Penurunan Stunting dan Kampung Keluarga Berkualitas, Fokus Utama Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan KB Sumenep

- Redaksi

Sabtu, 1 Januari 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sebelumnya adalah Dinas Kesehatan, kini berubah menjadi Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan KB. (c)okedaily.com

Sebelumnya adalah Dinas Kesehatan, kini berubah menjadi Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan KB. (c)okedaily.com

Sumenep – Achmad Fauzi Bupati Sumenep baru saja menyelesaikan mutasi Jabatan Tinggi Pratama Eselon II beserta perampingan Struktur Organisasi (SO) di lingkungan Pemkab Sumenep. Berlangsung di Bandara Trunojoyo Sumenep, Jawa Timur, Dinas Kesehatan kini menjadi Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan KB.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumenep Agus Mulyono, MCH. menjadi nahkoda Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan KB berdasarkan Keputusan Bupati Sumenep Nomor 821.20/466/435.203.3/2021 Tanggal 31 Desember 2021.

“Tadi pagi telah diterapkan nomenklatur baru tentang OPD gabungan antara Dinas Kesehatan dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan KB. Nomenklatur baru itu adalah Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan KB,” jelas Agus Mulyono saat ditemui di ruangan kerjanya, Jum’at (31/12).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Permasalahan stunting di Kota Keris menjadi fokus perhatian Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan KB Sumenep kedepan.

“Sesuai dengan amanat Perpres 72 Tahun 2021 untuk bagaimana percepatan penurunan stunting itu dikelola mulai dari BKKBN tingkat pusat, tingkat daerah provinsi sampai ke kabupaten,” tutur Agus Mulyono.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan KB Sumenep, perlu ada sinergi tiga pilar diantaranya, Dinas Kesehatan, BKKBN dan Tim Penggerak PKK. Wujud awal yakni telah dibentuknya 866 Tim Pendamping Keluarga (TPK), tersebar di 334 desa/kelurahan di 27 Kecamatan yang ada di Kota Keris.

“Setiap tim dari 866 TPK harus bersinergi dengan Posyandu Balita setempat. Tim tersebut terdiri dari 3 komponen yaitu, Bidan Desa, Penyuluh KB serta Tim Penggerak PKK. Ketiganya bergerak jadi satu tim yang kompak sehingga output dan outcome percepatan penurunan stunting segera tercapai,” paparnya.

Ketika disinggung tentang Kampung Keluarga Berencana (KB) di Sumenep yang selama ini seolah antara ada dan tiada keberadaannya, Agus Mulyono menjawab.

“kami akan lakukan evaluasi dan identifikasi permasalahan. Kalau di awal dulu Kampung Keluarga Berencana, kini Kampung Keluarga Berkualitas,” ujarnya.

Lebih lanjut Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan KB menerangkan, kepesertaan KB kin itidak hanya dalam aspek Keluarga Berencana saja melainkan juga berbagai kegiatan ekonomi produktif yang diharapkan dapat membantu mendorong program percepatan pemulihan ekonomi nasional (PEN) yang dicanangkan pemerintah.

“Jadi sekarang, Kampung KB akan bernuansa berbagai kegiatan ekonomi produktif berada disana. Jadi Keluarga Berkualitas bisa melakukan usaha-usaha contohnya seperti di Rombesan, Pragaan yang membuka pom mini, di daerah lain juga ada yang usaha las,” pungkas Agus Mulyono.

Untuk diketahui, Kampung KB adalah bagian dari program KKBPK 2015-2019 menindaklanjuti salah satu Nawacita Presiden Jokowi yakni membangun Indonesia dari pinggiran. Sejak 2015, program ini menjadi salah satu ikon BKKBN.

Baca Juga :  Ternyata Aset dan DBM Eks PNPM-MPd UPK Sapeken Miliaran Rupiah

Tujuan pembentukan Kampung KB ialah meningkatkan kualitas hidup masyarakat di tingkat kampung atau yang setara melalui program kependudukan, keluarga berencana dan pembangunan keluarga serta pembangunan sektor terkait dalam rangka mewujudkan keluarga kecil berkualitas.

Baca Juga :  BEM Unisma Gelar Call For Papers International Conference

Dengan memperkenalkan Kampung Keluarga Berkualitas, agar masyarakat tidak berpendapat bahwa program Kampung KB hanya mau mengajak masyarakat untuk ikut ber KB, atau ikut menggunakan alat-alat kontrasepsi. Tetapi membangun kampung dari seluruh sektor, baik ekonomi, kesehatan dan pendidikan.

Facebook Comments Box

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel okedaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

RSUD Moh Anwar Sumenep Terus Perkuat Layanan Kesehatan 2026
Bupati Wongsojudo Naik Becak, Gaungkan Rabu Hemat Energi
Staf Ahli Baru Sumenep, Kunci Penguatan Kinerja dan Perumusan Kebijakan Strategis
Diskominfo Sumenep Gelar Halal Bihalal untuk Dorong Semangat Kerja Baru
TKA Jadi Tolok Ukur Kematangan Siswa, Bupati Sumenep Ungkap Harapan
Dukungan Pemkab Sumenep Dongkrak Semangat Layanan RSUD Moh Anwar
UIN Madura Gelar Workshop Proposal MoRA The Air Funds 2026
UIN Madura Bidik Hibah Riset MoRA The Air Funds 2026

Berita Terkait

Selasa, 28 April 2026 - 11:15 WIB

RSUD Moh Anwar Sumenep Terus Perkuat Layanan Kesehatan 2026

Rabu, 8 April 2026 - 13:04 WIB

Bupati Wongsojudo Naik Becak, Gaungkan Rabu Hemat Energi

Rabu, 8 April 2026 - 12:22 WIB

Staf Ahli Baru Sumenep, Kunci Penguatan Kinerja dan Perumusan Kebijakan Strategis

Selasa, 7 April 2026 - 15:30 WIB

Diskominfo Sumenep Gelar Halal Bihalal untuk Dorong Semangat Kerja Baru

Senin, 6 April 2026 - 15:49 WIB

TKA Jadi Tolok Ukur Kematangan Siswa, Bupati Sumenep Ungkap Harapan

Berita Terbaru

Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, dr. Erliyati, M.Kes. ©okedaily.com/istimewa

Nasional

RSUD Moh Anwar Sumenep Terus Perkuat Layanan Kesehatan 2026

Selasa, 28 Apr 2026 - 11:15 WIB

Terpantau, Ketua Banggar DPR RI, MH. Said Abdullah, menghadiri Musancab 2026 DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sumenep. ©okedaily.com [foto: Mashudi Surahman]

Politik

Musancab 2026, PDIP Sumenep Targetkan 15 Kursi DPRD

Minggu, 26 Apr 2026 - 14:59 WIB

I Gede Tommy Sumertha, Anggota DPRD Kota Denpasar. Foto: AI

Berita

Ditolak 2021, Akhirnya PSEL Diteken

Minggu, 26 Apr 2026 - 09:44 WIB

Verified by MonsterInsights