Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Internasional

Rabbi Yahudi Asal Amerika Harapkan Forum R20 Atasi Konflik Timur Tengah

Avatar of Okedaily
3
×

Rabbi Yahudi Asal Amerika Harapkan Forum R20 Atasi Konflik Timur Tengah

Sebarkan artikel ini
Rabbi Yahudi Asal Amerika Harapkan Forum R20 Atasi Konflik Timur Tengah
Direktur Beit Midrash for Judaism and Humanity, Rabbi Yakov Nagen, di Grand Hyatt Nusa Dua, Bali, Selasa (2/11). ©Okedaily.com [NU Online/Faisal]

OKEDAILY, BALI G20 Religion Forum (R20) menghadirkan ratusan partisipan dari mancanegara. Direktur Beit Midrash for Judaism and Humanity, Rabbi Yakov Nagen, turut menghadiri forum tersebut.

Delegasi asal Amerika itu berharap, gagasan yang dibawa R20 bisa memberi solusi pada pergolakan yang terjadi di Timur Tengah.

“Saya tahu bahwa di Timur Tengah, agama terkadang menjadi bagian dari masalah. Agama harus menjadi bagian dari solusi,” kata Rabbi Yakov, di Grand Hyatt, Nusa Dua, Badung, Selasa (2/11).

Ia menilai, R20 menjadi forum penting untuk menjembatani beragam sudut pandang keagamaan di berbagai belahan dunia.

Baca Juga : Forum R20, Menag Yaqut Bicara Pancasila dan Keberhasilan Indonesia Hadapi Pandemi

“Bagi orang-orang Timur Tengah yang telah sangat menderita, kita membutuhkan agama untuk menyatukan kita,” ujarnya.

Baca Juga :  Tuan Rumah Konferensi Islam Asean ke-2, Wapres : Tanda Kematangan Keberagaman di Indonesia

Ditemani dengan seorang sahabat dari Palestina, ia mengungkapkan kebahagiaannya berkesempatan menghadiri forum dialog antar pemuka agama dunia itu. “Saya sangat bersyukur berada di sini,” ungkap dia.

Ia meyakini, kolaborasi Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan Liga Muslim Dunia atau Muslim World League (MWL) dalam menginisiasi R20 menjadi gerbang utama dalam upaya mencapai perdamaian global, termasuk di Timur Tengah.

“Inilah yang dilakukan pimpinan NU dan Liga Muslim Dunia untuk membantu membawa harapan dan perdamaian bagi masyarakat di Timur Tengah dan dunia,” tuturnya.

Baca Juga : Arogansi Kepala DPMPTSP Kabupaten Sumenep Memalukan, Tidak Faham Aturan?

“Saya berharap dunia akan mendengar apa yang telah dikatakan di sini (R20),” pungkas dia.

Baca Juga :  Pimpinan Muhammadiyah : Di Titik Tertentu Ada yang Jadi Radikal, Kita Perlu Perbaiki Kesalahpahaman

Seperti diketahui, R20 digelar PBNU bersama MWL di Nusa Dua, Badung, Bali, pada 2-3 November 2022. Forum ini mempertemukan para pemimpin agama dan sekte-sekte dunia dengan peserta utama dari negara-negara anggota G20 dan negara non-anggota presidensi G20.

Total negara-negara yang terkonfirmasi hadir pada perhelatan R20 sebanyak 32 negara. Sebanyak 338 partisipan terkonfirmasi hadir, 124 berasal dari luar negeri. Forum tersebut menghadirkan 45 pembicara dari lima benua.

Baca Juga :  Prof Kuru : Pemenuhan Hak Minoritas Tunjukkan Agama Berfungsi sebagai Solusi

Forum R20 tahun ini, dengan Indonesia inisiator sekaligus tuan rumah, akan berfokus pada beberapa isu :

Baca Juga : Petani Milenial Konstruktif Membangun Ketahanan Pangan

1. Historical Grievances (Kepedihan Sejarah), Pengungkapan Kebenaran, Rekonsiliasi, dan Pengampunan.

2. Mengidentifikasi dan merangkul nilai-nilai mulia yang bersumber dari agama dan peradaban besar dunia.

3. Rekontekstualisasi ajaran agama yang usang dan bermasalah.

4. Mengidentifikasi nilai-nilai yang dibutuhkan untuk mengembangkan dan menjamin koeksistensi damai, dan ekologi spiritual. ***