Menelusuri Investasi dan Usaha PT WUS, Bagian 2 : SPBU Lenteng

- Editorial Team

Selasa, 18 Januari 2022 - 00:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menelusuri Investasi dan Usaha PT WUS, gambar ilustrasi SPBU (c) Retail Pertamina.

Menelusuri Investasi dan Usaha PT WUS, gambar ilustrasi SPBU (c) Retail Pertamina.

Sumenep – Selain membangun SPBU Batang-Batang, PT WUS juga membangun SPBU Lenteng yang berlokasi di Desa Lenteng Timur, Kecamatan Lenteng, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur. PT RAA pun ditunjuk guna mewujudkan investasi tersebut.

Gudang data Okedaily.com membuka, penunjukan PT RAA sebagai penyedia jasa pembangunan SPBU Lenteng oleh PT WUS, dituangkan dalam Surat Perjanjian Pemborongan pada tanggal 29 November 2019 silam.

PT WUS menunjuk langsung PT RAA atas dasar pengalaman kerjasama sebelumnya dalam pembangunan SPBU Batang-Batang, dengan nilai kerjasama pemborongan sebesar 5,6 milliar rupiah belum termasuk PPN.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pemilihan PT RAA sebagai penyedia jasa konstruksi untuk melaksanakan pekerjaan pembangunan SPBU Lenteng, juga tidak melalui mekanisme lelang atau tender, tetapi dengan penunjukan langsung dari PT WUS.

Padahal, pada Peraturan Pemerintah Nomor 54 Tahun 2017 tentang Badan Usaha Milik Daerah, pada Pasal 93 ayat (1) menyatakan bahwa, pengadaan barang dan jasa BUMD dilaksanakan memperhatikan prinsip efisiensi dan transparansi.

Sedangkan, di ayat (2) menyatakan bahwa, ketentuan mengenai pengadaan barang dan jasa BUMD sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diterapkan dengan Peraturan Kepala Daerah.

Baca Juga :  Piutang Belanja Pegawai Dinas Pendidikan Sumenep Dilirik, Ada yang Ngaku?

PT WUS beralasan, penunjukan langsung kepada PT RAA sebagai pelaksana pembangunan SPBU dilakukan, karena saat itu belum ada peraturan kepala daerah yang mengatur pengadaan barang dan jasa di BUMD.

Peraturan kepala daerah atau Perbup Sumenep yang mengatur pengadaan barang dan jasa Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kota Keris sendiri, baru diterbitkan di bulan Desember 2019.

Yakni, Peraturan Bupati Sumenep Nomor 63 Tahun 2019 tentang Pedoman Pengadaan Barang/Jasa Badan Usaha Milik Daerah, yang ditetapkan dan diundangkan pada tanggal 3 Desember 2019. 

Pada Perbup Sumenep yang dimaksud, juga dituangkan di Pasal 6 ayat (3) bahwa keputusan Direksi mengenai pelaksanaan barang/jasa ditetapkan paling lambat 6 (enam) bulan sejak Peraturan Bupati ini mulai berlaku dan selanjutnya dilaporkan kepada Sekretaris Daerah.

Berikutnya, tercantum dalam Laporan Hasil Pemeriksaan yang dilakukan auditor resmi negara, Kepala Divisi Administrasi dan SDM, PT WUS menerangkan bahwasanya RAB yang disampaikan oleh PT RAA tidak mencukupi.

“Karena tidak dilengkapi dengan dokumen yang memadai seperti standar harga satuan untuk pekerjaan konstruksi, spesifikasi teknis yang detail terkait peralatan dan mesin yang ditawarkan, maupun metode kerja.” terangnya di Lembaran Auditor Negara.

Selain itu, reviu yang dilakukan auditor negara pada dokumen Rencana Anggaran Biaya (RAB) pekerjaan pembangunan SPBU Batang- Batang dan SPBU Lenteng ditemukan, adanya perbedaan harga yang mencolok.

Baca Juga :  Korban Dishub Sumenep Pada Perluasan Bandara Trunojoyo Bertambah

Dari hasil perbandingan selisih harga tersebut diketahui bahwa walaupun periode pembangunannya lebih dahulu dilaksanakan, harga satuan tiap item pekerjaan di SPBU Batang-Batang lebih mahal daripada SPBU Lenteng.

