SPBU Plat Merah Sumenep Layani Pembelian Jerigen

- Editorial Team

Senin, 20 Desember 2021 - 13:36 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

📰 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif!

Tangkapan layar sebuah pick up warna putih muat jerigen plastik hendak diisi BBM di SPBU plat merah Sumenep.

Tangkapan layar sebuah pick up warna putih muat jerigen plastik hendak diisi BBM di SPBU plat merah Sumenep.

Sumenep – Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) reguler berplat merah dengan nomor penyalur 54.594.08 yang berlokasi di Desa Gedungan Kecamatan Batuan, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, tertangkap basah sedang melayani pembelian BBM melalui jerigen dalam jumlah besar.

Hal tersebut terungkap saat awak media hendak melakukan pengisian BBM di SPBU kepunyaan PT. WUS, salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kabupaten Sumenep. Bersamaan dengan itu, meluncur masuk sebuah pickup berwarna putih dengan muatan puluhan jerigen plastik kapasitas 35 liter.

Melihat hal itu, sontak saja awak media menghidupkan kamera untuk mendokumentasikan. Nampak pikckup putih tersebut parkir menghadap timur persis disamping depan kantor SPBU. Perlahan si sopir menurunkan satu persatu jerigen plastik yang masih kosong ke depan dispenser BBM jenis Pertalite.

Dengan sigap petugas SPBU bernomor 54.594.08 mulai mengisi jerigen plastik yang dibawa mobil pickup putih dengan Pertalite. Terlihat keakraban antara mereka, seolah sudah sering berinteraksi dalam perbuatan yang menyalahi aturan itu sebelumnya.

Memang, pembelian BBM melalui jerigen diperbolehkan tetapi dengan beberapa syarat yang telah diatur dalam regulasi. Dilansir Motorplus-online.com, Unit Manager Communication, Relations & CSR Pemasaran Pertamina, Eko Kristiawan.

“Bisa saja membeli dengan jerigen selain untuk Premium dan Solar tapi harus dengan surat rekomendasi,” katanya.

Namun, ia menyarankan agar pembeli tidak menggunakan jerigen yang berbahan plastik. Menurut Eko, listrik statis tersebut nantinya bisa memicu api dan parahnya menyebabkan terjadinya kebakaran.

“Tapi jangan dengan jerigen plastik karena ada listrik statisnya jadi tidak memenuhi aspek safety,” sambungnya.

Eko Kristiawan menyarankan, jika terpaksa menggunakan jerigen, pilihlah yang berbahan alumunium. Lebih lanjut ia menerangkan bahwa, jerigen berbahan aluminum dinilainya bisa lebih aman.

Baca Juga :  Dana Eks PNPM Mandiri Pedesaan UPK Gayam Turut Dipertanyakan

Adapun peraturan mengenai penggunaan jerigen di SPBU Pertamina sebagai berikut:

1. SPBU hanya boleh menyalurkan Bahan Bakar Premium dan Minyak Solar (Bersubsidi/PSO) untuk penggunaan akhir dan dilarang keras menjual Premium dan Minyak Solar pada wadah kemasan/jerigen untuk dijual kembali ke konsumen.

2. Penjualan Bahan Bakar Khusus Jenis Gasoline Series (Pertalite, Pertamax, Petamax Turbo) dapat dilayani menggunakan wadah kemasan/jerigen yang terbuat dari material dari unsur logam.

3. Penjualan bahan Bakar Khusus Jenis Diesel Series (Dexlite, Pertamina Dex) dapat dilayani dalam wadah kemasan/jerigen yang terbuat dari bahan/material dari unsur logam atau bahan HDPE (High Density Polyethylene) sejenis thermoplastic khusus yang terdapat simbol HDPE 2 pada kemasannya.

Okedaily.com kemudian menghubungi Rofik, Manager SPBU 54.594.08 yang berlokasi di sebelah barat Terminal Arya Wiraraja, guna mengkonfirmasi tentang pickup putih yang membeli Pertalite dalam jerigen plastik dan berjumlah banyak.

“Yang memerlukan rekom hanyan untuk pembelian BBM jenis solar, selain itu tidak perlu. Sedangkan penggunaan jerigen logam hanya himbauan saja,” dalihnya, Senin (20/12).

Mendapatkan jawaban dari Rofik Manager SPBU 54.594.08, yang bertentangan dengan regulasi Pertamina, awak media lantas menghubungi Muhammad Sahlan Kepala Bagian Sumber Daya Alam (Kabag SDA) Setda Kabupaten Sumenep, namun yang bersangkutan sedang rapat dan belum bisa berkomentar.

Baca Juga :  KEI Genjot Ekonomi Lokal Lewat UMKM Binaan, Kerajinan Santigi Jadi Produk Unggulan
Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel okedaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Related News

Catat Tanggalnya! Pemkab Sumenep Bakal Gelar Job Fair 2026, Puluhan Perusahaan Buka Lowongan
Rumus Ketahanan Pangan Ala De Gadjah: Dari Petani, Koperasi, untuk Gizi Rakyat
Dari Konten Jadi Cuan, Yayasan De Gadjah Gandeng Folago TikTok Latih Gen Z dan UMKM Bali
KEI Genjot Ekonomi Lokal Lewat UMKM Binaan, Kerajinan Santigi Jadi Produk Unggulan
Kerugian Disebut Tembus Rp7 Miliar, Investasi MBG di Madura Bermasalah?
Pertalite Diambil Pakai Jeriken di SPBU Sumenep, Ada Persoalan Tata Kelola?
OJK Tutup 12 BPR hingga Agustus 2026, Ini Daftarnya dan Nasib Dana Nasabah
Prof Ahmad Riyadh: SMSI Harus jadi Jembatan Keuangan Global ke Ekonomi Desa

Related News

Senin, 21 September 2026 - 14:29 WIB

Catat Tanggalnya! Pemkab Sumenep Bakal Gelar Job Fair 2026, Puluhan Perusahaan Buka Lowongan

Minggu, 20 September 2026 - 08:54 WIB

Rumus Ketahanan Pangan Ala De Gadjah: Dari Petani, Koperasi, untuk Gizi Rakyat

Minggu, 20 September 2026 - 07:57 WIB

Dari Konten Jadi Cuan, Yayasan De Gadjah Gandeng Folago TikTok Latih Gen Z dan UMKM Bali

Jumat, 18 September 2026 - 19:26 WIB

KEI Genjot Ekonomi Lokal Lewat UMKM Binaan, Kerajinan Santigi Jadi Produk Unggulan

Jumat, 18 September 2026 - 18:58 WIB

Kerugian Disebut Tembus Rp7 Miliar, Investasi MBG di Madura Bermasalah?

Latest News

Majlis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama Gayam Bersama Banom Gelar Istighasah Hari Santri Nasional Tahun 2026

Sosial Agama

Istighasah Kebangsaan MWC NU Gayam Peringati HSN 2026

Rabu, 21 Okt 2026 - 21:12 WIB