Soal Dugaan Bolos, Penjaga SDN 3 Pancor Tuding Kepala Sekolah Pilih Kasih

- Editorial Team

Senin, 11 Oktober 2021 - 03:48 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

📰 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif!

Ruslan Kepala SDN 3 Pancor (kiri) dan Junaidi Penjaga SDN 3 Pancor (kanan) Kecamatan Gayam Kabupaten Sumenep [okedaily.com]

Ruslan Kepala SDN 3 Pancor (kiri) dan Junaidi Penjaga SDN 3 Pancor (kanan) Kecamatan Gayam Kabupaten Sumenep [okedaily.com]

Okedaily.com, Sumenep – Soal dugaan PNS di SDN 3 Pancor Kecamatan Gayam, Sumenep, Jawa Timur, yang disinyalir lalai menjalankan tugasnya alias jarang ngantor terus melebar hingga berujung saling tuding.

Dikarenakan, Junaidi, PNS penjaga sekolah sebagai pihak yang dilaporkan jarang masuk, justru membeberkan ketidak beresan di internal SDN 3 Pancor, Pada Senin (11/10).

Junaidi menilai Kepala Sekolah SDN 3 Pancor cenderung pilih kasih, dikarenakan hanya dirinya saja yang dilaporkan tanpa keterangan kepada Dinas Pendidikan Sumenep.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Padahal menurut dia, tidak hanya dirinya saja yang  jarang masuk. Bahkan ada juga Guru PNS di SDN 3 Pancor yang diduga jarang masuk tapi absensi kehadirannya selalu full.

Baca Juga : Diduga Sering Bolos, ASN Nakal Penjaga SDN 3 Pancor Malah Jadi Sopir Travel

“Ada oknum guru PNS juga yang jarang masuk tapi absennya full, itu kan perlu dicurigai sebenarnya ini ada apa?” ujar Penjaga SDN 3 Pancor via telepon.

Supardi Garis

Saat tim media menanyakan, siapa koleganya yang diduga mangkir dari tugasnya sebagai PNS, dia justru tidak memberikan keterangan secara detail, hanya saja menyebutkan seorang Guru.

Baca Juga :  Parlemen Sumenep Versus Parlemen Trotoar

Bukan hanya itu, ia juga menceritakan bahwa dirinya di sekolah memang tidak ada kecocokan, sehingga ia mengaku merasa dianak tirikan oleh kepala sekolah dan PNS lainnya.

Baca Juga : Dinas Pendidikan Sumenep Tak Berdaya, Kepala SMPN 2 Ra’as : Saya Bisa Remote Dari Asta

“Saya ini seperti dianak tirikan oleh kepala sekolah pak,” bebernya.

Terkait sering tidak masuk kerja Junaidi menjelaskan, bahwa ia  tidak masuk dikarenakan mengalami sakit, bahkan dalam pengakuannya, ia sempat melaksanakan operasi, namun gagal.

“Saya waktu itu makanya tidak masuk,  karena memang sakit pak,” katanya.

Mengenai dugaan yang menyangkut dirinya menjadi sopir travel, Junaidi menerangkan bahwa sebenarnya ia tidak menjadi sopir, hanya saja, kata dia, dirinya ikut anak buahnya sembari mencari obat penyakitnya ke Kabupaten Banyuwangi.

Baca Juga : Bertahun-tahun Nikmati Gaji Buta, ASN SMPN 2 Ra’as Terancam Dipecat?

“Saya memang ikut mobil, tapi kan turun di Banyuwangi, biar ongkos saya kesana tidak terlalu mahal,” imbuhnya.

Tentang dirinya tidak masuk Kantor, dia mengaku karena selama ini memang PPKM, sebab kata dia, selama PPKM tersebut  berlangsung sekolah memang tidak tatap muka alias daring.

“Seharusnya kan memang tidak masuk  karena  memang kondisinya PPKM Darurat,” kilahnya.

Kendati begitu, meski dirinya tidak masuk, Junaidi mengakui bahwa untuk menggantikan tugasnya sebagai kebersihan di sekolah, ia mengaku sudah membayar orang untuk sementara waktu.

