Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Ekonomi & Bisnis

Mantan Pengurus Bisa Sulap, Dana PNPM Nonggunong Lenyap?

Avatar of Okedaily
3
×

Mantan Pengurus Bisa Sulap, Dana PNPM Nonggunong Lenyap?

Sebarkan artikel ini
Mantan Pengurus Bisa Sulap, Dana PNPM Nonggunong Lenyap?
Ilustrasi : Sulap Pelenyap Dana PNPM UPK Nonggunong (c)Redaksi

SUMENEP – Dana Bergulir Masyarakat (DBM) Eks Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Pedesaan yang seharusnya dialihkan terhadap Badan Usaha Milik Desa Bersama (BUMDesMa) di Kecamatan Nonggunong, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, terindikasi dilenyapkan oleh Pengurus Unit Pengelola Kegiatan (UPK) PNPM setempat.

Berdasarkan hasil investigasi awak media, sebagian kelompok masyarakat mengaku sudah bayar dan ditagih langsung oleh UPK. Bahkan pihak Kecamatan Nonggunong mengakui sempat turun langsung membantu dalam proses penagihan pinjaman itu.

Mahmudi, Kasi Pemerintahan Kecamatan Nonggunong mengatakan bahwa, dirinya sempat ikut membantu menagih dana yang berada di kelompok masyarakat, bahkan pihaknya juga sempat turun ke desa.

“Saya hanya sebatas nagih pada waktu itu, mereka bilang tidak pegang uangnya, sebab uangnya sudah dikembalikan ke pengurus (Eks Pengurus PNPM Nonggunong, Red),” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (2/2).

Dia juga menceritakan, pada waktu itu dirinya hanya diperintah oleh Camat Nonggunong untuk menagih, namun tidak tahu seluk beluk perihal Dana Eks PNPM Nonggunong itu.

“Sebenarnya ini juga bukan kewenangan kami untuk nagih, karena ada pengurus UPK,” kata Mahmudi.

Mahmudi menyampaikan, saat dirinya membantu menagih, sekitar ratusan juta Dana Eks PNPM yang sudah dikembalikan oleh kelompok kepada UPK Kecamatan Nonggunong.

“Ada yang bayar 150 juta, itu tergantung pinjamannya, saya hanya suruh ikut, dan menyaksikan si A (inisial) sudah bayar atau tidak, karena kecamatan tidak pegang uangnya,” jelasnya.

“Itu yang paling tau semuanya adalah pengurusnya mas, saya tidak tahu,” Tambahnya.

Ditempat yang sama, Sukaryo Camat Nonggunong mengaku sejak awal tidak mengikuti perkembangan isu tersebut, dan pada saat mengumpulkan mereka (Eks Pengurus UPK Nonggunong, Red) dinilai cenderung tertutup.

“Harapan kami juga ada semacam petunjuk dari kabupaten atau yang bersangkutan dipanggil saja untuk kepengurusan sebelumnya,” ucap Camat Nonggunong.

Menurut Sukaryo, sebenarnya PNPM Mandiri Pedesaan program cukup luar biasa, karena di kelompok-kelompok masyarakat langsung mengelolanya, pemanfaatannya juga dilakukan oleh masyarakat sendiri.

“Tapi ke permukaan kok tiba-tiba sudah tidak ada, saya dengarnya sudah mau dialihkan ke BUMDesMa (Badan Usaha Milik Desa Bersama)” kata camat yang baru menjabat itu.

Sementara salah satu kepala desa di Kecamatan Nonggunong HT, mengungkapkan jika beberapa kelompok yang ada di desanya itu sudah sebagian mengembalikan ke mantan Bendahara PNPM Nonggunong.

“Sampean tanyanya langsung ke bendahara karena pada waktu itu bendahara yang menagih disini, nanti saya bantu ketemu kelompoknya,” tukas HT.

Dikonfirmasi terpisah, mantan Bendahara PNPM Kecamatan Nonggunong Mohammad Jais mengutarakan, dirinya sudah tidak tahu menahu perihal dana tersebut. Bahkan awak media dilimpahkan untuk bertemu karman secara langsung.

