Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Politik

Puan Maharani Sombong Jika Menjadi Pemimpin

Avatar of Okedaily
×

Puan Maharani Sombong Jika Menjadi Pemimpin

Sebarkan artikel ini
Puan Maharani Sombong Jika Menjadi Pemimpin
Puan Maharani dinilai Pengamat menunjukkan arogansi sebagai tokoh publik (c) Twitter Puan Maharani

JAKARTA – Peneliti Utama Indonesia Political Opinion (IPO) Catur Nugroho menyoroti komunikasi politik dari Ketua DPR, Puan Maharani yang dianggap arogan.

Sebelumnya, Puan Maharani diduga menyinggung salah satu gubernur yang tidak memberikan sambutan kepada dirinya ketika kunjungan ke daerah.

Dilansir Genpi.co, menurut Catur, ucapan itu cukup bisa menganggu pandangan publik kepada Puan Maharani sebagai Ketua DPR.

“Saya pikir komunikasi politik yang disampaikan Puan sebagai Ketua DPR menunjukkan ‘arogansi’ seorang tokoh publik,” ujar Catur, Sabtu (12/2).

Baca Juga :  Tahunan Ditolak, RKPDesa TA 2022 Diterima Warga Pulau Sabuntan

Catur menjelaskan sebagai Ketua DPR, Puan Maharani seharusnya menyapa masyarakat dengan baik sebagaimana layaknya pengurus partai.

Namun, dia menganggap ucapan Puan Maharani bukan layaknya Ketua DPR, melainkan seorang presiden.

“Alih-alih menyapa masyarakat sebagai konstituen Partai, beliau (Puan) malah minta disambut pejabat di daerah, seolah dia Presiden,” jelasnya.

Baca Juga :  Ganjar-Puan Jalan Cerdas Rawat Elektabilitas

Selain itu, Catur menyinggung terkait ucapan itu layaknya konsep kekuasaan Jawa, yang mana menegaskan sifat yang ingin ditunjukkan Puan Maharani.

Menurut dia, Puan Maharani ingin menegaskan dirinya ialah seorang yang sombong jika menjadi pemimpin.

“Apa yang dikomunikasikan Puan ini seolah menegaskan sikap ‘adigang, adigung, adiguna’, artinya mengandalkan, menyombongkan, membanggakan kebesaran dan kekuatannya,” tuturnya.