Minta Revisi Pasal-Pasal Kontroversial, Aksi AMUBA DIY Tolak RKUHP

- Editorial Team

Sabtu, 23 Juli 2022 - 21:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

AMUBA tolak RKUHP. ©Okedaily.com/H.Rahman

AMUBA tolak RKUHP. ©Okedaily.com/H.Rahman

OKEDAILY, JOGJA – Aliansi Mahasiswa Untuk Bantul (AMUBA) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) lakukan aksi penolakan terhadap RKUHP atau Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana Indonesia, bertempat di 0 km Bantul atau perempatan klodran Bantul, Sabtu (23/7/2022).

Aliansi mahasiswa yang tergabung di AMUBA DIY ini terdiri dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Nusantara DIY, SEMMI Cabang Bantul dan BEM PTNU Korwil DIY.

Aksi ini dilakukan berdasarkan melihat situasi dan kondisi yang terjadi saat ini. Maka dengan ini, AMUBA DIY merespon segala bentuk problematika yang terjadi di negri tercinta ini demi merawat kesatuan dan persatuan bangsa.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Koordinator Aksi Syafaat Taslim menyampaikan, bahwa AMUBA ini menjadi kado dari mahasiswa untuk Bantul. Mengingat beberapa hari yang lalu, telah memperingati hari lahir Bantul yang ke-191.

Baca Juga :  Kapolrestabes Medan Kombes Riko Sunarko dicopot

“Harapannya semoga kedepannya Bantul bisa lebih jaya lagi dan bisa lebih bersih lahir dan batin. Artinya bersih kotanya dari sampah dan bersih daerahnya dari paham-paham yang bertentangan dengan ideologi pancasila,” ujar Taslim.

Tambahnya, paham radikalisme semakin menjamur di kampus-kampus yg ada di daerah Bantul. ajaran-ajaran dan doktrin ideologi yg bertentangan dengan pancasila seakan bisa berkembang dengan mudah. Padahal bantul ini terkenal dengan kota yg religius di buktikan dengan banyaknya jumlah pesantren di daerah ini.

“Timbul pertanyaan kemana stakeholder DIY khususnya daerah Bantul? Apakah mereka tidak tahu-menahu, atau pura-pura tidak tau? Lalu terkait problematika sampah di TPST piyungan masih belum di tuntaskan, saudara kami di sana di paksa sehat dalam lingkungan penyakit,” tukasnya.

“Dan juga tuntutan tentang RKUHP, masih banyak pasal-pasal yang kontroversial, multitafsir dan tidak memihak kepada rakyat. Maka dari itu kami mendesak kepada pemerintah untuk melibatkan publik dalam perancangan hingga pengesahan RKUHP,” tegasnya.

Baca Juga :  Restrukturisasi dan Penguatan, BEM Nusantara Daerah Jatim Gelar Rakerda di UIN SATU

Adapun Tuntutannya :

  1. Mendesak Stakeholder DIY khususnya Bantul untuk melakukan langkah strategis dalam menangkal paham yang bertentangan dengan ideologi pancasila (Khilafah, radikalisme dan intoleransi).
  2. Pemerintah DIY khususnya Bantul lebih tegas dalam melakukan penjaringan dan penyeleksian dalam menempatkan stakeholder khususnya ASN.
  3. Cabut pasal 218, 274, 240, 241 dan revisi pasal 418.
  4. Meminta dengan tegas kepada Pemerintah RI dan DPR RI untuk merevisi pasal-pasal yang kontroversial dan melakukan transparansi serta melibatkan publik dalam pembentukan hingga pengesahan RKUHP.
  5. Melakukan pengelolaan sampah yang baik dan tepat agar terwujudnya lingkungan hidup yang sehat dan nyaman untuk dihuni oleh masyarakat.
  6. Memperbaiki akses jalan guna mempermudah mobilitas masyarakat untuk melakukan kegiatan setiap harinya.
  7. Menjaga dan mengawasi segera kegiatan pengelolaan sampah agar tidak mencemari dan merusak lingkungan hidup masyarakat.
  8. Menertibkan suatu kebijakan yang tepat guna menyelesaikan permasalahan lingkungan hidup sesuai amanat pasal 28H ayat (1) UUD NRI Tahun 1945 tentang hak hidup sejahtera lahir dan batin, bertempat tinggal dan mendapatkan lingkungan hidup baik dan sehat serta berhak memperoleh pelayanan kesehatan.
Baca Juga :  Sejumlah Tokoh Nasional Hadiri Rakerda BEM Nusantara Jawa Timur di Tulungagung

“Gerakan ini akan terus berkelanjutan sampai suara kami didengar oleh pemerintah,” kata Taslim.

>>> Dapatkan Update Informasi Pilihan Setiap Hari, Dengan Bergabung di Grup Telegram OKEDAILY.COM Update. Caranya >Klik Disini< dan Join. Pastikan Anda Telah Menginstal Aplikasi Telegram Terlebih Dahulu di Ponsel.

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel okedaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Related News

Danramil 0827/20 Sapudi Serahkan Piagam Petugas Paskibraka, Ini Pesan Untuk Generasi Muda
Semangat Kemerdekaan Membara di Gayam, Semua Kalangan Turut Upacara
Bupati Wongsojudo Kukuhkan Paskibraka Sumenep 2026, Ini Pesannya
Hingga Larut Malam, Warga Prambanan Sumenep Nekat Perbaiki Jalan Kabupaten yang Terlantar
5 KUB Nelayan Kalowang Terima Bantuan dari PPM HCML 2026
AJS Apresiasi Sikap Tegas Kapolresta Sumenep, Tak Segan Proses Anggota Bermasalah
Green Grow dari Kotoran Ternak, Harapan Baru Petani Sapudi
Perkuat Jaringan Media Nasional dari Pulau Dewata, Garuda TV Bali dan Garuda FM Bali Resmi Diluncurkan

Related News

Senin, 17 Agustus 2026 - 14:53 WIB

Danramil 0827/20 Sapudi Serahkan Piagam Petugas Paskibraka, Ini Pesan Untuk Generasi Muda

Senin, 17 Agustus 2026 - 13:35 WIB

Semangat Kemerdekaan Membara di Gayam, Semua Kalangan Turut Upacara

Minggu, 16 Agustus 2026 - 16:40 WIB

Bupati Wongsojudo Kukuhkan Paskibraka Sumenep 2026, Ini Pesannya

Minggu, 16 Agustus 2026 - 12:45 WIB

Hingga Larut Malam, Warga Prambanan Sumenep Nekat Perbaiki Jalan Kabupaten yang Terlantar

Rabu, 12 Agustus 2026 - 20:10 WIB

5 KUB Nelayan Kalowang Terima Bantuan dari PPM HCML 2026

Latest News

Pemerhati Kebijakan Publik, Fauzi AS. ®okedaily.com [Foto: Istimewa]

Kopini

Fauzi AS: Merdeka di Tiang Bendera

Senin, 17 Agu 2026 - 13:10 WIB