan Supriyadi, Kepala Satpol PP (Kasatpol PP) Pamekasan Ahmad Kusairi mengatakan, pihaknya akan berkoordinasi dengan pimpinan partai politik di Pamekasan terlebih dulu.

Meski tak berizin, Kasatpol PP Pamekasan berdalih baliho dari elite partai politik itu tak bisa sembarangan ditertibkan. Kusairi tak ingin ada gejolak negatif antara partai politik dan Satpol PP.

Menurut Ahmad Kusairi, tindakan itu diambil untuk menghindari gesekan politik. “Saya masih mau mendatangi pimpinan partai dulu. Kalau partai bisa menurunkan sendiri, itu lebih baik. Tapi kalau tidak bisa, maka akan kami turunkan sendiri,” ujar Kusairi melalui sambungan telpon seluler, Selasa (31/8).

Baca Juga :  Mantan Plt Kadisdik Umbar Arogansi, Komisi IV DPRD Sumenep : Pejabat Yo Mbok Lebih Sopan Lah

“Kami sebenarnya sudah mau menertibkan. Tapi ternyata ada sebagian yang tidak berizin. Kami takut ada gejolak politik,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Lembaga Kajian dan Advokasi Rakyat (LekRa) Madura Ahmad Fauzi menilai, baliho itu tak kunjung ditertibkan karena Satpol PP takut berhadapan dengan politisi.

Sikap berbeda ditunjukkan Satpol PP ketika berhadapan dengan pedagang kaki lima (PKL). Mereka, kata Fauzi, mendadak menjadi seram dan pemberani.

Baca Juga :  Klarifikasi BK DPRD Sumenep Kepada Penulis Berita Video Mesum Mirip Anggota DPRD Sumenep

“Inilah bedanya Satpol PP, ketika berhadapan dengan PKL gawatnya luar biasa. Namun dengan politisi, berfikirnya panjang disertai ketakutan,” ujar Fauzi.

Sebelumnya, baliho elite politik nasional banyak ditemukan di Pamekasan. Baliho itu juga terpasang di pelosok kecamatan hingga desa.

Baliho tokoh politik nasional yang terpasang di kabupaten yang dikenal dengan slogan Bumi Gerbang Salam tersebut diantaranya, Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar, Ketua DPP PDI-Perjuangan Puan Maharani, dan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono.