Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Peristiwa

Penemuan Sesosok Bayi Terjadi Kembali di Sumenep, Ini Lokasi Kejadiannya

Avatar of Okedaily
×

Penemuan Sesosok Bayi Terjadi Kembali di Sumenep, Ini Lokasi Kejadiannya

Sebarkan artikel ini
Penemuan Sesosok Bayi Terjadi Kembali di Sumenep, Ini Lokasi Kejadiannya
Sesosok bayi perempuan yang ditemukan oleh warga, kini dalam pangkuan petugas Puskesmas Pasongsongan. ©Okedaily.com/Ist

OKEDAILY, MADURA Telah ditemukan sesosok bayi di Dusun Dabada Desa Padangdangan, Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep. Sosok bayi yang membuat heboh tersebut adalah berjenis kelamin perempuan.

Kepala Desa Padangdangan, Mohammad Maskon, langsung mendatangi lokasi kejadian ditemukan bayi tersebut setelah menerima laporan dari warganya. Bayi jenis kelamin perempuan itu diketahui memiliki berat badan 2,7 Kg, dan panjang badan 48 cm.

Ia menuturkan kronologi penemuan bayi tanpa dosa itu bermula, pada Senin (3/4/2023) sekira pukul 21.45 WIB, sewaktu dirinya melintas di jalan dusun Dabada, tiba-tiba sudah ada kerumunan warga.

Baca Juga :  Jurnalis Kepung Mapolres Sumenep, Berikut Tanggapan Kapolres

Menurutnya, berdasarkan informasi warga sekitar bahwa Ketua Yayasan Diyaurrahman, K. Hafid Bahar yang pertama kali mengetahui keberadaan bayi perempuan tanpa dosa tersebut.

“Waktu saya melintas banyak orang yang berkumpul di depan teras Madrasah Diyaurrahman, yang mana sesuai informasi bahwa Kyai Bahar telah menemukan bayi,” ujar Maskon, Selasa (4/4/2023).

Penemuan Sesosok Bayi Terjadi Kembali di Sumenep, Ini Lokasi Kejadiannya
Nyai Lutfiyah saat menunjukkan titik penemuan bayi perempuan di teras Madrasah Diyaurrahman, kepada anggota Polsek Pasongsongan Polres Sumenep. ©Okedaily.com/Ist

Dijelaskan Maskon, awalnya Kyai Bahar mendengar suara tangisan bayi, kemudian memberi tahu istrinya yakni Nyai Lutfiyah, untuk diminta batuan mencari sumber suara tangisan bayi tersebut.

Baca Juga :  Pasca Aksi Demonstrasi, Wartawan dan Aktivis Menunggu Keseriusan Polres Sumenep

“Ternyata arah tangisan dari arah timur, dari rumah yang mana jarak rumah dengan Madrasah sekitar 30 meter, kemudian Nyai Lutfiyah mengambil senter dan mencari suara tangisan bayi tersebut dan ditemukan di depan teras sisi timur Madrasah,” katanya.

Lebih lanjut dirinya menuturkan, bayi perempuan malang itu ditemukan dalam kondisi terbungkus kain warna hitam. Ketika kain tersebut dibuka, ternyata masih lengkap dengan ari-arinya.

Kendati demikian, Nyai Lutfiah memberi tahu kepada salah satu dukun peranakan setempat, Hj. Ama. “Bersama warga sekitar untuk mengambil atau menolong bayi tersebut, dan dibawa pulang untuk dimandikan, lalu dirawat sementara waktu oleh Ibu Sumiyati,” tutup Maskon.

Baca Juga :  Polsek Sapudi Ungkap Kasus Dugaan Pencurian Emas dan HP, Pemain Lama Tak Jerah?

Sementara setelah mendapat aduan dari masyarakat, pada Selasa (4/4/2023) sekira pukul 08.30 WIB, anggota Polsek Pasongsongan mendatangani lokasi penemuan bayi terebut, dan selanjutnya dibawa ke UPT Puskesmas setempat guna dilakukan tindakan medis.