Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Politik

MPR RI Gelar Sosialisasi 4 Pilar, Jazilul Fawaid: Bali Simbol Kerukunan Umat Beragama

Avatar of Okedaily
9
×

MPR RI Gelar Sosialisasi 4 Pilar, Jazilul Fawaid: Bali Simbol Kerukunan Umat Beragama

Sebarkan artikel ini
MPR RI Gelar Sosialisasi 4 Pilar, Jazilul Fawaid: Bali Simbol Kerukunan Umat Beragama
Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI Jazilul Fawaid, politisi PKB. ©Wandy's

BADUNG – Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI Jazilul Fawaid menggelar sosialisasi empat pilar Kebangsaan di Hotel Sunset 100 Kuta, Jum’at (25/2). Sosialisasi ini bekerjasama dengan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKB Provinsi Bali.

Dalam kesempatan ini, Jazilul Fawaid mengingatkan bahwa Empat Pilar Kebangsaan meliputi Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) merupakan gagasan para pahlawan.

“Terus terang ini merupakan warisan yang luar biasa. Karena merumuskan empat pilar ini bukan sesuatu yang mudah, untuk kerukunan rakyat Indonesia,” kata Jazilul saat memberikan sambutan.

Di depan ratusan peserta yang terdiri dari mahasiswa, pemuda, ormas keagamaan, tokoh lintas agama serta kelompok yang lainnya, Gus Jazil mengaku merasa bangga dirinya berada di Bali di mana masyarakatnya menjaga betul kerukunan umat beragama.

Baca Juga :  Berturut turut, Brakacu Kembali Torehkan Kejuaraan Futsal Alfanet Cup

MPR RI Gelar Sosialisasi 4 Pilar, Jazilul Fawaid: Bali Simbol Kerukunan Umat Beragama

“hari ini sungguh luar biasa, saya melihat Bali seperti taman bunga semua bisa hidup (berdampingan, red) disini. Inilah simbol kerukunan umat beragama,” ungkapnya dengan penuh rasa bahagia.

Pria asal Pulau Bawean Kabupaten Gresik, Jawa Timur, itu mengatakan, Empat pilar tersebut merupakan nilai-nilai luhur yang perlu diimplementasikan dalam kehidupan keseharian oleh seluruh komponen yang ada, dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya tidak ada yang bertentangan dengan norma-norma yang hidup di masyarakat.

“apalagi PKB lahir dari rahim Nahdlatul Ulama, jadi kita harus betul-betul menjaga bangsa ini dengan baik. Karena memang kita (PKB) dilahirkan untuk menguatkan pilar yang ada,” pungkasnya.

Sebagai kader NU, Jazilul Fawaid terus mendorong organisasi yang didirikan oleh KH Hasyim Asyari ini, terus mengawal moral dan persatuan bangsa. Ia mengingatkan pesan-pesan para pendahulu di organisasi Kaum Nahdliyin itu tentang pentingnya menjaga nilai-nilai moral di tengah masyarakat dan generasi muda.