Meneladani Akhlak Nabi Muhammad SAW dan Refleksi Civil Society di Sumenep

- Editorial Team

Selasa, 1 November 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KH. Mohammad Shalahuddin Warits atau Ra Mamak saat memberi tausiah dalam rangka Maulid Nabi Muhammad SAW yang diselenggarakan oleh Yayasan Sataretanan Sumenep Berdaya. ©Okedaily.com/Basori

KH. Mohammad Shalahuddin Warits atau Ra Mamak saat memberi tausiah dalam rangka Maulid Nabi Muhammad SAW yang diselenggarakan oleh Yayasan Sataretanan Sumenep Berdaya. ©Okedaily.com/Basori

OKEDAILY, MADURA Yayasan Sataretanan Sumenep Berdaya bersama Ra Mamak, memperingati maulid Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam (SAW).

Acara tersebut berlangsung di kantor Yayasan Bumi Berkah Desa Kasengan, Kecamatan Manding, Kabupaten Sumenep, Senin (31/10) malam.

Peringatan Maulid Nabi kali ini mengambil tema “Meneladani Akhlak Nabi Muhammad SAW dan Refleksi Civil Society di Sumenep”.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Baca Juga : Petani Milenial Konstruktif Membangun Ketahanan Pangan

Tema ini diambil dalam rangka menemukan kembali spirit perjuangan Nabi Muhammad SAW dalam mengubah masyarakat Arab yang mana pada waktu itu penuh dengan realitas konflik yang luar biasa.

Baca Juga :  Pemkab Sampang dan Kementerian Kominfo Teken Nota Kesepakatan Smart City

Sebagaimana diketahui, atas kepemimpinan Nabi Muhammad SAW, hal itu dapat dirasakan negeri Arab Saudi menjadi damai makmur hingga hari ini.

Dalam ceramahnya, KH. Mohammad Shalahuddin Warits atau yang karib disapa Ra Mamak, menyampaikan bahwa model kepemimpinan Kanjeng Nabi Muhammad SAW adalah transformatif yang elegan.

Baca Juga : Tersangka Kasus Pungli Pasar Lenteng Ditahan Kejari Sumenep

“Dari Kanjeng Nabi SAW, lahir apa yang kita kenal saat ini dengan nama civil society. Gerakan mengurus rakyat, bukan gerakan mengurus lembaga negara atau partai politik,” tukas Ra Mamak.

Baca Juga :  Spesial Akhir Tahun 2022, SOKSI dan BKS Kota Binjai Gelar Baksos

Sementara pada kesempatan yang sama, Direktur Sataretanan Sumenep Berdaya, Ajimuddin menegaskan bahwa acara ini murni kegiatan sosial keagamaan. Dipastikan bukan gerakan menjelang tahun politik 2024.

“Ini murni kegiatan sosial keagamaan memang menjadi salah satu konsentrasi kami untuk menata hati kami dan masyarakat,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi okedaily.com.

Baca Juga : UMKM Binaan Perusahaan Migas HCML Baru Mampu Membuat Sambal?

Perlu diketahui, kegiatan ini diikuti oleh ratusan relawan Ra Mamak dan warga Yayasan Sataretanan Sumenep Berdaya yang merupakan sebuah yayasan bergerak di bidang sosial ekonomi dan pemberdayaan masyarakat, termasuk pendamping terhadap kaum dhu’afa dan anak yatim.

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel okedaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Related News

MPLS Ramah SMPN 1 Nonggunong, Murid Baru Disambut Semangat Kebersamaan
MPLS Berbasis Karakter, Binar Squad Ajak Siswa Belajar Bela Negara di Markas TNI
Tambang Galian C Ancam Asta Tinggi, Ansor Jatim Desak Penutupan Permanen
Sambut Akreditasi 2026, RSUD Moh Anwar Gelar Lomba Kesiapan Ruangan
PAKASA Bali Gelar Diskusi Budaya dan Ekonomi, Zulfikar Wijaya: Bali Rumah Bersama yang Harus Dijaga
RSUD dr Moh Anwar Sumenep Gelar Gebyar Mutu, Berikut Ini Tujuannya
Bupati Sumenep Tekankan Pelestarian Cagar Budaya untuk Perkuat Jati Diri Daerah
Bupati Sumenep: TACB Bukan Sekadar Formalitas, Tapi Penentu Arah Pelestarian Cagar Budaya

Related News

Selasa, 14 Juli 2026 - 21:32 WIB

MPLS Ramah SMPN 1 Nonggunong, Murid Baru Disambut Semangat Kebersamaan

Selasa, 14 Juli 2026 - 13:44 WIB

MPLS Berbasis Karakter, Binar Squad Ajak Siswa Belajar Bela Negara di Markas TNI

Minggu, 12 Juli 2026 - 15:34 WIB

Tambang Galian C Ancam Asta Tinggi, Ansor Jatim Desak Penutupan Permanen

Rabu, 8 Juli 2026 - 20:23 WIB

Sambut Akreditasi 2026, RSUD Moh Anwar Gelar Lomba Kesiapan Ruangan

Rabu, 17 Juni 2026 - 16:04 WIB

PAKASA Bali Gelar Diskusi Budaya dan Ekonomi, Zulfikar Wijaya: Bali Rumah Bersama yang Harus Dijaga

Latest News