Baca Juga :  Fakta Baru Sindikat Motor dan Mobil Bodong di Pulau Sapudi, Polisi Cari Aman?

Baca Juga : Pemilik Kapal Purse Seine Akan Polisikan Pelaku Pemalsuan Dokumen Asal Sapeken

“Tapi saya meski tidak masuk selama operasi, masih bayar orang untuk  menggantikan posisinya sementara untuk bersih-bersih,” ungkapnya.

Terkait dengan Surat Panggilan Dinas Nomor : 800/1026/435.101.1/2021 tentang penindakan PNS yang tidak melaksanakan Tugas Dinas tanpa keterangan, tertanggal 01 Oktober 2021.

Junaidi mengaku, akan hadir di panggilan kedua, karena menurut dia, saat panggilan pertama dirinya kebetulan sedang berada di Banyuwangi untuk berobat alternatif.

Baca Juga :  Pulang Ziarah, Warga Pulau Sapudi Dibacok Orang Tak Dikenal

Tidak hanya itu, Junaidi menjelaskan, bahwa pada waktu panggilan kedua nanti, dirinya akan hadir, bahkan ia mengaku akan membeberkan semua kebobrokan persolan yang ada di SDN 3 Pancor.

Baca Juga : Berbagai Elemen Kutuk Pemukulan Yang Dilakukan Polisi Sumenep Saat Aksi Demo GPDR

Diketahui, pada pemberitaan sebelumnya, Kepala Sekolah SDN 3 Pancor, Ruslan menyampaikan, bahwa pihak sekolah memang sudah melaporkan ketidak hadirannya kepada Dinas Pendidikan, sebab menurut dia, di sekolah saat ini sedang banyak kerjaan, sementara dia disaat dibutuhkan selalu banyak alasan.

“Alasannya bilang baru selesai operasi, padahal nyupir bolak balik ke Bali, enak-enak saja orangnya,” tukasnya.

Sehingga hal tersebut membuat pria yang akrab disapa Pak Yok itu geram terhadap penjaga sekolah yang dianggap selalu meninggalkan tugasnya, sehingga membuat pihaknya  melaporkan apa adanya kepada Dinas Pendidikan.

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel okedaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Related News

SMSI Sumenep Perkuat Barisan, Media Lokal Disiapkan Menembus Pasar Nasional
Operasi Gabungan di Sumenep Sasar Pajak Kendaraan dan Uji Kir Angkutan Barang
Opgab Disperkimhub Sumenep Sisir Kendaraan, Pajak hingga Uji Kir Jadi Perhatian
Gayam Bersiap! JJS Bapenda Hadir di Sapudi, Sepeda Listrik hingga Sembako Menanti
Kasus Dugaan Pencabulan Anak di Kangean Berlanjut, Polisi Amankan Pria Berinisial MR
Sinergitas Pusat dan Daerah Dinilai Jadi Kunci Percepatan Pembangunan di Denpasar
Hasto Ingatkan Komjen Suyudi, Polri Harus Jadi Alat Negara Bukan Alat Kekuasaan
GMNI Sumenep Kecam Dugaan Pencabulan Anak di Kangean, Desak Polisi Bertindak Tegas

Related News

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:13 WIB

SMSI Sumenep Perkuat Barisan, Media Lokal Disiapkan Menembus Pasar Nasional

Senin, 5 Oktober 2026 - 12:07 WIB

Operasi Gabungan di Sumenep Sasar Pajak Kendaraan dan Uji Kir Angkutan Barang

Senin, 5 Oktober 2026 - 12:00 WIB

Opgab Disperkimhub Sumenep Sisir Kendaraan, Pajak hingga Uji Kir Jadi Perhatian

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 12:32 WIB

Kasus Dugaan Pencabulan Anak di Kangean Berlanjut, Polisi Amankan Pria Berinisial MR

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 08:38 WIB

Sinergitas Pusat dan Daerah Dinilai Jadi Kunci Percepatan Pembangunan di Denpasar

Latest News