Ratusan Juta Dana Partisipatif HCML ke LPMS Disorot, Penggelapan Dibungkus Pinjaman?

- Redaksi

Rabu, 1 Februari 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Platform Migas Lepas Pantai. ©Okedaily.com/Ist HCML

Platform Migas Lepas Pantai. ©Okedaily.com/Ist HCML

OKEDAILY, MADURA Dana partisipatif perusahaan Husky CNOOC Madura Limited (HCML) yang disalurkan melalui Kelompok Masyarakat (Pokmas) Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Sapudi (LPMS) disorot oleh sejumlah pihak.

Pasalnya, dana yang besarannya mencapai Rp300 juta itu, saat ini menjadi isu hangat di kalangan masyarakat terdampak ekploitasi, Pulau Sapudi. Dana ratusan juta yang disinyalir tak transparan peruntukannya tersebut, sudah cair ke rekening LPMS, pada Bulan November 2022 lalu.

Namun, hingga saat ini realisasi program dengan anggaran Rp300 juta tersebut, baru tampak untuk pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Baca Juga :  Aktivis PMII Demo Mapolres Sumenep, Imam Syafi'ie : Tebang Pilih Penegakan Hukum

Meski begitu, walaupun anggaran tersebut sudah memasuki bulan pertama tahun 2023, dana yang sebagian diperuntukkan kegiatan bedah rumah itu masih ada yang mangkrak tidak terbayarkan.

Sumber terpercaya media ini mengungkap, bahwa RTLH dari hasil peruntukan dana partisipatif HCML ada sebanyak 10 unit. Sumber menyebutkan, dari setiap unit RTLH mendapatkan anggaran sebesar Rp15 juta.

“Tapi sebagian ada yang hanya dibayarkan 10 juta,” ucap dia yang mewanti-wanti meminta namanya dirahasiakan.

Baca Juga :  Wartawan Sapudi Berulah, Tenyata Ini yang Dibagikan Kepada Tenaga Honorer

Sumber lain juga mengungkapkan, bahwa dari dana ratusan juta tersebut sampai saat ini masih dipinjam oknum Humas HCML. Sehingga, hal itu membuat LPMS kelabakan dalam menjalankan program yang diperuntukkan untuk lembaga pendidikan dan masyarakat.

“Kabarnya uang yang besarnya ratusan juta itu masih belum terealisasi, hanya sebagian saja yang disalurkan, karena sebagian masih dipinjam oleh oknum Humas HCML,” cetusnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, bahwa selain dana RTLH, ada lembaga pendidikan yang menjadi korban karena anggaran yang seharusnya sudah dicairkan pada lembaga tersebut, justru hingga awal tahun 2023 ini masih absurd alias tak jelas.

Baca Juga :  Ada Apa Dibalik Belum Beroperasinya SPBU PT WUS?

“Dana yang ratusan juta dari HCML itu ada yang untuk lembaga pendidikan, bahkan sampai saat ini lembaga tersebut masih belum menerima satu rupiah pun,” sergahnya.

Adapun kabar terkait dugaan penyelewengan anggaran ratusan juta rupiah tersebut, hingga saat ini masih terus bergulir di masyarakat. Bahkan, Pokmas LPMS yang diisukan menjadi kepanjangan tangan dalam program penyalur dana partisipatif HCML pun sudah mulai hilang kepercayaan publik.

Mendapati informasi liar tentang dugaan penyelewengan anggaran ratusan juta rupiah tersebut, awak media bergerak melakukan klarifikasi terhadap LPMS.

Baca Juga :  Tuding Pemberitaan Tidak Riil, Seorang ASN Terancam Dipolisikan

Ketua Pokmas LPMS, Haryono menepis isu yang beredar tentang pokmasnya yang dikatakan sebagai kepanjangan tangan HCML. Ia mengaku bahwa pihaknya tidak ada MoU apapun dengan HCML, kecuali dengan sistem pengajuan program menggunakan proposal.

