Pimpinan Muhammadiyah : Di Titik Tertentu Ada yang Jadi Radikal, Kita Perlu Perbaiki Kesalahpahaman

- Editorial Team

Kamis, 3 November 2022 - 12:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KH. Dr. Imam Addaruqutni, MA. ©Okedaily.com [LTN PBNU/Suwitno]

KH. Dr. Imam Addaruqutni, MA. ©Okedaily.com [LTN PBNU/Suwitno]

OKEDAILY, BALI – Salah satu pimpinan Muhammadiyah, KH. Dr. Imam Addaruqutni, MA. menjadi pembicara dalam Forum Religion Twenty (R20) di Hotel Grand Hyatt, Nusa Dua, Badung.

Imam Addaruqutni, tampil hari ini bersama sejumlah tokoh agama dari negara lain, seperti Rabbi Silvina Chemen, Elder Gary E Stevenson, Bishop Matthew Hassan Kukah, KH. Ulil Abshar Abdallah dan Prof. Ahmet Kuru.

Imam Addaruqtni mengatakan, bahwa Muhamadiyah sebagai perwakilan Islam berkemajuan selalu menyampaikan pesan damai. Sudah sejak lama Muhammadiyah mencoba mempromosikan nilai-nilai moral dan akhlaq, juga pendidikan.

Baca Juga : Singgung Perang Rusia-Ukraina, Syekh Abdullah bin Bayah : Agama Bisa Ambil Peran Penting

“Hubungannya dengan sistem dan pendidikan. Muhamadiyah juga deklarasikan keterdesakan untuk promosikan kemajuan Islam,” kata Imam Addaruqutni di Hotel Grand Hyatt, Nusa Dua, Kamis (3/11).

Baca Juga :  Ramadhan On The Road, Gemasaba Bali Berulah

Saat ini, kata Imam, kita berurusan dengan eksternal yang dipengaruhi keyakinan eksternal. Berurusan dengan kondisi-kondisi yang berhubungan dengan peradaban manusia yang dipraktikkan berlebihan sesuai dengan kehidupan demokrasi. Misalnya di Iraq dan Suriah.

Baca Juga :  Bali Mayoritas Hindu Menjadi Tempat Konferensi Islam Asean ke-2, Ketua PWNU Bali : Toleransi Bali Sangat Tinggi

Menurut Imam, di titik-titik tertentu ada kelompok jadi radikal yang ingin mengganti sistem negara Indonesia. “Kita perlu perbaiki kesalahpahaman, Muhammadiyah sebagai pendiri negara ini tidak pernah ingin mengubah landasan negara,” tegasnya.

Baca Juga : Arogansi Kepala DPMPTSP Kabupaten Sumenep Memalukan, Tidak Faham Aturan?

Muhammadiyah, lanjut Imam, memiliki 200 universitas yang mengakomodasi 1.000-an mahasiswa non muslim. Bahkan di Nusa Tenggara Timur misalnya, ada Universitas Muhammadiyah yang disebut Cristian Muhammadiyah University karena banyak mahasiswa non muslim disitu.

Baca Juga :  Inisiasi R20, Gus Yahya Terima Penghargaan dari India dan Kamboja

Forum Agama G20 atau R20 digelar PBNU bersama Liga Muslim Dunia atau Muslim World League (MWL) di Nusa Dua, Badung, Bali, pada 2-3 November 2022.

Ada 338 partisipan yang terkonfirmasi hadir pada perhelatan R20, yang berasal dari 32 negara. Sebanyak 124 berasal dari luar negeri. Forum tersebut menghadirkan 45 pembicara dari lima benua. ***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel okedaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Related News

Juanda Steril, Penyelundupan Narkotika Lewat Bandara Berhasil Digagalkan
RSUD Moh Anwar Sumenep Layani 20 Ribuan Pasien Kanker
Kesepakatan Dagang Tanpa Label Halal, Ansor Sumenep Serukan Boikot Produk AS
Linguistik, Big Data, dan Masa Depan Bahasa: SENALA UPNVJT 2025
Unifying the World Through Soccer: The Global Impact of the World Cup
The Latest News in R&B Music: A Look at Super Bowl Performances, New Albums, Rising Stars, and Tribute to Aaliyah
Barack Obama: A Legacy of Progress and Change
The Trump Administration’s Legacy in World Politics: An Assessment

Related News

Rabu, 5 Agustus 2026 - 13:49 WIB

Juanda Steril, Penyelundupan Narkotika Lewat Bandara Berhasil Digagalkan

Rabu, 15 April 2026 - 23:59 WIB

RSUD Moh Anwar Sumenep Layani 20 Ribuan Pasien Kanker

Selasa, 24 Februari 2026 - 08:56 WIB

Kesepakatan Dagang Tanpa Label Halal, Ansor Sumenep Serukan Boikot Produk AS

Sabtu, 4 Oktober 2025 - 16:57 WIB

Linguistik, Big Data, dan Masa Depan Bahasa: SENALA UPNVJT 2025

Kamis, 30 Maret 2023 - 20:15 WIB

Unifying the World Through Soccer: The Global Impact of the World Cup

Latest News

Figur muda Muhlis Fajar digadang-gadang bakal maju Pilkades Serentak 2027 di Sumenep, dinilai bawa energi baru untuk Desa Paseraman. ®okedaily.com [Foto: Dok. Pribadi]

Politik

Figur Muda Muhlis Fajar Digadang Maju Pilkades 2027 Sumenep

Sabtu, 26 Sep 2026 - 12:49 WIB