Petani Sumenep ‘Terancam Kaya’ Oleh Pisang Cavendish

- Editorial Team

Minggu, 26 September 2021 - 13:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Didi Julak Wartawan Okedaily.com (kiri) bersama Roval Alanov (kanan) saat Wawancara Seputar Pisang Cavendish di Desa Kalianget Barat [foto/aditya]

Didi Julak Wartawan Okedaily.com (kiri) bersama Roval Alanov (kanan) saat Wawancara Seputar Pisang Cavendish di Desa Kalianget Barat [foto/aditya]

Okedaily.com, Sumenep – Menjadi petani pisang Cavendish mungkin masih terdengar awam bagi mayoritas Masyarakat Sumenep, yang lebih familiar dengan pertanian tembakau atau jagung. Padahal peluang terancam kaya menanti.

Seperti yang disampaikan oleh Roval Alanov petani pisang Cavendish di Sumenep, kepada Okedaily.com di lahan pertanian pisang Cavendish garapannya di Desa Kalianget Barat, Kecamatan Kalianget, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, Sabtu (25/09).

Baca Juga : Wakil Bupati Bojonegoro Melaporkan Bupati Karena Tersinggung di Percakapan WhatsApp Group

Menurut Roval, bertani pisang Cavendish memiliki prospek yang menjanjikan keuntungan berlipat dalam tempo tak begitu lama. Sebagai perintis petani pisang Cavendish dirinya optimis banyak Masyarakat Sumenep yang akan tertarik untuk mengikuti jejaknya.

Baca Juga :  RUU HKPD Disahkan, APBD Tak Bisa Seenaknya?

“Masih banyaknya lahan terbuka di daerah Sumenep serta modal yang tidak terlampau besar untuk sebuah usaha pertanian. Menjadikan petani pisang Cavendish sebuah pilihan profesi yang amat sangat patut dicoba oleh Masyarakat Sumenep,” katanya.

Masa panen pisang Cavendish untuk wilayah Sumenep, kata Roval, yang hanya dalam tempo tujuh bulan terhitung lebih cepat daripada daerah Jawa yang membutuhkan waktu delapan hingga sepuluh bulan.

DPC AWDI Sumenep

“Pihak perusahaan menjelaskan, hal tersebut karena kandungan unsur hara dan pH tanah di Sumenep untuk pertanian pisang Cavendish yang jauh lebih baik daripada tanah di Jawa,” ungkap Roval.

Baca Juga :  Pegawai SPBU Batuan Positif Dilaporkan Atas Perkara Pencemaran Nama Baik

Dijelaskan juga oleh Roval bahwa dirinya bekerjasama dengan pihak perusahaan mulai dari pengadaan bibit pisang Cavendish hingga jaminan pembelian hasil panen. Selain itu perusahaan juga rutin memberikan pendampingan bagi para petani.

Baca Juga : Jaksa Menolak Tim Bankum Polda Jatim Pada Persidangan Penganiayaan Jurnalis Tempo Nurhadi

“Masyarakat sekitar juga akan diberdayakan pada saat musim panen pisang Cavendish untuk proses penyortiran dan pengepakan di packing house,” tukasnya.

Baca Juga :  Menelusuri Investasi dan Usaha PT WUS, Bagian 2 : SPBU Lenteng

Sementara itu, Okedaily.com juga mewawancarai Sarifudin, pemuda Kepulauan Kangean yang juga mulai menekuni profesi petani pisang Cavendish, setelah mengetahui potensi profitnya.

“Awalnya saya diberikan informasi tentang pisang Cavendish dari Mas Roval. Setelah saya lihat dan pelajari ternyata keuntungannya menggiurkan, saya memberanikan diri untuk ikut menjadi petani pisang Cavendish juga,” ujarnya.

Kemudian Sarifuddin  juga mengatakan, dirinya akan mempromosikan dan mengedukasi pemuda di Kepulauan Kangean agar berani menjadi petani pisang Cavendish agar bisa ikut terancam kaya.

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel okedaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Related News

Catat Tanggalnya! Pemkab Sumenep Bakal Gelar Job Fair 2026, Puluhan Perusahaan Buka Lowongan
Rumus Ketahanan Pangan Ala De Gadjah: Dari Petani, Koperasi, untuk Gizi Rakyat
Dari Konten Jadi Cuan, Yayasan De Gadjah Gandeng Folago TikTok Latih Gen Z dan UMKM Bali
KEI Genjot Ekonomi Lokal Lewat UMKM Binaan, Kerajinan Santigi Jadi Produk Unggulan
Kerugian Disebut Tembus Rp7 Miliar, Investasi MBG di Madura Bermasalah?
Pertalite Diambil Pakai Jeriken di SPBU Sumenep, Ada Persoalan Tata Kelola?
OJK Tutup 12 BPR hingga Agustus 2026, Ini Daftarnya dan Nasib Dana Nasabah
Prof Ahmad Riyadh: SMSI Harus jadi Jembatan Keuangan Global ke Ekonomi Desa

Related News

Senin, 21 September 2026 - 14:29 WIB

Catat Tanggalnya! Pemkab Sumenep Bakal Gelar Job Fair 2026, Puluhan Perusahaan Buka Lowongan

Minggu, 20 September 2026 - 08:54 WIB

Rumus Ketahanan Pangan Ala De Gadjah: Dari Petani, Koperasi, untuk Gizi Rakyat

Minggu, 20 September 2026 - 07:57 WIB

Dari Konten Jadi Cuan, Yayasan De Gadjah Gandeng Folago TikTok Latih Gen Z dan UMKM Bali

Jumat, 18 September 2026 - 19:26 WIB

KEI Genjot Ekonomi Lokal Lewat UMKM Binaan, Kerajinan Santigi Jadi Produk Unggulan

Jumat, 18 September 2026 - 18:58 WIB

Kerugian Disebut Tembus Rp7 Miliar, Investasi MBG di Madura Bermasalah?

Latest News