Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Artikel

Kompersa Soroti Problematika Kabupaten Sumenep Melalui Dialog

Avatar of Okedaily
×

Kompersa Soroti Problematika Kabupaten Sumenep Melalui Dialog

Sebarkan artikel ini
Kompersa Soroti Problematika Kabupaten Sumenep Melalui Dialog
Audiens pada acara dialog kepemudaan yang diselenggarakan oleh Kompersa Desa Kropoh di Halaman Yayasan Nurus Sholeh. ©Herman Toreto

SUMENEP – Organisasi Kepemudaan Desa Kropoh, Kecamatan Raas, yang terhimpun dalam Komunikasi Persatuan Santri (KOMPERSA) menyelenggarakan sebuah dialog bersama dengan dua narasumber tersohor di tanah pulau Jawa.

Kegiatan Kompersa tersebut difokuskan dalam membedah peran pemuda masa kini dengan tajuk “Peran Pemuda Kepulauan Dalam Membangun Peradaban Indonesia Maju”.

Dialog tersebut diselenggarakan bertempat di yayasan Nurus Sholeh Desa Kropoh, Kecamatan Raas, Kabupaten Sumenep, Madura, Sabtu (8/5) malam.

Pada kesempatan tersebut Kompersa mengundang narasumber kelahiran pulau Raas yang sudah aktif di sektor strategis yakni Murtafik Lova, S.Sos. dan Maswar, M.Pd.

Turut hadir dalam acara, adalah organisasi kepemudaan se-kecamatan Ra’as meliputi Ansor, IKA PMII, Forum Pemuda Raas (FPR), IKSASS, FKS-NJ, Para Mahasiswa, aktifis kemanusiaan.

Kompersa Soroti Problematika Kabupaten Sumenep Melalui Dialog

Salah satu audien sebut saja Abi, memaparkan berbagai permasalahan seperti APMS 04 Kecamatan Raas yang tidak pernah berfungsi normal sebagai retail pada umumnya.

Baca Juga :  Mengenal Sosialisme Islam

Bahkan, kata Abi, APMS 04 Kecamatan Raas itu sudah tidak mendapat suplai Bahan Bakar Minyak (BBM) dari Pertamina dalam setahun terakhir ini.

“Harga BBM yang melambung tinggi membuat masyarakat harus berfikir berkali-kali saat kondisi sekarang ini,” paparnya.

Selain itu, Abi juga menyampaikan terkait kelistrikan di Pulau Raas yang tak kunjung beroperasi 24 jam, bahkan dirinya mengaku sudah larut lama menginginkan menikmati seperti Pulau tetanggal lainnya.

“Mirisnya masih banyak rumah warga yang tidak menikmati listrik,” katanya.

Abi menyebutkan beberapa pulau tetangga, seperti Pulau Sapudi dan Kangean sudah terlebih dahulu menikmati terangnya lampu 24 jam, namun tidak untuk Raas.

“Di Raas sendiri masih ketinggalan jauh terhadap pulau-pulau tetangga berkenaan lampu 24 Jam,” sesalnya.

Baca Juga :  Pemerintah Desa Jangkong Apresiasi Responsif Pemda Sumenep

Kemudian, Abi juga menyampaikan masalah lain terkait komunikasi kontrak gelap CSR dengan pemerintah desa, termasuk juga ada salah satu audien yang merupakan bagaian dari pemerintah desa membuka masalah hasil Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang tidak dimanfaatkan.

Serta juga mengangkat janji kampanye Wakil Bupati Sumenep, berkenaan dengan Rumah Dinas di kepulauan.

3 Unit Mesin Belum Mampu Terangi Pulau Raas Keseluruhan, Masih Dijanjikan?
Komandan Taklentong Herman Toreto sedang menunggangi vespa kesayangannya. ©foto/istimewa

Dari serangkaian masalah di atas terjadilah perbincangan hangat dan berbagai macam argumentasi yang diaspirasikan oleh para pemuda Ra’as yang hadir dalam dialog tersebut.

Sehingga kesimpulan akhirnya, mereka para pemuda berkomitmen akan segera menindaklanjuti beberapa promblem tersebut satu persatu, dengan berbagai strategi yang telah disepakati bersama.

Tepat pada pukul 02.00 WIB dini hari, cangkir kopi yang sudah kosong menghentikan kehangatan perbincangan malam itu, namun mereka bersepakat akan mengadakan pertemuan tindak lanjut dilain forum.