Sumenep – Kualitas hasil pekerjaan kontraktual di beberapa lembaga pendidikan Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, yang pendanaannya bersumber dari DAK Fisik Tahun Anggaran 2021, disoal oleh pemerhati dunia pendidikan Kota Keris.
Setelah beberapa tahun sebelumnya, pekerjaan pembangunan gedung pendidikan dikerjakan sendiri oleh lembaga (Swakelola). Tidak demikian untuk DAK Fisik Tahun Anggaran 2021.
Keseluruhan paket pekerjaan DAK Fisik Tahun Anggaran 2021 di Dinas Pendidikan Sumenep, dikontraktualkan kepada rekanan atau CV Pelaksana. Terhitung sejumlah puluhan paket menjadi kue bagi para pemborong.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kebijakan tersebut sejalan dengan program Mendikbud. “Tahun ini kita berpindah dari sistem swakelola ke sistem kontraktual. Dimana ini akan dilaksanakan oleh dinas pendidikan agar sekolah tidak terbebani dengan semua urusan pengadaan barang dan jasa,” kata Nadiem Makarim 26 Februari 2021 silam.
Pada sistem kontraktual, kontrak dilakukan dari dinas pendidikan tiap daerah kepada penyedia jasa pembangunan. Adapun manajemen terpusat di Dinas Pendidikan, agar sekolah tidak terbebani terkait pengadaan barang dan jasa dan peralatan.
“Dan dari sisi waktu ada jaminan ketepatan penyelesaian. Harapannya hasilnya kualitas bangunan lebih baik dan efisiensi lebih baik,” imbuh Nadiem saat itu.
Namun keinginan Mendikbud tersebut, jauh panggang dari api. Hasil pekerjaan kontraktual DAK Fisik Tahun Anggaran 2021 di sejumlah lembaga pendidikan Sumenep dikeluhkan.
Seperti yang disampaikan Andi Anis pemerhati pendidikan Kota Keris. “Iya DAK Fisik tahun 2021 hampir semua menjadi beban bagi pengguna manfaat alias jelek hasilnya akibat kebijakan satu pintu,” ujar dia, Kamis (30/12) malam.
Anis mengaku telah mendatangi beberapa lembaga pendidikan Sumenep guna melihat hasil pekerjaan pembangunan CV Pelaksana. Dibuktikan dengan dokumentasi yang diperlihatkan kepada Okedaily.com.
“Saya sudah datangi beberapa sekolah untuk dijadikan sampel seperti, SMPN 2 Sumenep, SMPN Lenteng, SMPN Nonggunong dan SMPN Ra’as. Perencanaan dan pengawasannya tidak bagus, coba lihat hasil yang di SMPN 2 yang berada di dalam Kota Sumenep,” ungkap Anis.
Lebih lanjut, Anis menerangkan kondisi hasil pekerjaan di SMPN 2 Sumenep, dimana jendelanya dibiarkan keropos dan bolong tanpa kaca. Hanya rangka atap diganti galvalum, lalu dicat.
“Jendela tidak tersentuh, ini menandakan perencanaan dan pengawasan yang amburadul. Kontraktual tidak menyelesaikan masalah, malah menambah masalah. Lebih baik dikembalikan kepada Swakelola,” ketusnya.
Kemudian, Anis juga mempertanyakan Tusi Dinas Pendidikan sebagai dinas terkait yang dinilainya tidak dijalankan.
“Dinas Pendidikan jangan berdiam diri ketika ada pekerjaan CV Pelaksana yang tidak maksimal, harus ada tindakan tegas,” tukas dia.
Sementara, awak media masih belum berhasil mendapatkan kontak CV Pelaksana pekerjaan DAK Fisik Tahun Anggaran 2021 di SMPN 2 Sumenep guna meminta keterangannya.
Begitu juga dengan Dinas Pendidikan selaku penanggung jawab kontraktual DAK Fisik Tahun Anggaran 2021 dikarenakan, hari ini Kabupaten Sumenep sedang mengadakan Mutasi Jabatan Tinggi Pratama Eselon II.






![GMNI Sumenep menggelar mimbar bebas di depan Kantor Pemkab Sumenep. Mereka mempertanyakan urgensi dan manfaat konkret wacana perubahan nomenklatur. ®okedaily.com [Foto: Ahmad Fauzan]](https://okedaily.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG_20261006_173301-225x129.jpg?v=1791285201)
![GPS saat menyampaikan aspirasi terkait tata kelola pemerintahan Desa Saobi kepada DPMD Kabupaten Sumenep. Audiensi tersebut menjadi ruang penyampaian sejumlah pertanyaan publik mengenai pelayanan, transparansi anggaran, partisipasi BPD dan aparatur desa, serta keterbukaan informasi. ®okedaily.com [Foto: Ahmad Fauzan]](https://okedaily.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG_20261006_171734-225x129.jpg?v=1791281902)
![Perkuat barisan, SMSI Sumenep menggelar konsolidasi untuk mendorong media lokal Sumenep agar mampu menembus pasar nasional. ®okedaily.com [Foto: Dok. SMSI Sumenep]](https://okedaily.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG_20261006_125423-225x129.jpg?v=1791266735)
![Kepala Disperkimhub Sumenep (kanan) bersama Kepala Bapenda Sumenep (kiri) saat operasi gabungan di Batuan. ®okedaily.com [Foto: Istimewa]](https://okedaily.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG_20261006_033315-225x129.jpg?v=1791263194)
![Petugas gabungan dari UPT PPD Sumenep, Bapenda, Satlantas Polresta Sumenep dan Disperkimhub melakukan Operasi Gabungan di Jalan Raya Sumenep-Lenteng. ®okedaily.com [Foto: Istimewa]](https://okedaily.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG_20261006_033236-225x129.jpg?v=1791262717)



![Ketua SMSI Sumenep, Wahyudi saat membuka Pelatihan Literasi Jurnalistik, tegaskan sekolah harus melek pers di era digital. ®okedaily.com [Foto: Dok. SMSI Sumenep]](https://okedaily.com/wp-content/uploads/2026/09/IMG_20260926_132734-360x200.jpg?v=1790404289)
![Ketua PW GP Ansor Bali menegaskan bahwa kaderisasi adalah nyawa organisasi dalam sebuah agenda kaderisasi di Bali. ®okedaily.com [Foto: Dok. GP Ansor Bali]](https://okedaily.com/wp-content/uploads/2026/09/IMG_20260919_193843-360x200.jpg?v=1789821895)
![Simbol Kebanggaan, Rektor Prof. Nurhayati, menyerahkan bendera kepada Dekan FKM UINSU. Penyerahan ini menjadi simbol semangat dan komitmen fakultas. ®okedaily.com [Foto: Kael Harahap]](https://okedaily.com/wp-content/uploads/2026/09/IMG_20260907_194012-360x200.jpg?v=1788785678)
![Mendikdasmen RI, Abdul Mu’ti, memberikan arahan dalam Rapat Koordinasi Daerah Revitalisasi Sekolah di Hotel Grand Sahid Jaya, Jl. Jenderal Sudirman. ®okedaily.com [foto: smsi jatim]](https://okedaily.com/wp-content/uploads/2026/09/IMG_20260905_183054-360x200.jpg?v=1788611300)
![Tim visitator Unhas meninjau langsung pelaksanaan PPK Ormawa 2026 tim cara’de di Desa Tinggimae. ®okedaily.com [foto: istimewa]](https://okedaily.com/wp-content/uploads/2026/08/IMG_20260826_183343-360x200.jpg?v=1787744048)
