Selamat Hari Ibu 22 Desember 2021, Perempuan Berdaya Indonesia Maju

- Redaksi

Selasa, 21 Desember 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Hari Ibu 2021 mengusung tema “Perempuan Berdaya, Indonesia Maju“. Peringatan Hari Ibu setiap 22 Desember didasari Keputusan Presiden Republik Indonesia Soekarno, yang juga bertepatan dengan ulang tahun ke-25 Kongres Perempuan Indonesia.

Tanggal 22 Desember dipilih sebagai Hari Ibu mengacu pada hari pertama Kongres Perempuan Indonesia I yang digelar 22 Desember 1928.

Hari Ibu adalah hari peringatan atau perayaan terhadap peran seorang ibu dalam keluarganya, baik untuk suami, anak-anak, maupun lingkungan sosialnya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hari Ibu merupakan momen peringatan pergerakan perempuan Indonesia yang ditandai dengan Kongres Perempuan Pertama pada 22 Desember 1928 di Yogyakarta di sebuah gedung Dalem Joyodipuran milik Raden Tumenggung Joyodipuro.

Baca Juga :  PT Sumekar Line Digeruduk HIMPASS, Ini Sebabnya

Kongres Perempuan menjadi tonggak kaum perempuan untuk menggaungkan semangat dan tekad bersama dalam mendorong kemerdekaan Indonesia.

Tema sentral pembahasan yang diangkat adalah memperjuangkan hak perempuan dalam perkawinan, melawan perkawinan anak, poligami, dan pendidikan perempuan.

Dilansir tirto.id Selasa (21/12). Kongres Perempuan Indonesia I dihadiri sekitar 30 organisasi wanita yang berasal dari kota-kota di Jawa dan Sumatera menghasilkan langkah besar bagi kehidupan dan kemajuan bagi perempuan Indonesia yaitu:

Pertama, terbentuknya sebuah organisasi yang menjadi wadah pemufakatan dan musyawarah dari berbagai perkumpulan di Indonesia yaitu Perikatan Perkumpulan Perempuan Indonesia (PPPI).

Kedua, menghasilkan empat mosi yang dikirimkan kepada pemerintah kolonial, yaitu: Menurut penambahan sekolah untuk anak perempuan; Perbaikan aturan dalam hal pernikahan; Perbaikan aturan untuk janda dan anak; dan Mencegah perkawinan anak.

Baca Juga :  Tuhan Tidak Perlu Dibela Kata Gus Dur

Selanjutnya pada Kongres Perempuan II yang diselenggarakan di Jakarta 20-24 Juli 1935 yang dipimpin oleh Ny. Sri Mangunsarkoro menghasilkan keputusan antara lain:

Pertama, membentuk badan perserikatan dengan nama Kongres Perempuan Indonesia dan mengadakan kongres setiap tiga tahun sekali.

Kedua, memperhatikan masalah perburuhan perempuan, dengan membentuk Badan Penyelidikan Perburuhan.

Ketiga, menggiatkan gerakan pemberantasan buta huruf melalui Badan Pemberantasan Buta Huruf (BPBH).

Keempat, Memutuskan akan menyelidiki sedalam-dalamnya kedudukan perempuan menurut hukum Islam dan berusaha memperbaiki kedudukan itu tanpa menyinggung agama Islam.

Kelima, mencanangkan kewajiban semua perempuan Indonesia untuk menjadi ibu bangsa atau ibu dari rakyat dan terlibat dalam pembangunan kesadaran kebangsaan.

Baca Juga :  Kontraktual DAK Fisik Tahun Anggaran 2021 di Dinas Pendidikan Sumenep Amburadul?

Selanjutnya digelar Kongres Perempuan III di Bandung pada 23-27 Juli 1938 dengan agenda sebagai berikut:

Pertama, membicarakan hak pilih dan dipilih bagi wanita di badan perwakilan.

Kedua, disetujui Rancangan Undang-Undang tentang perkawinan modern. Ketiga, menetapkan tanggal Kongres Prempuan pertama 22 Desember sebagai Hari Ibu.

Maka, pada 22 Desember 1953, dalam peringatan kongres ke-25, melalui Dekrit Presiden RI No.316 Tahun 1953, Presiden Sukarno menetapkan setiap tanggal 22 Desember diperingati sebagai: Hari Ibu.

Peringatan dan perayaan Hari Ibu 22 Desember biasanya dilakukan dengan membebastugaskan ibu dari tugas domestik yang sehari-hari dianggap merupakan kewajibannya, seperti memasak, merawat anak, dan urusan rumah tangga lainnya.

Facebook Comments Box

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel okedaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Atasi Berita Hoaks Saat Pesta Demokrasi 2024 Dengan CANTIK
Women Support Women
Catatan Hainor Rahman: Mantra Majnun
Kang Iboy : Sejarah Sumberklampok, Desa di Ujung Barat Buleleng
Catatan Melly Sufianti : Ramadhan Bulan Istimewa
Mengenal Sosialisme Islam
Pahami Etika Dalam PHK Pada Masa Resesi Ekonomi
Catatan Nalar Kritis Ideologi, Mewarnai Kokohnya Tembok Besar

Berita Terkait

Sabtu, 20 Mei 2023 - 17:19 WIB

Atasi Berita Hoaks Saat Pesta Demokrasi 2024 Dengan CANTIK

Jumat, 21 April 2023 - 15:27 WIB

Women Support Women

Jumat, 7 April 2023 - 04:45 WIB

Catatan Hainor Rahman: Mantra Majnun

Minggu, 26 Maret 2023 - 04:25 WIB

Kang Iboy : Sejarah Sumberklampok, Desa di Ujung Barat Buleleng

Minggu, 26 Maret 2023 - 02:29 WIB

Catatan Melly Sufianti : Ramadhan Bulan Istimewa

Berita Terbaru

Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, dr. Erliyati, M.Kes. ©okedaily.com/istimewa

Nasional

RSUD Moh Anwar Sumenep Terus Perkuat Layanan Kesehatan 2026

Selasa, 28 Apr 2026 - 11:15 WIB

Terpantau, Ketua Banggar DPR RI, MH. Said Abdullah, menghadiri Musancab 2026 DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sumenep. ©okedaily.com [foto: Mashudi Surahman]

Politik

Musancab 2026, PDIP Sumenep Targetkan 15 Kursi DPRD

Minggu, 26 Apr 2026 - 14:59 WIB

I Gede Tommy Sumertha, Anggota DPRD Kota Denpasar. Foto: AI

Berita

Ditolak 2021, Akhirnya PSEL Diteken

Minggu, 26 Apr 2026 - 09:44 WIB

Verified by MonsterInsights