Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Opini

PB Imabara Serukan Perusahaan Industri di Lingkungan Kabupaten Batu Bara Kurangi Emisi Karbon

Avatar of Okedaily
46
×

PB Imabara Serukan Perusahaan Industri di Lingkungan Kabupaten Batu Bara Kurangi Emisi Karbon

Sebarkan artikel ini
PB Imabara Serukan Perusahaan Industri di Lingkungan Kabupaten Batu Bara Kurangi Emisi Karbon
Ilustrasi : Perusahaan Industri yang tidak ramah lingkungan. ©Pandi_Nagara

OKEDAILY.COM Menjamurnya perusahaan industri di Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara, menjadi atensi banyak kalangan, salah satunya dari Pengurus Besar (PB) Imabara singkatan dari Ikatan Mahasiswa Batu Bara.

Atensi PB Imabara ini dilakukan bertepatan dengan peringatan Hari Bumi 2022, yang diselenggarakan pada, Selasa (26/4) kemarin, di sekretariat PB Imabara.

PB Imabara dan Perhimpunan mahasiswa Pemuda Batu Bara menggelar diskusi dan konsolidasi yang bertajuk “Dampak Industri Terhadap Lingkungan dan Alam Sekitar Kita”.

Ketua PB Imabara Bidang Pengelolaan SDA dan Lingkungan Hidup, Khairia, dengan serius mengingatkan perusahaan-perusahaan yang ada di wilayah Kabupaten Batu Bara untuk menurunkan emisi karbon, guna mencegah dampak perubahan iklim yang lebih parah.

Baca Juga :  Universitas Amir Hamzah Kembali Gelar Bakti Sosial

Menurutnya, dengan perubahan iklim yang disebabkan atas emisi karbon industri itu, tentu sangat membahayakan ekosistem laut. Kasuistik seperti itu, sambung dia, akan berdampak terhadap perubahan suhu dan kenaikan permukaan laut.

“Perubahan iklim ini tentu sangat berbahaya, dengan penaikan suhu itu akan mengakibatkan naiknya permukaan laut. Tentunya itu akan membunuh sebagian besar kehidupan laut, serta merusak ketahanan pangan,” kata Khairia,  kepada okedaily.com, Rabu (27/4) sore, dalam keterangan tertulisnya.

Emisi karbon yang berlebihan, imbuh Khairia, akan memberikan dampak yang negatif bagi kehidupan di bumi, seperti kekeringan dan berkurangnya sumber air bersih.

“Ketika ini dibiarkan, akan timbul cuaca ekstrim atau bencana alam, seperti perubahan produksi rantai makanan dan berbagai kerusakan alam lainnya,” tukasnya.

Apa yang dikatakan Khairia, senada dengan penyampaian Ketua Umum PB Imabara, Nazli Aulia, bahwa masih banyak perusahaan di Kabupaten Batu Bara yang tidak ramah lingkungan.

Baca Juga :  Komersialisasi Pendidikan Fakultas Pertanian Unisma, Apakah Bagian Dari Pendidikan Merdeka?

Aulia, sapaan karib Ketum PB Imabara menilai, perusahaan-perusahaan yang tidak ramah terhadap lingkungan itu, terkesan mengabaikan kewajiban yang di perintahkan oleh undang-undang.

“Kita ingin Pemerintah Kabupaten Batu Bara yang dalam hal ini, DLH (Dinas Lingkungan Hidup, red) segera lakukan pendataan dan penindakan kepada perusahaan yang tidak menjalankan perintah undang-undang,” ujar Aulia.

Lebih lanjut Aulia meminta, kepada Pemerintah setempat untuk segera melakukan pengkajian tentang besarnya emisi karbon yang dihasilkan oleh perusahaan-perusahaan yang ada di Kabupaten Batu Bara.

“Maka dengan adanya data-data itu, Pemerintah Kabupaten Batu Bara dapat melakukan kebijakan tentang pelestarian hutan agar keseimbangan tercapai,” tandasnya.

Hingga berita ini ditayangkan, okedaily.com belum berhasil mendapatkan keterangan resmi dari pihak-pihak terkait, guna memenuhi verifikasi dan keberimbangan produk jurnalistik.