Meramal Sikap Diamnya Dibalik Program Pengadaan Batik ASN, Bupati Sumenep?

- Redaksi

Selasa, 31 Januari 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dok. Kurniadi. ©Okedaily.com

Dok. Kurniadi. ©Okedaily.com

OKEDAILY.COM Kisruh tentang pengadaan batik untuk Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sumenep, ramai dibicarakan warga beberapa waktu yang lalu, tak kunjung memperoleh tanggapan dari pemerintah setempat.

Mulai dari Bupati, Kepala Disperindag hingga Kepala Bagian Hukum Setdakab Sumenep, memilih bungkam. Mereka memilih menghindar dari wartawan takut ditanyakan soal itu.

Praktis, pertanyaan kenapa pembelian seragam resmi untuk ASN dibebankan kepada ASN? Kenapa desain batik langsung merujuk pada buah karya pihak tertentu? Apa motivasi pemerintah melakukan itu? Apa hubungan Bupati dengan pemilik desian, sehingga desainnya yang dipilih dan pengadaannya diserahkan kepadanya, tak terjawab, tak terjelaskan!

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Baca Juga :  Bupati Sampang Resmikan Jalan Lingkar Selatan, Diberi Nama Pahlawan Nasional

Sederet pertanyaan lanjutan, lalu menjadi tumplek blek di alam pikir setiap orang dan wartawan, mengikuti siap diam bupati. Masyarakat pun akhirnya mulai bertanya-tanya, inikah implementasi dari tagline “Bismillah Melayani” yang konon sudah memperoleh piagam penghargaan karena Bupati sukses melaksanakannya? Apakah piagam penghargaan itu tidak diperoleh Bupati dari membeli di toko rongsokan barang bekas?.

Dibawah sikap diam Bupati itu, saya ingin berpartisipasi dan ikut berspekulasi. Bagi saya, diamnya Bupati itu berayun diantara 2 (dua) kemungkinan.

Pertama ; Bupati Malu. Yaah, malu. Malu karena programnya ditelanjangi. Malu, karena setelah ditelanjangi ternyata mempertontonkan niat busuknya terbongkar. Pelaku UKM akhirnya tahu, ternyata pihaknya akan dijadikan komoditas politik untuk tahun 2024. Niat untuk meraup simpati, yang didapat akhirnya kebencian pelaku UKM kepadanya. Bagaimana tidak malu?

Baca Juga :  Baznas Sumenep Berlari Kencang Meski Sepatunya Tak Resmi

Selain itu, masih soal malu, kemaluan Bupati lebih besar dan lebih memanjang lagi karena dari program itu tidak hanya menuai benci dari pelaku UKM, Bupati juga menyadari kalau ASN yang selama ini bekerja kepadanya, terlihat patuh dan hormat kepadanya, ternyata berpotensi menyimpan benci kepadanya.

Pasalnya, ASN merasa diperas dan dipalak terus-menerus. Mulai dari batik Beddei, PIN Bergambar Keris hingga Batik Tera’ Bulan, ASN yang menanggung derita. Bagaimana mungkin hanya karena ingin dipuji pelaku UKM, pihaknya justru potensi kehilangan dukungan dari ASN?

Yang lebih memalukan lagi, bupati tidak dapat lagi menghindar untuk diberi status Bupati bodoh dan sampah. Bodoh, karena tidak mampu membuat alasan-alasan yang masuk akal. Sampah, karena otaknya penuh berisi kotoran busuk.

Baca Juga :  September, Mencatat Demonstrasi Mahasiswa

Yang lebih memalukan pula, Bupati karena kebodohannya potensi kehilangan bandar politik untuk kontestasi di Pemilukada 2024 yang akan datang. Bagaimana mungkin akan ada bandar politik yang akan membiayai kepentingannya?

Kedua ; Bupati mulai takut. Yaah, takut. Takut karena akibat perbuatannya bisa menyeret dirinya ke balik jeruji besi. Pasalnya, pembuatannya mulai diidentifikasi sebagai tindak pidana pungli. Penipuan dan pemalakan.

Baca Juga :  PKC PMII Sumatera Utara Apresiasi Kinerja Bupati Radiapoh

Penulis : Kurniadi, Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Madura (YLBH-Madura)

Tulisan opini ini sepenuhnya merupakan tanggungjawab penulis, dan tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi media okedaily.com

Kanal opini media okedaily.com terbuka untuk umum. Maksimal panjang naskah 4.000 karakter, atau sekitar 600 kata.

Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri anda dan nomor telepon yang bisa dihubungi. Kirim ke alamat e-mail: opini@okedaily.com

Facebook Comments Box

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel okedaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Membedah Tuntutan Iran dan Inkonsistensi Trump di Selat Hormuz
Menagih Peran: Mengapa Diaspora Pengusaha Ra’as Belum Terjamah?
Aktivis Pembunuh Petani Tembakau
Dua Wajah Negara: Keadilan dalam 6 Hari dan 990 Hari
Catatan Fauzi AS: Kejujuran Memerlukan Ketulusan Hati
Teka-Teki PR Fiktif, Obrolan Warung Kopi Menuju Kebijakan Bupati Suka-Suka
Baznas Sumenep, Lembaga Amal atau Agensi Pencitraan?
Baznas Sumenep Berlari Kencang Meski Sepatunya Tak Resmi

Berita Terkait

Kamis, 9 April 2026 - 16:11 WIB

Membedah Tuntutan Iran dan Inkonsistensi Trump di Selat Hormuz

Rabu, 8 April 2026 - 19:58 WIB

Menagih Peran: Mengapa Diaspora Pengusaha Ra’as Belum Terjamah?

Senin, 6 April 2026 - 19:49 WIB

Aktivis Pembunuh Petani Tembakau

Kamis, 19 Maret 2026 - 03:57 WIB

Dua Wajah Negara: Keadilan dalam 6 Hari dan 990 Hari

Minggu, 27 Juli 2025 - 20:22 WIB

Catatan Fauzi AS: Kejujuran Memerlukan Ketulusan Hati

Berita Terbaru

Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, dr. Erliyati, M.Kes. ©okedaily.com/istimewa

Nasional

RSUD Moh Anwar Sumenep Terus Perkuat Layanan Kesehatan 2026

Selasa, 28 Apr 2026 - 11:15 WIB

Terpantau, Ketua Banggar DPR RI, MH. Said Abdullah, menghadiri Musancab 2026 DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sumenep. ©okedaily.com [foto: Mashudi Surahman]

Politik

Musancab 2026, PDIP Sumenep Targetkan 15 Kursi DPRD

Minggu, 26 Apr 2026 - 14:59 WIB

I Gede Tommy Sumertha, Anggota DPRD Kota Denpasar. Foto: AI

Berita

Ditolak 2021, Akhirnya PSEL Diteken

Minggu, 26 Apr 2026 - 09:44 WIB

Verified by MonsterInsights