Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Viral

Sumenep Membara dengan Kedatangan Sugik Nur Alias Gus Nur

Avatar of Okedaily
20
×

Sumenep Membara dengan Kedatangan Sugik Nur Alias Gus Nur

Sebarkan artikel ini
Gus Nur ke Sumenep
Rencana Sugik Nur Alias Gus Nur di Masjid Nur Muhammad Kota Sumenep, Madura, Jawa Timur membuat Sumenep membara. Istimewa/Redaksi

SUMENEP – Sugik Nur Raharja, biasa menyebut dirinya Gus Nur, yang selama ini dinilai sebagai provokator umat islam membuat warga masyarakat Sumenep panas membara.

Bagaimana tidak, Sugik Nur, dalam setiap kegiatan yang mendatangkan dirinya, selalu ia manfaatkan untuk menyampaikan narasi yang memprovokasi kerukunan ummat beragama.

Tentu saja, rencana kedatangan Sugik Nur ke sebuah masjid di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, membuat berbagai elemen masyarakat bereaksi keras menolak kehadirannya.

Bertajuk ‘Pengajian Subuh, Sholat Subuh Berjamaah’ Sugik Nur dijadwalkan hadir dalam acara tersebut pada, Rabu 16 Maret 2022 di Masjid Nur Muhammad, Kota Sumenep.

Nahdliyyin Bergerak (NABRAK) Menolak Sugik Nur Raharja

Nahdliyyin Bergerak (NABRAK)
Wakil Panglima Nahdliyyin Bergerak (NABRAK) KH Abdul Hamid Roqib. Foto/Istimewa

Pada rilis yang diterima Redaksi, Selasa (15/3). Nahdliyin Bergerak (NABRAK) mendesak aparat untuk mencegah kegiatan ceramah Sugik Nur Raharja besok (16/3) subuh karena:

1. Gusnur terang-terangan selalu membela HTI dan sejenisnya;

2. Ceramahnya selalu menyulut permusuhan dan kebencian;

3. Ceramah-ceramahnya penuh hasutan, fitnah dan hoax;

4. Selalu mengumbar hinaan dan umpatan ke sana ke mari;

5. Gemar menghina pemerintah, dll.

“Akhlaknya sangat buruk, khawatir merusak kerukunan umat dan memecah-belah persatuan bangsa, negara harus hadir, jangan diam. Kalau negara diam, rakyat bisa main hakim sendiri, apalagi sumenep merupakan kawasan Nahdliyin” ujar Wakil Panglima NABRAK KH Abdul Hamid Roqib.

Senada dengan NABRAK, KH Hazmi Basyir An-Nuqayah Guluk-guluk menekankan bahwa kedatangan Sugik Nur Raharja saat ini hanya pembuka dari rencana panjang para pengganggu kondusifitas Sumenep ke depan.

Baca Juga :  Kakek Atlawan Viral, Kapus Gayam Berikan Klarifikasi Mengejutkan

Kyai Hazmi mendesak kader-kader NU Sumenep yang menduduki jabatan publik untuk tidak tinggal diam, gunakan aksesnya untuk mengatasi Gus Nur dan gerombolannya.

Para tokoh dan pejabat Sumenep, kata Kyai Hazmi, sudah telepon Kapolres meminta agar kegiatan ‘provokasi subuh’ Gus Nur besok pagi dibatalkan, namun sampai sejauh ini belum ada tindakan konkrit dari aparat terhadap tokoh intoleran tersebut.

Baca Juga :  Modal Suket, Lolos Jadi Cakades di Kabupaten Sumenep

Lintas Elemen Masyarakat Sumenep Satu Suara Tolak Sugik Nur Raharja

Aliansi BEM Sumenep
Badan Eksekutif Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi BEM Sumenep menolak keras kehadiran Sugik Nur (Gus Nur) ke Sumenep. Istimewa/Redaksi.

Selain NABRAK, sejumlah elemen masyarakat Sumenep turut membara dengan akan hadirnya Sugik Nur Raharja. Mulai dari warga masyarakat, mahasiswa yang tergabung di Aliansi BEM Sumenep hingga Penggerak Islam Moderat.

Dalam poster yang telah disebarluaskan melalui platform media sosial, Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sumenep menolak keras kehadiran Sugik Nur Raharja alias Gus Nur.

“Kami Aliansi BEM Sumenep meminta Kapolres dan Dandim 0827 Sumenep Melarang Kedatangan Sugik Nur demi terciptanya kedamaian dan kenyamanan masyarakat Kabupaten Sumenep,” keterangan dalam poster Mahasiswa Bersama Rakyat tersebut.

Aliansi BEM Sumenep menganggap Sugik Nur seringkali menafsirkan ayat Al-Quran secara serampangan dan tanpa basis keilmuan yang jelas, sehingga bisa menyesatkan pemahaman ummat Islam.

Sedangkan Penggerak Islam Moderat beranggapan, ceramah Sugik Nur selama ini sering menggunakan kata-kata kasar bahkan misuh-misuh yang bisa menjadi contoh buruk bagi masyarakat Sumenep.

“Dalam beberapa ceramahnya, Sugik Nur sering menimbulkan kontroversi dan adu domba yang bisa menyebabkan konflik horizontal di masyarakat,” jelas Penggerak Islam Moderat dalam pamflet yang dibuatnya.

Sementara, warga masyarakat Sumenep yang juga tidak setuju atas hadirnya Gus Nur di Sumenep berharap, panitia sebuah kegiatan yang akan mendatangkan mubaligh dari luar daerah sebaiknya memilih da’i yang bisa menjadi penyejuk umat.

“Untuk menghindari konflik horizontal, baik secara personal maupun antar ormas keagamaan khususnya di Kabupaten Sumenep, agar tetap rukun damai,” tegas perwakilan warga masyarakat Kota Keris

Segenap pihak berwenang dan juga yang terkait, hendaknya dapat berpikir serta bertindak bijak dalam melihat juga menanggapi bara yang muncul di Sumenep terkait kedatangan Sugik Nur alias Gus Nur.