“Kalau dikatakan sebagai kepanjangan tangan itu salah, kita tidak ada MoU apapun, sifatnya sama, kita melakukan pengajuan program,” ucap Haryono saat diklarifikasi di rumahnya, Senin (30/01).

Disinggung tentang pencairan dana partisipatif yang besarannya mencapai ratusan juta itu, Haryono membenarkan jika anggaran tersebut sudah cair tiga bulan yang lalu. Menurut dia, anggaran itu sudah dipetakan pada program 10 RTLH di Wilayah Kecamatan Gayam, Pulau Sapudi.

Baca Juga :  PB HMI Resmi Tetapkan Novian Pratama Jabat Ketum Formatur HMI Cabang Langkat

“Anggarannya sudah cair, bahkan uang untuk RTLH sudah disalurkan semuanya, Rp15 juta per rumah,” jelasnya.

Namun menjadi aneh, saat dipertanyakan aliran sisa anggaran, Haryono yang didampingi Bendahara LPMS, Rasyidi Bakrin mengaku bahwa sebagian sisa anggaran tersebut dipinjam oleh oknum Humas HCML.

Bahkan saat ditanyakan terkait dasar yang digunakan, mengapa dana yang seharusnya sudah dicairkan dan diterima oleh lembaga pendidikan justru dipinjamkan kepada oknum Humas? Haryono dan Rasyidi Bakrin pun berdalih bahwa uang yang dipinjamkan itu karena disepakati organisasi.

Baca Juga :  Buntut Tragedi Kanjuruhan, Armatim Minta Nico Dicopot

Pernyataan Ketua LPMS pun ditepis oleh salah satu anggotanya, yang meminta namanya dirahasiakan menyebutkan bahwa bentuk pinjaman uang yang dilakukan oleh Ketua dan bendahara LPMS itu tanpa rapat koordinasi bersama anggota.

“Kalau secara organisasi tidak pernah mengadakan rapat dan menyepakati meminjamkan ratusan juta pada pihak luar, itu sudah dilakukan person,” katanya.

Pernyataan sesama internal LPMS pun berbeda, bahkan menjadi mengejutkan disaat mengeluarkan uang besaran ratusan juta, akan tetapi sebagain anggota LPMS tidak mengetahui bahwa dana partisipatif untuk lembaga pendidikan sudah dipinjamkan kepada oknum Humas.

Baca Juga :  Ormawa Undikma Ajak Kecamatan dan Desa Bersinergi Lakukan Pengabdian Masyarakat

Tentu menjadi pertanyaan besar dalam benak pemuda di wilayah terdampak, Pulau Sapudi. Ada apa di tubuh LPMS?.

Facebook Comments Box

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel okedaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Majestic Casino cashback avantages exclusifs 2026
Planet 7 Casino : Comment bien comprendre les conditions des bonus
Est-ce que Gates Of Olympus propose des défis et missions quotidiennes ?
Why Playing Mr James Casino on Mobile Is the Future of Gaming
Betti Casino Popular Slot Machines and Jackpot Chances
Le Roi Johnny Casino propose-t-il des bonus adaptés aux nouveaux joueurs ?
Quelles sont les limites de gains fixées par Happy Hugo Casino en 2026 ?
Ra Casino peut-il être bloqué en 2026 et comment y accéder ?

Berita Terkait

Minggu, 22 Februari 2026 - 10:16 WIB

Majestic Casino cashback avantages exclusifs 2026

Sabtu, 21 Februari 2026 - 23:23 WIB

Planet 7 Casino : Comment bien comprendre les conditions des bonus

Jumat, 20 Februari 2026 - 15:56 WIB

Est-ce que Gates Of Olympus propose des défis et missions quotidiennes ?

Kamis, 19 Februari 2026 - 20:26 WIB

Why Playing Mr James Casino on Mobile Is the Future of Gaming

Rabu, 18 Februari 2026 - 20:43 WIB

Betti Casino Popular Slot Machines and Jackpot Chances

Berita Terbaru