Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Internasional

Seorang WNI Tewas di Texas, HMI Cabang Medan : Ini Pelanggaran HAM Berat

Avatar of Okedaily
13
×

Seorang WNI Tewas di Texas, HMI Cabang Medan : Ini Pelanggaran HAM Berat

Sebarkan artikel ini
Seorang WNI Tewas di Texas, HMI Cabang Medan : ini pelanggaran HAM Berat
Ketua Bidang Sosial dan Kesejahteraan Rakyat HMI Cabang Medan, Salman Alfarisi. ©Okedaily.com/Rania

OKEDAILY, SUMUT Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Medan, menyoroti tragedi pembantaian seorang Warga Negara Indonesia (WNI) di Texas, Amerika Serikat pada pekan lalu.

Tak segan-segan, HMI Cabang Medan akan mengambil tindakan tegas terkait kejadian yang menimpa WNI tersebut.

Ketua Bidang Sosial dan Kesejahteraan Rakyat HMI Cabang Medan, Salman Alfarisi mengatakan pelaku dalam pembantaian tersebut harus ditangkap dan diadili.

Baca Juga :  HMI Komisariat Al-Ishlahiyah Cabang Binjai Gelar Basic Training 2022

Sebab, tindakan tersebut tidak boleh dipandang sebagai tindakan terorisme saja, namun juga sebagai pelanggaran hak asasi manusia (HAM) yang berat. dirinya mengutuk keras kejadian pembunuhan terhadap WNI itu.

Kendati demikian, HMI Cabang Medan juga akan meminta kepada Pemerintah Indonesia untuk mengusut tuntas masalah ini agar dilakukan penyelidikan yang adil dan tak memihak terkait kematian WNI tersebut.

Baca Juga :  Kegiatan CSR selama tahun 2020-2021 PT PAL

Karena menurutnya, Pemerintah Indonesia seharusnya tidak diam melihat adanya kejadian ini, dan segera meminta klarifikasi.

HMI Cabang Medan meminta dilakukan penyelidikan secepatnya, menyeluruh, transparan dan adil, serta tak memihak atas pembunuhan itu, dan menekankan perlunya memastikan akuntabilitas,” katanya.

Baca Juga :  Belajar dari Diskriminasi di Sokoto Nigeria

Untuk diketahui, WNI yang menjadi korban pembantaian itu ialah asal Semarang. Novita Kurnia Putri (25) tewas di Texas, Amerika Serikat, pada Selasa (4/10/2022) dini hari.

Dihimpun berbagai sumber, Novita tewas usai rumahnya yang berlokasi di San Antonio, Bexar County, Texas, Amerika Serikat, diberondong lebih dari 100 peluru oleh sejumlah remaja.