Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Ekonomi & Bisnis

Perusahaan Upah Murah Petugas Parkir, Disnaker Sumenep Abai

Avatar of Okedaily
19
×

Perusahaan Upah Murah Petugas Parkir, Disnaker Sumenep Abai

Sebarkan artikel ini
Perusahaan Upah Murah Petugas Parkir, Disnaker Sumenep Abai
Kantor Pemerintah Kabupaten Sumenep Dinas Tenaga Kerja [sumenepkab.go.id/ photo]

Okedaily.com, Sumenep – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Sumenep selaku Dinas terkait dalam hal kepanjangan tangan Bupati guna melaksanakan urusan pemerintahan di Bidang Tenaga Kerja, terkesan abai atas nasib pekerja di Sumenep yang diupah murah.

Disnaker Sumenep disinyalir berpangku tangan terhadap beberapa perusahaan di wilayah Kabupaten Sumenep yang memberikan upah minim kepada warga masyarakat Kota Keris yang menjadi karyawannya.

Padahal, semestinya Disnaker Sumenep hadir menjembatani hubungan antara perusahaan yang beroperasi di kabupaten paling timur Pulau Madura dengan para karyawannya.

Dalam Sistem Akuntabilitas Kinerja Pemerintahan (E-SAKIP) yang dilansir pada Website Data Primer Sumenep, Capaian Kinerja dan Layanan Publik Disnaker Sumenep tidak dapat dilihat alias kosong.

Baca Juga :  Seorang Terduga Pelaku Pencurian Kayu Hutan Dibiarkan, Polsek Sapeken Main Mata?

Menindaklanjuti pemberitaan Okedaily.com sebelumnya, tentang pegawai parkir yang diupah murah oleh pihak pengelola, awak media kemudian bertandang ke Kantor Disnaker Sumenep, Rabu (17/11).

Setibanya di kantor Disnaker Sumenep, awak media diarahkan untuk menemui Kabid Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial, Ir. Achmad Kamarul Alam, M.Si.

Tetapi, saat berada di ruangan Bidang Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial, disampaikan bahwa Achmad Kamarul Alam sedang keluar kantor. Sehingga, konfirmasi pun dilakukan via percakapan aplikasi WhatsApp.

Perusahaan Upah Murah Petugas Parkir, Disnaker Sumenep Abai
Gerbang Masuk Parkir RSUD dr. H. Moh. Anwar Kebanggaan Kabupaten Sumenep [okedaily.com/aditya]
Saat ditanyakan apakah Disnaker Sumenep mengetahui tentang pengelola parkir RSUD dr. H. Moh. Anwar yang mengupah murah karyawannya, Achmad Kamarul Alam menjawab jika dirinya belum tahu.

Baca Juga :  Ketua Umum DPP Komite Masyarakat Danau Toba Membuka Rakorwil di Medan

Kemudian, dirinya mengeluarkan pernyataan yang mengecewakan yakni, kalau memang kedua belah pihak sepakat untuk saling menerima dan menyepakati upah yang diterima maka tidak apa-apa.

Mendapati jawaban demikian dari Achmad Kamarul Alam, awak media lantas mempertanyakan peran Disnaker Sumenep, ketika perusahaan tidak mematuhi Upah Minimum Kabupaten/ Kota (UMK) yang ditetapkan oleh Gubernur Jatim.

“Aturannya begini, memang seharusnya dia (operator parkir RSUD dr. H. Moh. Anwar, red) membayar sesuai UMK yang telah ditetapkan Gubernur. Ya nanti begini saja, akan saya datangi RSUD dan saya tegur dan diberikan pembinaan,” jawabnya.

Sementara, dr. Erliyati Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, menginformasikan kepada awak media melalui perpesanan WhatsApp bahwa dirinya sudah menghubungi perusahaan yang mengelola parkir rumah sakit.

“Terkait upah rendah, kemarin sudah saya sampaikan ke pengelola TBM (pengelola parkir RSUD dr. H. Moh. Anwar, red) pak,” terang dr. Erliyati.

Disnaker Sumenep harus berada di depan dalam memfasilitasi pekerja, agar perusahaan yang memiliki karyawan lebih dari 10 orang dapat memberikan upah sesuai dengan UMK sebesar 1,954,705,75,- rupiah.