Baca Juga :  UMKM Binaan Perusahaan Migas HCML Baru Mampu Membuat Sambal?

“Alangkah baiknya sampean langsung datang ke ketua UPK saja, biar jelas,” kilah Mohammad Jais melalui WhatsApp, Minggu (30/1).

Ketika ditanya terkait info yang diterima dari HT, kalau sejumlah kelompok telah mengembalikan pinjaman Dana PNPM Nonggunong, Jais menepis hal itu, serta mengaku sudah melimpahkan ke ketuanya.

“Saya kemarin kan bilang, semua itu sudah dilimpahkan ke ketua. Karena saya sudah tidak mengurus lagi. Tapi jika ada yang berkaitan dengan saya, pasti saya siap dan bertanggung jawab,” sergahnya.

Selain itu, Jais juga menuding media ini sembarangan menulis, dan menyampaikan pihaknya keberatan untuk ditulis karena dianggap menyinggung.

“Hati hati mas kalau memberitakan, kasihan yang bersangkutan jika tidak sesuai dengan kenyataan. Kayak yg sampean luncurkan kemarin. Bahasa saling lempar,” tukasnya.

Padahal, dari keterangan beberapa narasumber, terlihat Eks Pengurus UPK PNPM Nonggunong bersikap tidak bertanggungjawab.

Baca Juga :  Pemberdayaan Masyarakat Melalui BUMDes Mawar Desa Kebunan

Hasil konfirmasi ke pihak bendahara, melempar kepada ketua. Sementara ketua melempar kepada kelompok, sedangkan kelompok masyarakat mengaku dana pinjamannya telah diambil oleh bendahara.

Diketahui pada pemberitaan sebelumnya, mantan Ketua PNPM Nonggunong Karman mengaku semua dana Eks PNPM masih berada di masyarakat dan yang tersisa di pengurus hanyalah aset berupa barang.

“Yang tersisa di kami hanyalah aset yang berbentuk barang saja mas, untuk uangnya dipinjam kelompok,” dalihnya, Minggu (30/1).

Anehnya, pernyataan Karman bertolak belakang dengan statemennya sendiri, dia mengaku sisa anggaran yang berada di Eks Pengurus PNPM Nonggunong hanya berbentuk barang.

Baca Juga :  Alat Ukiran Terbilang Kuno, Pengrajin Karduluk Harap Perhatian Pemkab Sumenep

Sedangkan seluruh dana ada di kelompok masyarakat. Namun ia juga mengatakan sebagian kelompok sudah mengembalikannya.

Dipastikan, ketika sebagian kelompok masyarakat mengembalikan dana pinjamannya, harusnya dana tersebut menjadi saldo di Rekening PNPM Nongggunong. Menjadi aneh ketika Eks PNPM Nonggunong justru tak memiliki saldo di rekeningnya.

Begitupun pernyataan Karman yang dinilai tidak sejalan dengan eks bendahara Jais, yang awalnya mengaku masih ada saldo di rekening PNPM Nonggunong, sementara Karman tidak mengakuinya.

Pada saat awak media bermaksud menanyakan kelompok mana saja yang mendapatkan aliran dana dari PNPM Nonggunong, Karman terkesan menyembunyikan dan tidak terbuka, dan tak menyebutkan nama satu kelompok pun.

Bermaksud untuk melakukan konfirmasi yang disampaikan oleh narasumber terkait dana yang sudah ditarik oleh Eks Pengurus PNPM Nonggunong, Karman memilih tidak merespon saat dikonfirmasi kembali, Rabu (1/2).

Mengacu pada saling lempar keterangan antar pengurus serta pernyataan beberapa narasumber, jika sebagian anggaran sudah dikembalikan kepada pengurus tetapi saldo rekening Dana Eks PNPM Nonggunong kosong, diduga kuat telah disalahgunakan.

Ataukah mantan pengurus diam-diam mempelajari dan menguasai ilmu sulap, hingga dapat membuat Dana Eks PNPM Nonggunong lenyap dan kemudian dimunculkan kembali nantinya?