Kota Keris Tak Berdaya, Galian C Dosa Siapa?

- Editorial Team

Senin, 14 Februari 2022 - 21:29 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

📰 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif!

Kepala Bagian Perekonomian dan Energi Sumberdaya Alam, Drs. Ach. Laili Maulidy, M.Si. (c)Redaksi

Kepala Bagian Perekonomian dan Energi Sumberdaya Alam, Drs. Ach. Laili Maulidy, M.Si. (c)Redaksi

SUMENEP – Persoalan penambangan liar atau lebih spesifik dikenal dengan Galian C di Kota Keris, tentu akan mempunyai efek yang cukup memprihatinkan bagi lingkungan dan masyarakat sekitar.

Sebut saja cadangan air tanah, potensi banjir dan longsor, serta rusaknya ekosistem hayati dan lain-lain. Memantik berbagai gelombang penolakan terhadap penambang liar yang ada, seakan tak kunjung usai. Baik dari elemen mahasiswa maupun masyarakat biasa.

Baru-baru ini, aksi penolakan penambang liar itu berangkat dari pemuda dan masyarakat Gadu Barat Kecamatan Ganding, Kabupaten Sumenep, Madura, dengan tegas menolak aktivitas Galian C yang ada di wilayahnya.

Menyikapi persoalan ini Pemerintah Daerah Kabupaten Sumenep, melalui Kepala Bagian Perekonomian dan Energi Sumberdaya Alam, Drs. Ach. Laili Maulidy, M.Si., saat dikonfirmasi oleh awak media menuturkan bahwa pihaknya tidak bisa apa-apa terkait Galian C tersebut.

“Kami bisa apa? saat ini aturan sudah dipegang pusat. Pemprov saja saat ini juga kebingungan terkait hal ini” Ujar Ach. Laili Maulidy, Jum’at (11/2).

Laili sapaan karibnya, mengatakan pihaknya bersama tim sudah mendatangi Pemprov Jatim untuk konsultasi dan meminta petunjuk terkait hal tersebut.

“Ya, kita tidak bisa apa-apa mas, kapasitas kita hanya dua. Satu Mensosialisasikan dan yang kedua yakni menghimbau,” Kata Laili.

Ketika disinggung terkait peran Pemkab tentang aksi penambangan liar dan rusaknya lingkungan yang mengancam ekosistem hayati dan non hayati, Laili berkata pihaknya tak memiliki keleluasaan menertibkan hal tersebut.

“Setiap tahun kita memang ada kegiatan sosialisasi dengan penambang, dan bentuk himbauannya yaitu kami memantau beberapa lokasi Galian C yang tak berizin, dan disana kami pasang papan larangan. Namun tak berselang lama papan tersebut pun hilang” Ungkapnya.

Kiranya, siapa bertanggungjawab atas rusaknya lingkungan dan ekosistem akibat dari penambangan liar dalam hal ini galian C. Laili berdalih masih menunggu Peraturan Presiden yang mengatur secara detail persoalan ini.

“Ya berdasarkan regulasi saat ini masih pusat. Sebenarnya dalam UU nomor 3 tahun 2020 ini ada pelimpahan ke Pemprov. Namun sampai saat ini belum ada Perpres yang mengatur secara detail, dan itu yang kami tunggu-tunggu” Terangnya.

“Dan kami pun berharap hal ini juga cepat usai, karena ini masalah bertahun-tahun. bicara imbas rumah saya juga kena imbasnya kemarin (Banjir, red)” Tutupnya seraya tersenyum.

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel okedaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Related News

Dugaan Kejanggalan Penyidikan Kasus DF, Prosedur Hukum Polisi Disoal
Kasus Saling Lapor di Polsek Nonggunong Disorot, Diduga Ada Permainan?
Perkuat Pengentasan Kemiskinan, Sumenep Dorong Perlindungan Sosial dan Kemandirian Ekonomi
Badrul Aini Desak Bupati Sumenep Dan Gubernur Jatim Bersuara: Jangan Samakan Sapeken Dengan Daratan Jawa!
SMSI Sumenep Perkuat Barisan, Media Lokal Disiapkan Menembus Pasar Nasional
Operasi Gabungan di Sumenep Sasar Pajak Kendaraan dan Uji Kir Angkutan Barang
Opgab Disperkimhub Sumenep Sisir Kendaraan, Pajak hingga Uji Kir Jadi Perhatian
Gayam Bersiap! JJS Bapenda Hadir di Sapudi, Sepeda Listrik hingga Sembako Menanti

Related News

Minggu, 1 November 2026 - 23:44 WIB

Dugaan Kejanggalan Penyidikan Kasus DF, Prosedur Hukum Polisi Disoal

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:14 WIB

Kasus Saling Lapor di Polsek Nonggunong Disorot, Diduga Ada Permainan?

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:30 WIB

Perkuat Pengentasan Kemiskinan, Sumenep Dorong Perlindungan Sosial dan Kemandirian Ekonomi

Senin, 19 Oktober 2026 - 16:27 WIB

Badrul Aini Desak Bupati Sumenep Dan Gubernur Jatim Bersuara: Jangan Samakan Sapeken Dengan Daratan Jawa!

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:13 WIB

SMSI Sumenep Perkuat Barisan, Media Lokal Disiapkan Menembus Pasar Nasional

Latest News

Majlis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama Gayam Bersama Banom Gelar Istighasah Hari Santri Nasional Tahun 2026

Sosial Agama

Istighasah Kebangsaan MWC NU Gayam Peringati HSN 2026

Rabu, 21 Okt 2026 - 21:12 WIB