Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Sosial Budaya

Ratusan Masyarakat Pulau Sapudi Serbu Pasar Migor Murah di Gayam

Avatar of Okedaily
×

Ratusan Masyarakat Pulau Sapudi Serbu Pasar Migor Murah di Gayam

Sebarkan artikel ini
Ratusan Masyarakat Pulau Sapudi Serbu Pasar Migor Murah di Gayam
Warga Pulau Sapudi berbondong-bondong menyerbu Migor murah yang diselenggarakan oleh Pemuda Pancasila Kecamatan Gayam. (c)H_Qq

SUMENEP – Sejumlah masyarakat Pulau Sapudi, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, serbu pasar minyak goreng (Migor) murah yang diselenggarakan oleh Pemuda Pancasila Gayam, Sabtu (05/02).

Pasar murah tersebut digelar di Halaman Kantor Kewedanan Kecamatan Gayam, yang saat ini di renovasi menjadi Rumah Dinas Wakil Bupati di Kepulauan. Ada sebanyak ratusan orang yang berbondong membeli Migor dengan harga tak seperti biasanya.

Informasi yang di himpun oleh media okedailycom, harga Migor di sejumlah toko Pulau Sapudi disinyalir masih melambung tinggi.

Meski pemerintah sudah menurunkan harga minyak goreng seharga 14.0000/liter, hal itu belum berlaku di Pulau Sapudi. Pasalnya, pasar tradisional di Pulau yang memiliki dua Kecamatan Nonggunong dan Gayam itu, harganya masih dikisaran 19.000-20.000/liter.

Ratusan Masyarakat Pulau Sapudi Serbu Pasar Migor Murah di Gayam

Oleh karenanya, Pemuda Pancasila Kecamatan Gayam hadir memberikan solusi untuk mengadakan pasar Migor murah.

Ketua Pemuda Pancasila Kecamatan Gayam, Fitra Muhammadi mengatakan, pihaknya mengadakan program tersebut sebagai upaya agar masyarakat Sapudi merasakan harga minyak goreng sesuai regulasi pemerintah.

Baca Juga :  Peringati 10 Muharram dan Tahun Baru Islam, NU Tanjungbumi Adakan Santunan Anak Yatim

Dia mengaku, ada sejumlah 100 Karton minyak goreng yang dijualnya dengan harga 14.000/liter, sementara bagi yang hendak membelinya hanya diberi batasan maksimal 2 liter tiap orang.

“Kami sediakan 100 karton mas, satu orang maksimal membeli 2 liter, hari ini ada 500 paket yang dijual,” katanya.

Selain itu, Pria yang akrab disapa Dedi itu menjelaskan, melambungnya harga Migor di Pulau Sapudi, lantaran sejumlah pedagang besar belum pernah mendapatkan Migor bersubsidi.

“Makanya banyak pedagang masih menjual tinggi dan belum bisa mengikuti regulasi pemerintah,” imbuhnya.

Selanjutnya, Pengusaha Muda itu mengungkapkan  di Pulau Sapudi hanya sebagian toko saja yang memiliki akses harga Migor bersubsidi, itupun kata dia, stoknya masih terbatas.

“Sepertinya masih saya mas, itupun masih susah barangnya kosong terus,” tandasnya.

Kendari demikian, Dedi berharap agar pemerintah Kabupaten Sumenep, segera memperhatikan masyarakat Kepulauan khususnya di Pulau Sapudi, Sebab menurut dia masyarakat Kepulauan juga memiliki hak yang sama untuk menikmati harga Migor sesuai regulasi.

“Mudah mudahan dengan adanya gerakan ini pemerintah juga memperhatikan, agar  pedagang lainnya juga bisa memiliki akses terhadap minyak bersubsidi,” jelasnya.

Dikonfirmasi terpisah, Camat Gayam, melalui Kasi Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kecamatan Gayam, Nanang Ari Susanto, sangat mengapresiasi terhadap gerakan yang di lakukan oleh Pemuda Pancasila. Sebab Menurut Nanang, dengan adanya program tersebut masyarakat merasa terbantukan.

“Harapannya nanti ada lagi, karena kita tau harga Migor disini masih kisaran 20 ribuan,” katanya.

Selain itu, pihaknya juga tetap akan mendukung dan membantu upaya terbaik untuk masyarakat Pulau Sapudi, baik dari pihak manapun, karena menurutnya, kondisi pandemi covid19 membuat ekonomi masyarakat semakin susah.

“Kalau memang ada kegiatan seperti itu, kami dukung agar masyarakat benar-benar terbantukan, apalagi sekarang pandemi covid-19, kondisi ekonomi masyarakat semakin susah,” pungkasnya.

Turut hadir dan berpartisipasi dalam kegiatan pasar Migor murah tersebut, Forum pimpinan Kecamatan Gayam dan Anggota Koramil 0827/20 Sapudi.