Menelusuri Investasi dan Usaha PT WUS, Bagian 3 : SPBU Nonggunong

- Editorial Team

Rabu, 26 Januari 2022 - 00:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menelusuri Investasi dan Usaha PT WUS, Bagian 3 : SPBU Nonggunong. Tampak masyarakat sedang mengantri membeli BBM (c) Redaksi

Menelusuri Investasi dan Usaha PT WUS, Bagian 3 : SPBU Nonggunong. Tampak masyarakat sedang mengantri membeli BBM (c) Redaksi

Sumenep – Selain menjadi pengelola dana Participating Interest (PI) 10% dari Blok Madura Offshore bagi Kabupaten Sumenep, PT Wira Usaha Sumekar (PT WUS) memfokuskan bidang usahanya di beberapa Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).

Termasuk, SPBU Nonggunong yang berlokasi di Pulau Sapudi, Kecamatan Nonggunong, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur. Berdasarkan informasi yang dihimpun dari berbagai sumber, merupakan kepunyaan PT WUS.

Seperti yang diterangkan oleh MA (inisial) warga masyarakat Pulau Sapudi, jika pengusahaan SPBU Nonggunong semenjak dua tahun lalu telah berada di bawah kendali PT WUS, yang juga Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Sumenep.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

SPBU Nonggunong sudah beroperasi di Sapudi kurang lebih sejak empat tahun yang lalu. Awalnya yang punya pengusaha dari Kangean, dan dua tahun lalu dijual ke PT WUS” terang MA, melalui panggilan seluler, Selasa (25/1).

Kemudian MA menjelaskan, bahwasanya yang dipercaya untuk menangani operasional SPBU Nonggunong, baik saat sebelum maupun sesudah dipegang PT WUS tetap sama.

“Pengelolanya tidak berganti dan tetap dipercayakan ke tokoh Nonggunong,” jelasnya.

Sebelumnya, awak media telah lebih dulu mengkonfirmasi pihak PT Balqis, yang membenarkan keterangan MA tentang PT WUS yang kini sebagai pemilik SPBU Nonggunong.

Berkomunikasi lewat telepon, Minggu (23/1), PT Balqis yang merupakan pemilik SPBU Nonggunong pertama kali itu menyebutkan. “Punyanya WUS itu, bukan punyanya saya lagi,” sebutnya.

Baca Juga :  Beyond Reality: Exploring the Future of Gaming with Virtual Reality Technology

Menelusuri keterangan-keterangan yang diberikan para narasumber, Direktur Operasional PT WUS ZU (inisial), saat dihubungi via seluler, Selasa (25/1), membantah kepemilikan SPBU Nonggunong.

“Bukan punya PT WUS, itu atas nama PT Balqis. Kamu cek ke Pertamina saja untuk validnya itu (SPBU Nonggunong, red) atas nama siapa,” bantahnya.

Selanjutnya, sebelum panggilan telepon terputus, ZU sempat menyampaikan keberatannya atas narasi-narasi pemberitaan Okedaily.com terkait PT WUS sebelumnya.

Pernyataan itu tentu saja kemudian direspon dengan chat WhatsApp, kesiapan Redaksi untuk memberikan hak jawab. Namun tidak mendapatkan balasan dari Direktur Operasional PT WUS tersebut.

Perbedaan keterangan yang diberikan antara warga masyarakat Sapudi dan owner PT Balqis dengan bantahan ZU Direktur Operasional PT WUS, memancing penelusuran lebih lanjut.

Gudang data Okedaily.com membuka, komposisi kepemilikan saham PT WUS per 30 Juni 2020 adalah, Pemkab Sumenep sebesar 75,30% saham, PT MMI 24,20% saham, PD Sumekar 0,45% saham dan AS senilai 0,05%.

Baca Juga : Participating Interest 10% Bukan Pendapatan Melainkan Beban

Kepemilikan saham itu melingkupi seluruh kegiatan usaha yang dijalankan PT WUS, sesuai dengan yang tercantum di Laporan Hasil Pemeriksaan Auditor Negara Tahun 2020, yakni :

  1. Usaha Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) 54.694.08 yang beralamat di Jalan Arya Wiraraja Nomor 8-10 Sumenep, merupakan usaha utama dan usaha tersebut masih beroperasi sampai saat ini.
  2. Usaha penunjang yang berlokasi di area SPBU 54.694.08 yaitu berupa usaha bengkel, cuci mobil, warnet, kantin, minimarket, persewaan lapangan futsal dan persewaan rest area. Namun hanya usaha cuci mobil yang masih beroperasi, sedangkan usaha lainnya hanya beroperasi dari Tahun 2009 s.d. Tahun 2012.
  3. Usaha perdagangan di bidang polowijo, sembako, garam dan rumput laut yang beroperasi dari Tahun 2010 s.d. Tahun 2011.
  4. Usaha Solar Paket Dealer Nelayan (SPDN) yang beralamat di Dusun Karang Barat, Desa Tamberu, Kecamatan Batumarmar, Kabupaten Pamekasan yang beroperasi dari Tahun 2012 s.d. Tahun 2014, dan sampai saat ini belum aktif karena masih menunggu izin operasi dari Pertamina.
  5. Menggalang pendanaan Participating Interest 10% untuk memenuhi sharing usaha dengan Santos (Madura Offshore) Pty, Ltd. sebuah perusahaan asing selaku Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) yang beroperasi di Maleo, di perairan wilayah Kabupaten Sumenep dalam kegiatan eksplorasi dan ekploitasi minyak dan gas bumi.
  6. PT WUS saat ini masih dalam proses pengembangan usaha atas pembukaan SPBU di Batang-Batang dan di Lenteng, serta SPBBD di Pulau Sapudi.
Baca Juga :  Festival Srikaya 2025, Upaya Pemkab Sumenep Dongkrak Ekonomi Petani

