Mahasiswa Krisis Berpikir Kritis di Bangku Perkuliahan

- Editorial Team

Kamis, 3 November 2022 - 17:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kader PMII Rayon Rosalia Hibrida, Rifkyi Irwan Mahfaud. ©Okedaily.com/Ist

Kader PMII Rayon Rosalia Hibrida, Rifkyi Irwan Mahfaud. ©Okedaily.com/Ist

OKEDAILY.COM – Kampus yang melabeli sebagai kampus Islam, seringkali memadukan ranah adabiyah dan makomiyah secara unproporsional. Padahal dua ranah ini sangat fundamental sehingga perlu segera dirumuskan.

Mengingat setiap hukum yang berlaku dan beredar memiliki pengecualian yang harus dibaca. Terkhusus pada caption adab mahasiswa kepada dosen yang cendrung melemahkan pengembangan potensi.

Saat ini kampus bukan lagi ruang untuk meningkatkan potensi mahasiswa ataupun mengembangkan nalar berpikir mahasiswa.

Baca Juga : Prof Kuru : Pemenuhan Hak Minoritas Tunjukkan Agama Berfungsi sebagai Solusi

Melainkan kampus bertransformasi layaknya penjara yang mengekang berkembangnya nalar dalam berpikir kritis. Mula-mula hal ini akibat dari sistem yang cacat melingkupi sistem pembelajaran dan sistem pengajaran.

Berbicara perihal sistem pembelajaran di bangku perkuliahan, tentu saja terdapat metode yang beragam diberikan dosen. Ada yang menggunakan metode menulis dan mendengarkan, ada juga yang menggunakan metode diskusi interaktif.

Baca Juga :  Sahabat Alfian : Duka Kudeta Kritis Argumen oleh Kritis Sentimen

Nah, ini lah yang sekarang di perlukan dan saya rasa dengan metode ini lebih mengaktifkan nalar kritis mahasiswa dan kemampuan analisis mahasiswa dengan adanya interaksi mahasiswa dan tenaga pendidik (dosen) yang saling berperang argumentasi maupun tukar pikiran terhadap objek yang dipelajari melalui ruang diskusi.

Baca Juga : Forum R20, Menag Yaqut Bicara Pancasila dan Keberhasilan Indonesia Hadapi Pandemi

Sehingga dapat dikatakan bahwa keduanya (dosen dan mahasiswa) berperan aktif dalam menanggapi objek pembelajaran. Dan posisi mahasiswa tidak lagi menjadi pasif, menerima dan menelan secara mentah-mentah apa saja hal yang dituturkan oleh dosen.

Baca Juga :  Tunggal Putra Paceklik Gelar All England 25 Tahun, Ini Saran Untuk Jonatan dkk

Tapi yang sekarang ini di bangku perkuliahan tidak semuanya menggunakan metode yang seperti itu, sehingga mahasiswa belakangan ini mengalami degradasi potensi.

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel okedaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Related News

Gendang Barat dan Sinyal Persoalan Lingkungan di Pulau Sapudi
Dibalik Tirai Newsroom Jaga Desa
Maulid Nabi dan Transformasi Nilai-nilai Profetik
Fauzi AS: Merdeka di Tiang Bendera
Sumenep Kepulauan: Mengganti Nama atau Mengganti Nasib?
Polresta Sumenep: Pangkat Naik, Pintu Informasi Turun
Dilema Tafsir Kepemimpinan Politik dan Birokrasi
Supremasi Sipil, Bahaya Laten Korupsi dan Menguatnya Peran Militer

Related News

Minggu, 6 September 2026 - 15:37 WIB

Gendang Barat dan Sinyal Persoalan Lingkungan di Pulau Sapudi

Jumat, 4 September 2026 - 10:27 WIB

Dibalik Tirai Newsroom Jaga Desa

Selasa, 25 Agustus 2026 - 10:30 WIB

Maulid Nabi dan Transformasi Nilai-nilai Profetik

Senin, 17 Agustus 2026 - 13:10 WIB

Fauzi AS: Merdeka di Tiang Bendera

Senin, 3 Agustus 2026 - 19:58 WIB

Sumenep Kepulauan: Mengganti Nama atau Mengganti Nasib?

Latest News

Fero Feriyanto, salah satu figur muda yang mulai diperbincangkan masyarakat menjelang dinamika Pilkades Gayam 2027. ®okedaily.com

Politik

Fero Feriyanto, Figur Muda dan Harapan Baru Desa Gayam

Jumat, 11 Sep 2026 - 13:54 WIB