Ketidaksesuaian biaya nampak jomplang di item pekerjaan yang sama, namun selisih harga satuannya signifikan. Total selisih harga yang membebani keuangan PT WUS adalah sebesar 1.9 milliar rupiah.

Atas kondisi tersebut Direktur Utama PT WUS menanggapi bahwa, SPBU Batang-Batang dibeli dari pihak ketiga yaitu PT BJS sebagai pemilik izin dan lokasi SPBU tersebut.

“Sedangkan pemegang izin dan lokasi SPBU Lenteng adalah PT WUS sendiri, sehingga wajar jika ada perbedaan harga dengan SPBU Batang-Batang,” jelas Direktur Utama PT WUS di Lembaran Auditor Negara.

Sementara, PT RAA yang dihubungi Okedaily.com guna meminta keterangannya terkait hal tersebut, tidak merespon panggilan seluler maupun pesan pendek yang dikirimkan, Senin (17/01).

Baca Juga :  Hak Siar Konten TV Kabel di Sumenep Dipertanyakan

Perlu diketahui, investasi PT WUS baik di SPBU Lenteng maupun Batang-batang yang pembangunannya dikerjakan PT RAA, masih belum beroperasi dan menghasilkan laba bagi perusahaan sampai saat ini.

Menjadi pertanyaan, ketidak cermatan yang dilakukan Direktur Utama PT WUS, dalam mengendalikan belanja Perusahaan Perseroan Daerah Kabupaten Sumenep.

Ditambah, terbitnya Perbup Sumenep Nomor 63 Tahun 2019 tentang Pedoman Pengadaan Barang/Jasa Badan Usaha Milik Daerah, yang hanya selisih beberapa hari dengan penunjukan langsung yang dilakukan PT WUS ke PT RAA.

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel okedaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Related News

Perkuat Jaringan Media Nasional dari Pulau Dewata, Garuda TV Bali dan Garuda FM Bali Resmi Diluncurkan
Jaringan Motor Bodong, Hingga Dugaan Kerjasama Oknum Penadah dan Polsek Sapudi
Dituduh Gelapkan Uang, Oknum Polisi di Sumenep Dilaporkan Korban ke Polresta
Gagalkan Ekspor Ilegal, Bea Cukai Sita 3,4 Ton Merkuri Cair di Surabaya
Kunjungi Keluarga KD di Buleleng, De Dadjah: Keadilan Harus Ditegakkan Melalui Hukum
DPRD Denpasar Apresiasi Capaian Proyek Strategis PUPR 2025, Tommy: Pengawasan Tetap Jadi Prioritas
DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Bali Resmi Dukung Don Muzakir Mengisi Jabatan Wakil Menteri Pertanian RI
Tommy Sumertha Dukung Sudaryono Pimpin BGN, Optimistis Benahi Program Makan Bergizi Gratis

Related News

Kamis, 6 Agustus 2026 - 17:09 WIB

Perkuat Jaringan Media Nasional dari Pulau Dewata, Garuda TV Bali dan Garuda FM Bali Resmi Diluncurkan

Jumat, 31 Juli 2026 - 16:25 WIB

Dituduh Gelapkan Uang, Oknum Polisi di Sumenep Dilaporkan Korban ke Polresta

Kamis, 30 Juli 2026 - 17:53 WIB

Gagalkan Ekspor Ilegal, Bea Cukai Sita 3,4 Ton Merkuri Cair di Surabaya

Selasa, 28 Juli 2026 - 18:15 WIB

Kunjungi Keluarga KD di Buleleng, De Dadjah: Keadilan Harus Ditegakkan Melalui Hukum

Selasa, 28 Juli 2026 - 14:46 WIB

DPRD Denpasar Apresiasi Capaian Proyek Strategis PUPR 2025, Tommy: Pengawasan Tetap Jadi Prioritas

Latest News

Unit mesin bantuan program PPM HCML 2026 untuk kelompok nelayan kakap merah di Pesisir Pancor. Program ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas, akses pasar, dan kesejahteraan nelayan di wilayah pesisir. ®okedaily.com [Foto: Hasan Al-Hakiki]

Ekonomi Bisnis

Harapan Baru di Pesisir Pancor, PPM HCML 2026 Dukung Nelayan Kakap Merah

Selasa, 11 Agu 2026 - 13:37 WIB