Minyak Goreng Subsidi di Pulau Sapudi Langka, Pedagang Datangkan Dari Kabupaten Tetangga

- Editorial Team

Selasa, 15 Februari 2022 - 09:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto salah satu merk minyak goreng yang harganya masih terjangkau di salah satu grosir di Pulau Sapudi ©Redaksi

Foto salah satu merk minyak goreng yang harganya masih terjangkau di salah satu grosir di Pulau Sapudi ©Redaksi

SUMENEP – Masyarakat Pulau Sapudi Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, hingga detik ini belum bisa dikatakan merata dalam menikmati harga minyak goreng nasional.

Para pedagang Pulau Sapudi yang memiliki dua kecamatan yakni, Gayam dan Nonggunong, masih menjual minyak goreng dengan harga yang melambung.

Menurut pengakuan Aini warga Kecamatan Gayam, mahalnya minyak goreng di Pulau Sapudi lantaran barang yang bersubsidi disinyalir sangat langka, sehingga para pedagang masih menjual dengan harga yang non-subsidi.

“Ini saja masih mahal mas, minyak gorengnya langka, adanya cuma seperti harga biasanya,” kata Aini yang berdomisili di Kecamatan Gayam, Pulau Sapudi.

Kemudian, Aini juga menginginkan harga minyak goreng di Pulau Sapudi sama seperti didaratan, sehingga masyarakat dapat menikmati dengan harga murah.

“Apalagi minyak goreng ini kebutuhan sehari-hari di dapur mas, kalau harga nasional tidak sampai di kepulauan, sampai kapan kita seperti dianak tirikan,” ungkapnya sedih.

Pada saat awak media menghubungi salah satu pemilik toko grosir di Kecamatan Gayam, Fitra Muhammadi menyampaikan, bahwa kelangkaan minyak goreng bersubsidi di Pulau Sapudi disebabkan benyak pedagang yang tidak memiliki relasi, sehingga sebagian dari mereka hanya memasarkan sesuai harga yang didapatkan dari grosir.

“Banyak pedagang di Pulau Sapudi yang tidak memiliki relasi mas, makanya mahal harganya, mungkin hanya saya saja yang berani menjual harga nasional, tapi stoknya juga terbatas,” ujarnya.

Disinggung darimana dirinya mendapatkan pemasok minyak goreng subsidi, pria yang akrab disapa Dedi itu mengungkapkan dirinya mengambil dari relasi-relasinya yang ada di Kabupaten tetangga seperti Situbondo, Bondowoso dan lain sebagainya.

“Perputaran ekonomi rata-rata masyarakat Pulau Sapudi dari Situbondo mas, sebab setiap hari bisa 2-4 perahu yang berangkat per hari, ketimbang ke Sumenep,” lanjutnya.

Sejak awal kata Dedi, dirinya sudah berusaha mencari relasi pada distributor minyak goreng subsidi yang ada di Kabupaten Sumenep. Namun ia mengaku sangat susah untuk mendapatkan harga yang murah, sebab menurutnya, diduga banyak mafia yang bermain di harga.

“Kalau di Sumenep itu banyak mafianya mas, jika mau masuk ke distributor yang memiliki minyak bersubsidi biasanya di oper-oper, jadi ujung-ujungnya mahal juga harganya,” terang Dedi.

Oleh karenanya, pengusaha muda itu mencoba untuk mencari relasi sendiri di luar Kabupaten Sumenep.

Baca Juga :  Webinar Desa Cerdas Sumatera Utara Dorong Transformasi Digital Desa

Dedi mengaku selama ini dirinya sudah mendatangkan 300 karton minyak goreng untuk agenda pasar murah di Pulau Sapudi, sementara pekan yang akan datang dirinya menargetkan bisa mendatangkan 1000 karton.

“Disini (Pulau Sapudi, red) pemasarannya enak mas, jadi tidak susah, karena masih ada beberapa organisasi dan paguyuban yang berlomba-lomba berbuat kebaikan membantu masyarakat untuk gelar pasar murah minyak goreng,” jelas dia.

Beberapa organisasi di Pulau Sapudi yang dimaksud Dedi dalam membantu pemasaran minyak goreng bersubsidi adalah, Gerakan Pemuda Ansor, Pemuda Pancasila dan Paguyuban Nelayan.

“Mereka semuanya ngambil ke saya, mereknya pun bervariasi ada yang fortune dan ada yang elfira,” pungkasnya.

Sebatas informasi, pemerintah sudah menetapkan Harga Eceran Tertinggi untuk minyak goreng sejak 01 Februari 2022.

Baca Juga :  Pelaku UMKM di Sumenep Keluhkan Penahanan Agunan KUR oleh Bank

Untuk rincian harganya, minyak curah Rp 11.500 perliter, minyak goreng kemasan sederhana Rp 13.500 perliter, dan minyak goreng kemasan Premium Rp 14.000 perliter.

Sementara harga minyak goreng di pasar dan toko di Pulau Sapudi Kabupaten Sumenep masih berkisaran Rp 18.500 sampai Rp 20.000 perliter.

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel okedaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Related News

Catat Tanggalnya! Pemkab Sumenep Bakal Gelar Job Fair 2026, Puluhan Perusahaan Buka Lowongan
Rumus Ketahanan Pangan Ala De Gadjah: Dari Petani, Koperasi, untuk Gizi Rakyat
Dari Konten Jadi Cuan, Yayasan De Gadjah Gandeng Folago TikTok Latih Gen Z dan UMKM Bali
KEI Genjot Ekonomi Lokal Lewat UMKM Binaan, Kerajinan Santigi Jadi Produk Unggulan
Kerugian Disebut Tembus Rp7 Miliar, Investasi MBG di Madura Bermasalah?
Pertalite Diambil Pakai Jeriken di SPBU Sumenep, Ada Persoalan Tata Kelola?
OJK Tutup 12 BPR hingga Agustus 2026, Ini Daftarnya dan Nasib Dana Nasabah
Prof Ahmad Riyadh: SMSI Harus jadi Jembatan Keuangan Global ke Ekonomi Desa

Related News

Senin, 21 September 2026 - 14:29 WIB

Catat Tanggalnya! Pemkab Sumenep Bakal Gelar Job Fair 2026, Puluhan Perusahaan Buka Lowongan

Minggu, 20 September 2026 - 08:54 WIB

Rumus Ketahanan Pangan Ala De Gadjah: Dari Petani, Koperasi, untuk Gizi Rakyat

Minggu, 20 September 2026 - 07:57 WIB

Dari Konten Jadi Cuan, Yayasan De Gadjah Gandeng Folago TikTok Latih Gen Z dan UMKM Bali

Jumat, 18 September 2026 - 19:26 WIB

KEI Genjot Ekonomi Lokal Lewat UMKM Binaan, Kerajinan Santigi Jadi Produk Unggulan

Jumat, 18 September 2026 - 18:58 WIB

Kerugian Disebut Tembus Rp7 Miliar, Investasi MBG di Madura Bermasalah?

Latest News

Figur muda Muhlis Fajar digadang-gadang bakal maju Pilkades Serentak 2027 di Sumenep, dinilai bawa energi baru untuk Desa Paseraman. ®okedaily.com [Foto: Dok. Pribadi]

Politik

Figur Muda Muhlis Fajar Digadang Maju Pilkades 2027 Sumenep

Sabtu, 26 Sep 2026 - 12:49 WIB