Ketua DPRD Ragukan Data IPM Sampang Rendah se-Jatim

- Redaksi

Sabtu, 23 Oktober 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Okedaily.com, Sampang – Ketua DPRD Kabupaten Sampang, Fadol, menyampaikan Pokok Pikir (Pokir) dalam acara Musrenbang Perubahan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) yang digelar Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Sampang beberapa waktu lalu, dimana data Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang dirilis sempat diragukan oleh ketua DPRD Sampang.

Menurut Ketua DPRD Sampang, kondisi saat ini yang harus dikomunikasikan oleh Bappelitbangda. Sebagai gambaran, bahwa anak-anak usia sekolah di Kabupaten Sampang banyak yang berasal dari Pondok Pesantren (Ponpes), data tersebut yang harus masuk ke data Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).

Baca Juga : Massa Aksi Tidak Ditemui Bupati Sumenep, Kabag Umum: Surat Pemberitahuan Aksi Tak Bertanggal

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Jangan-jangan anak usia sekolah di Kabupaten Sampang tidak masuk ke sekolah formal dan ada di Ponpes ini tidak tercover datanya, padahal disadari atau tidak, alumni-alumni Ponpes tidak kalah bersaing, bahkan sebanyak 73 persen anggota DPRD Kabupaten Sampang merupakan lulusan Ponpes. Dan bagaimana Pemkab Sampang mengkomunikasikan lagi dengan Bappenas,”pintanya.

Baca Juga :  Dul Siam Ancam Somasi, PERADI Madura Raya: Semoga Bukan Pepesan Kosong

Lebih lanjut, kata Fadol, DPRD Kabupaten Sampang selaku mitra eksekutif akan memposisikan sebagai mitra strategis dalam artian, selama kebijakan itu menyangkut keberpihakan terhadap kemaslahatan ummat maka, DPRD siap bersama eksekutif menyusun regulasi-regulasi dalam segala bentuk, termasuk menerima seluruh masukan dari lapisan masyarakat.

“DPRD Kabupaten Sampang mencatat lima (5) permasalahan atau problem yang perlu dibahas bersama kedepannya, diantaranya yang pertama mewujudkan SDM yang berkualitas dan berdaya saing, kedua kemandirian ekonomi daerah dan pedesaan, ketiga meningkatkan pembangunan infrastruktur yang berkualitas dan berkelanjutan, keempat memperkuat tata kelola pemerintah daerah. Dan yang terakhir mewujudkan harmonisasi kehidupan masyarakat tanggap, tertib dan bersatu,” jelasnya.

Baca Juga : Ada Apa Dibalik Kurangnya Bukti Ulah PNS Nakal Kecamatan Kangayan?

Pihaknya juga menyampaikan, bahkan dari seluruh desa yang ada di Kabupaten Sampang sebanyak 180 desa, tidak satupun desa yang berstatus desa mandiri, namun untuk desa yang tertinggal dan sangat tertinggal tidak ada juga. Sedangkan ada sejumlah 154 desa yang masuk kategori desa berkembang dan 26 desa termasuk desa maju, sesuai data rilis Keputusan Direktur Jenderal Pembangunan Desa dan Perdesaan Nomor 394.4.1 tahun 2021.

Baca Juga :  Debat Kedua Pilkada Sumenep Mengangkat Tema Tata Kelola Pelayanan Publik

Di tempat yang sama, perwakilan dari Badan Koordinasi Wilayah (Bakorwil) Pamekasan menyampaikan, bahwa IPM Kabupaten Sampang paling rendah di antara Kabupaten/Kota yang ada di Provinsi Jawa Timur, bahkan dibandingkan dengan Kabupaten lain yang ada di Madura masih paling rendah yakni sebesar 62,70 persen.

Baca Juga : Permendikbud Nomor 16 Tahun 2018 Belum Diterapkan atau Diacuhkan Pemkab Sumenep?

Dirinya juga menyampaikan, bahwa untuk IPM Jawa Timur kisaran angka 71,71 persen dimana secara nasional Jawa Timur menempati Ranking 15 yang merupakan salah satu Provinsi dengan kategori IPM Tinggi.

Facebook Comments Box

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel okedaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Musancab 2026, PDIP Sumenep Targetkan 15 Kursi DPRD
De Gadjah dan Wayan Koster Bahas PSEL hingga Sekolah Rakyat Saat Makan Siang di Denpasar
Soal Pernyataan Saiful Mujani, Zulfikar: Indonesia Butuh Persatuan, Bukan Narasi Menjatuhkan Presiden
Anggota DPRD Sumenep Dorong Penambahan Armada Kapal Mudik ke Masalembu
Zulfikar Wijaya Serap Aspirasi Lintas Komunitas dalam Reses DPRD Bali
DPRD Sumenep Perketat Pengawasan Pengawasan Infrastruktur
Berangkat dari Konsultan Pembangunan, Affandi Siap Menuju Pancor Sejahtera
Peringati HUT Gerindra ke-18, Zulfikar Tegaskan Komitmen Kompak, Bergerak, Berdampak

Berita Terkait

Minggu, 26 April 2026 - 14:59 WIB

Musancab 2026, PDIP Sumenep Targetkan 15 Kursi DPRD

Selasa, 21 April 2026 - 10:40 WIB

De Gadjah dan Wayan Koster Bahas PSEL hingga Sekolah Rakyat Saat Makan Siang di Denpasar

Selasa, 7 April 2026 - 17:25 WIB

Soal Pernyataan Saiful Mujani, Zulfikar: Indonesia Butuh Persatuan, Bukan Narasi Menjatuhkan Presiden

Senin, 23 Februari 2026 - 13:41 WIB

Anggota DPRD Sumenep Dorong Penambahan Armada Kapal Mudik ke Masalembu

Senin, 23 Februari 2026 - 10:28 WIB

Zulfikar Wijaya Serap Aspirasi Lintas Komunitas dalam Reses DPRD Bali

Berita Terbaru

Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, dr. Erliyati, M.Kes. ©okedaily.com/istimewa

Nasional

RSUD Moh Anwar Sumenep Terus Perkuat Layanan Kesehatan 2026

Selasa, 28 Apr 2026 - 11:15 WIB

Terpantau, Ketua Banggar DPR RI, MH. Said Abdullah, menghadiri Musancab 2026 DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sumenep. ©okedaily.com [foto: Mashudi Surahman]

Politik

Musancab 2026, PDIP Sumenep Targetkan 15 Kursi DPRD

Minggu, 26 Apr 2026 - 14:59 WIB

I Gede Tommy Sumertha, Anggota DPRD Kota Denpasar. Foto: AI

Berita

Ditolak 2021, Akhirnya PSEL Diteken

Minggu, 26 Apr 2026 - 09:44 WIB

Verified by MonsterInsights