Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Sosial Budaya

Meneladani Akhlak Nabi Muhammad SAW dan Refleksi Civil Society di Sumenep

Avatar of Okedaily
1
×

Meneladani Akhlak Nabi Muhammad SAW dan Refleksi Civil Society di Sumenep

Sebarkan artikel ini
Meneladani Akhlak Nabi Muhammad SAW dan Refleksi Civil Society di Sumenep
KH. Mohammad Shalahuddin Warits atau Ra Mamak saat memberi tausiah dalam rangka Maulid Nabi Muhammad SAW yang diselenggarakan oleh Yayasan Sataretanan Sumenep Berdaya. ©Okedaily.com/Basori

OKEDAILY, MADURA Yayasan Sataretanan Sumenep Berdaya bersama Ra Mamak, memperingati maulid Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam (SAW).

Acara tersebut berlangsung di kantor Yayasan Bumi Berkah Desa Kasengan, Kecamatan Manding, Kabupaten Sumenep, Senin (31/10) malam.

Peringatan Maulid Nabi kali ini mengambil tema “Meneladani Akhlak Nabi Muhammad SAW dan Refleksi Civil Society di Sumenep”.

Baca Juga : Petani Milenial Konstruktif Membangun Ketahanan Pangan

Tema ini diambil dalam rangka menemukan kembali spirit perjuangan Nabi Muhammad SAW dalam mengubah masyarakat Arab yang mana pada waktu itu penuh dengan realitas konflik yang luar biasa.

Baca Juga :  Pemetaan Desa Kategori Kemiskinan Ekstrim di Kabupaten Sumenep Tanpa Rencana Strategis?

Sebagaimana diketahui, atas kepemimpinan Nabi Muhammad SAW, hal itu dapat dirasakan negeri Arab Saudi menjadi damai makmur hingga hari ini.

Dalam ceramahnya, KH. Mohammad Shalahuddin Warits atau yang karib disapa Ra Mamak, menyampaikan bahwa model kepemimpinan Kanjeng Nabi Muhammad SAW adalah transformatif yang elegan.

Baca Juga : Tersangka Kasus Pungli Pasar Lenteng Ditahan Kejari Sumenep

“Dari Kanjeng Nabi SAW, lahir apa yang kita kenal saat ini dengan nama civil society. Gerakan mengurus rakyat, bukan gerakan mengurus lembaga negara atau partai politik,” tukas Ra Mamak.

Baca Juga :  Berkah Ramadhan, Alumni SMPN 2 Sumenep 94 Berbagi Takjil Gratis

Sementara pada kesempatan yang sama, Direktur Sataretanan Sumenep Berdaya, Ajimuddin menegaskan bahwa acara ini murni kegiatan sosial keagamaan. Dipastikan bukan gerakan menjelang tahun politik 2024.

“Ini murni kegiatan sosial keagamaan memang menjadi salah satu konsentrasi kami untuk menata hati kami dan masyarakat,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi okedaily.com.

Baca Juga : UMKM Binaan Perusahaan Migas HCML Baru Mampu Membuat Sambal?

Perlu diketahui, kegiatan ini diikuti oleh ratusan relawan Ra Mamak dan warga Yayasan Sataretanan Sumenep Berdaya yang merupakan sebuah yayasan bergerak di bidang sosial ekonomi dan pemberdayaan masyarakat, termasuk pendamping terhadap kaum dhu’afa dan anak yatim.