Baca Juga : Menelusuri Investasi dan Usaha PT WUS, Bagian 2 : SPBU Lenteng

Tertulis dalam hasil audit tersebut, “usaha atas pembukaan SPBU di Batang-Batang dan di Lenteng, serta SPBBD di Pulau Sapudi. Memiliki artian, belum ada unit kegiatan usaha PT WUS yang berada di wilayah Kepulauan Sumenep.

Baca Juga :  Pemerintah Kabupaten Sumenep Akan Bentuk Komite Ekonomi Kreatif, Ini Sosok Pioneer-nya

Bermacam pertanyaan pun timbul, mengapa pihak PT Balqis menyebutkan SPBU Nonggunong bukan kepunyaannya melainkan PT WUS?

Secara logika apakah mungkin, PT Balqis mau mengakui suatu usaha besar dan resmi seperti penjualan BBM dalam bentuk SPBU Nonggunong, adalah kepunyaan PT WUS, jika memang masih miliknya?

Atau, benar data yang ada di Pertamina untuk SPBU Nonggunong, masih atas nama PT Balqis. Tetapi, sudah ada kesepakatan bersama pengambilalihan pengusahaan seperti yang terjadi pada usaha PT WUS di SPBU Batang-Batang?

Baca Juga : Menelusuri Investasi dan Usaha PT WUS, Bagian 1 : SPBU Batang-Batang

Jikalau memang telah ada perjanjian kerja sama bahwa sesungguhnya SPBU Nonggunong, telah dimiliki, mengapa tidak dimasukkan secara tertulis ke dalam kegiatan usaha yang dilakukan oleh PT WUS?

Mengingat, sebagai BUMD, anggaran pendapatan/pengeluaran harus dapat dipertanggungjawabkan jajaran Direksi, kepada Komisaris serta para pemilik saham PT WUS, termasuk juga kepada masyarakat Sumenep.

Tentunya, masyarakat Kota Keris tak menginginkan SPBU Nonggunong hanya menjadi ajang keuntungan pribadi dan mengulang catatan buruk PT WUS, beberapa tahun silam yang diyakini sejumlah pihak masih belum terungkap semua.

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel okedaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Related News

Medco Energi Siapkan Pengeboran di Blok Madura Offshore, Pulau Sapudi Bakal Dikeruk Lagi?
Kredit UMKM Seret, Prof AQ Dorong BI Perkuat Transmisi Kebijakan ke Tingkat Bawah
Harapan Baru di Pesisir Pancor, PPM HCML 2026 Dukung Nelayan Kakap Merah
TIM Cara’de Latih Warga Desa Tinggimae Kelola Usaha Secara Profesional
Le Cataya Hadirkan “Padel Experience”, Destinasi Olahraga dan Wellness Modern di Denpasar Timur
Perkuat Ekonomi Rakyat, Bupati Sumenep Dorong Koperasi Tumbuh Sehat dan Berdaya Saing
Mahasiswa KKN 02 Universitas Yudharta Pasuruan Dorong Inovasi Olahan Jagung, Berikut Pelatihannya
Le Cataya Hadirkan Reformer Pilates di The Cakra Hotel Bali, Terbuka untuk Umum

Related News

Senin, 24 Agustus 2026 - 09:16 WIB

Medco Energi Siapkan Pengeboran di Blok Madura Offshore, Pulau Sapudi Bakal Dikeruk Lagi?

Kamis, 13 Agustus 2026 - 09:48 WIB

Kredit UMKM Seret, Prof AQ Dorong BI Perkuat Transmisi Kebijakan ke Tingkat Bawah

Selasa, 11 Agustus 2026 - 13:37 WIB

Harapan Baru di Pesisir Pancor, PPM HCML 2026 Dukung Nelayan Kakap Merah

Selasa, 4 Agustus 2026 - 11:34 WIB

TIM Cara’de Latih Warga Desa Tinggimae Kelola Usaha Secara Profesional

Kamis, 23 Juli 2026 - 00:12 WIB

Le Cataya Hadirkan “Padel Experience”, Destinasi Olahraga dan Wellness Modern di Denpasar Timur

Latest News

Antusias pengunjung pada momen Gebyar Paud Gayam, menjadi berkah bagi UMKM setempat. ®okedaily.com [Foto: Hasan Al-Hakiki]

Nasional

Gebyar PAUD Gayam Meledak, Bazar UMKM Diserbu Pengunjung

Minggu, 23 Agu 2026 - 10:10 WIB

Bendera Merah Putih berkibar sebagai simbol kemerdekaan Indonesia. Namun, kemerdekaan juga perlu diukur dari sejauh mana rakyat menikmati keadilan, kesejahteraan, pekerjaan layak, pendidikan, dan akses terhadap sumber daya ekonomi. ®okedaily.com [Foto: Mashudi Surahman]

Editorial

Merdeka di Tiang Bendera, Kapan di Perut Rakyat?

Selasa, 18 Agu 2026 - 09:38 WIB